Apa Yang Ditawarkan Oleh New R-15 V3 Dengan GSX-R150 Memang Beda

suzuki

 

Yola dulur yang budiman… dari beberapa artikel terdahulu yang membahas yamaha new R15 V3 dan suzuki GSX-R150, ngadimin selalu melihat dari perspektif beda aliran selera. Benturan New R-15 adalah CBr150, bukan GSX-R150. Aahh… toh sama-sama sport 150 cc pasti bentrokan lah…. Betul memang, tapi ibarat royal battle, jarak keduanya agak berjauhan, CBr150 lah yang menjadi pusat episentrum. Karena apa yang ditawarkan oleh kedua motor, new r15 dan gsxr150 memang beda, dan ini yang memilahkan jenis selera konsumen mereka.

Pendekatan suzuki dan yamaha berbeda di kelas yang sama, kelas sport 150 cc. Lho kenapa nggak ada sih yang mendekati perfeksi sebuah produk. Motor yang bener-bener menyediakan semua yang diinginkan konsumen. Ya desain, ya performa, ya kualitas, ya efisiensi? maunya ngadimin juga seperti itu. Tapi inilah bisnis, apalagi pabrikannya sama-sama dari jepang… masih ingat dengan artikel ini?

Gentlemen Agreement Big Four Of Japan…Apa Itu?

Ini sangat berbeda dengan kasus kartel ya…. ini lebih ke aturan main, rule of the game, pakta perang. Jadi dalam kelas yang sama, mereka menggunakan pendekatan yang berbeda-beda.

Disinilah perbedaan suzuki dan yamaha sangat kentara dalam menawarkan motor 150 cc sport mereka. Suzuki menawarkan motor sport 150 cc yang lebih konservatif, polos, pure, original kelas 150 cc. Motor yang slim, sesuai kubikasi, bahkan ergonomi diset agar ideal untuk tinggi badan under 170 cm. Soal performa juga original, 150 cc dohc harian dengan mempertimbangkan harga serta durabilitas tercapai 19,1 PS on crank tanpa melihat kompetitor pasang performa di angka berapa. Desain juga tidak royal akan sudut, garis tajam macho, tapi sesuai dengan fungsionalitas, aturan aerodinamika. Ukuran ban disesuaikan dengan postur motor 150cc…. original sekali……. seperti klasic rock

Ini sangat kontras dengan yamaha New R-15 V3. Yamaha menawarkan motor sport 150 cc yang mengikuti aliran MTV… populis, trend kekinian, bahkan mengkombinasikan dengan aliran wannabe, pop rock, raprock, rock dangdut, pokoknya yang penting sedang digemari oleh publik. Bagaimana ngga? motor sport 150 cc dibuat dengan desain ala motor 250 cc, ukuran ban super gambot, suspensi upside down, arm banana, motor dibuat sesporty mungkin dengan garis-garis tegas tajam agresif dengan patokan seperti moge. Lu mau motor lu seperti moge, moge wanna be tapi harga terjangkau, pajak rendah, mesin irit, fitur asc ala moge? nih kita tawarkan R15. Performa? tenang kita juga nggak kalah soal on crank….. bahkan paling tinggi.

Di sini yamaha seperti mengejar konsumen yang mementingkan desain, motor yang membawa pengendaranya berimajinasi sedang naik motor sport cc lebih besar. Ya….selera anak muda sekarang memang seperti itu, Populis, trendy, kultur budaya pop MTV banget. Berbeda dengan pendekatan suzuki yang lebih konservatif, idealis, berprinsip realis…. motor 150 cc itu seperti ini, kalok mau yang berbodi gede, ntar tunggu kita keluarin yang berkubikasi gede pula……

Akan lebih banyak manakah penggemar kedua motor tersebut? Banyakan mana kelompok publik yang sesuai dengan selera mereka? yah….. kita lihat saja nanti…. Apapun, ini hanyalah melulu soal selera, pengin aliran pop atau klasik rock….

Bagaimana dengan cbr150? ah… jangan ganggu keyakinan mereka, nggak usah diejek, nggaknusah dicemooh, bagimanapun aliran hondaisme itu seperti dangdut…. Mau diomongin kek apa, Rhoma irama tidak akan kalah dibanding ikang Fawzi…..

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

27 Komentar

  1. Yang pasti suzuki ga lebay motor cilik digambot gambotin tangki kondom aja belagu cuih! Ngomong gsx banyak plastiknya lah kaga ngca noh tangkinya kondoman , bodi dimelar melarin sesuai peruntukannya aja 150 ya 150 bkn ala ala , bikin tengsin yg main dikelas 250 aja . Tampang ala ala cbr lagi haduhh tengsin coy owner cbr600 haha
    Rangka pigson aja bnyak gaya sombong boleh kalo rangkanya kaya aprlia ato abangnya r6 yg emang twinsparnya exotis ga macem pigson begono ,ama twinspar nsr sp juga masih cakepan sp lah kemana mana

  2. memang begitulah seolah ada semacam “kode etik MoU” yang berlaku di antara para produsen, dan mereka memang mempunyai pasar masing-masing yang ‘dikondisikan’ tidak berbenturan secara langsung meski dalam kasta atau kelas yang sama seperti jaman bebek jadul di kelas 80cc, ada pasar yang cari motor irit, ada pasar yang cari motor bertenaga kuat. =)

  3. Kaga perlu bangga mtor sendiri ? yg penting fungsiny

    Paling demen liat fu atau r15 bhkan ninin dpake buat dagang sayur dripada vixi fufu dsb yg cacingan knalpot blar2 dn cm dbuat foya2 ?

    Kita menjelekan dn membnggakan produk toh yang untung juga produsen kita cm dapat capek dn cekcok ?

    Imho
    Cmiiw

      • Untung rs4125 ga’ diproduksi masal dimari lah cuman 125cc,power 15,top speed cuman 122.tapi kosmetiknya keterlaluan tampilan moge look abis , usd ,quick shifter,twinspar almu,arm pisang,abs pake magneti marreli pulak ecu-nya wkwkwkw tidak sesuai dengan pendapat mayoritas blogger indo bahwa motorsport cc kecil harus sesuai kodratnya yg harus kalem dan moto3 look.btw rhoma irama itu classic rock abis deep purple banget lho

  4. mohon diperingatkan tuh Kang Deka ada komentator yg bece dan menjelek2kan produk lain, di blog ini setahu ane jauh dari kata ribut2 seperti komentator di blog selebritis “nganu itu”. dan Semoga tidak sampai ada komentator yg bilang, “kuota-kuota gue, suka-suka gue lah mau komentar apa kok ente sewot”. karena bagaimanapun, kalau mau nyari keributan, disini adalah tempat yg salah karena disini tempatnya diskusi.

  5. Ibarat Led Zeppelin, yg selalu murni memainkan heavy metal, tanpa add player, tanpa efek sound berlebih. Hanya bermodalkan skill, teknik, ketahanan fisik di atas rata2. Ditambah lengkingan vokal ganas.

Leave a Reply