Apa Dan Siapa Penemu Suzuki TSCC? Ternyata Bukan Insinyur Suzuki

suzuki

Yola dulur yang budiman… Beberapa waktu yang lalu kita ngobrol tentang tehnologi bmw yang terinspirasi tehnologi lama suzuki. Nah kini kita bicara tehnologi lama suzuki yang ternyata masih relevan sampai sekarang. Apa itu TSSC, dan ternyata fakta yang ngademin temukan, penemunya bukanlah insinyur suzuki.

Sebelum lebih lanjut, silahkan mengecek artikel tehnologi BMW yang ” terinspirasi ” oleh tehnologi suzuki tersebut.

TSCC adalah singkatan dari twin swirl combustion chamber. Penerangan secara singkatnya adalah membuat efek campuran bbm+udara berpusing saat pembakaran di combustion chamber atau ruang bakar. Efek twin swirl sendiri adalah membuat kecepatan pembakaran meningkat, namun heat loss atau kehilangan panasnya justru minimal… Membuat pembakaran mesin menjadi lebih efisien, tenaga meningkat, serta efisiensi bbm.

Jika bmw pendekatannya melalui tehnologi modern yang melibatkan sistem elektronik dengan variable valve, maka suzuki yang jaman jadul dulu murni membuatnya melalui proses mekanis. Atau kerja mekanis berdasar hukum fisika. Gampangnya, sekarang karburasi bertehnologi injeksi yang elektrik, sedangkan TSCC nya suzuki dicapai dengan sistem mekanisnya karburator…. Ini sekedar permisalan saja.

TSCC sendiri sebenarnya merupakan efek revolusi mesin suzuki GSX yang awalnya 2 valve per silinder menjadi 4 tak 4 valve per silinder. Insinyur suzuki ingin menyempurnakan pergeseran pendekatan mesin dengan efisiensi hasil power dan konsumsi bbmnya. Jadilah mereka memakai tehnologi TSCC di generasi terkini GSX kala itu.

Seperti yang diterangkan diatas. TSCC suzuki dicapai dengan metode mekanis, atau mengandalkan hukum fisika yang diejawantahkan melalui desain sebuah komponen. Seperti halnya sebuah karburator. TSCC terbentuk dari revolusi bentuk piston dan bentuk atap silinder head sehingga membuat aliran dari intake menjadi berputar. Kala itu, bentuk piston yang lumrah untuk motor balap asalah bentuk doom atau jenong. Sedangkan suzuki justru berkebalikannya… Membuat bentuk piston yang datar, namun bagian dalam intake valve cekung. Namun dengan bentuk piston, kombinasi sudut intake, bentuk intake, dan bentuk atap silinder head, terjadilah efek twin swirl tersebut.

Ini juga berarti melibatkan pencetakan komponen yang super duper presisi… Karena mengandalkan fisika mekanis, bukan olah data elektronik. Jadi tiap pembuatan bentuk ruang bakar TSCC, butuh pembuatan part yang sangat presisi. Instalasinya juga harus sangat presisi.

Nah… Ternyata penemu tehnologi mekanis TSCC ini bukanlah insinyur suzuki. Pencipta kejeniusan TSCC adalah seorang mekanik/ desainer/ inventor freelance atau bebas. Namanya tak begitu terkenal. Ngademin sendiri tahu fakta ini dari sebuah tulisan kecil di pressreader. Sebuah keberuntungan yang tak disengaja. Namanya adalah Vincenzo Piatti. Inventor asal italia yang tinggal di Inggris. Salah satu temuan yang paling fenomenalnya ya TSCC tersebut. Pada awalnya Piatti meneliti TSCC untuk semua mesin internal combustion. Namun dari semua pabrikan otomotif, hanya suzuki yang berani memanfaatkan temuan Piatti di mesin produksi mereka.

Jadilah Paten Piatti ini dipakai oleh suzuki, dan berhak menambahi nama dengan suzuki TSCC. Piatti sendiri tidak terlibat dalam pembuatan mesin suzuki gsx TSCC. Hanya menjadi supervisi temuannya agar bekerja sempurna di mesin suzuki. Dia tak digaji oleh suzuki. Namun tiap mesin suzuki yang memakai tehnologi TSCC, piatti mendapatkan royalti dari paten temuannya…. perbiji mesin….. kalau misalkan 10 juta mesin ya tinggal nominal perjanjian dikalikan 10 juta….Sampai kapanpun.

Itulah sedikit cerita tentang suzuki TSCC. Ini juga sedikit menjawab pertanyaan kenapa kok akhir-akhir ini suzuki jarang memakai tehnologi TSCC. Apakah berhubungan dengan biaya paten tersebut ? Entahlah… Namun TSCC seharusnya tetap dipertahankan… Karena TSCC adalah ruh mesin suzuki era baru yang begitu revolusioner…..cikal bakal tehnologi high performance engine suzuki yang sangat menginspirasi pabrikan otomotif lainnya.

Semoga bermanfaat

Wassalamu’alaikum

gulf oil