Alex Rins : Antara Upgrade Mesin Dan Ketenangan Dalam Balap Paling Kerasnya Di Assen

suzuki

Yola dulur yang budiman…. kembali beyond expected result podium diraih oleh pembalap Suzuki Ecstar di seri assen 2018. Siapa lagi kalau bukan #adinda_tersayang Alex Rins yang sukses dengan podium duanya. Kalau diamati, ada dua faktor yang mendukung capaian fantastis pembalap yang baru berumur 21 tahun tersebut. Antara upgrade mesin baru suzuki GSXRR dan berkembangnya ketenangan dirinya dalam mengontrol emosi saat balapan.

Salah satu keuntungan suzuki dalam hal hak konsesi adalah insinyur bebas membuka segel mesin untuk dilakukan pengembangan. Dan dari awal musim, para insinyur asuhan Sahara san memang sudah dalam trek yang tepat dalam pengembangan motor. Berbeda dengan musim lalu, dimana team salah dalam pendekatan peforma mesin. Terlalu fokus di kestabilan motor dan endurance mesin, sedangkan soal power engine agak keteteran. Nah mesin edisi 2018 ternyata dibuat oprekable ( bisa dikembangkan lebih lanjut saat perlombaan berjalan ), memanfaatkan keuntungan hak konsesi. Jadilah update terbaru suzuki GSXRR mendapatkan bonus topspeed ( end power lebih bagus ) di racikan mesin terbarunya, tanpa mengesampingkan endurance dan kestabilannya.

Inilah cikal bakal mesin musim depan team suzuki ecstar. Ibaratnya curi start sekaian penelitian untuk spek mesin musim 2019. Ini bukan curang, tapi memanfaatkan keuntungan hak konsesi musim ini semaksimal mungkin, dimana musim depan hak konsesi team suzuki hilang karena musim ini sudah mengumpulkan 6 poin hak konsesi.

3 Poin Lagi Suzuki kehilangan Hak Konsesi : Kami Memang Berencana Tidak Sepenuhnya Dipakai

Ya faktor upgrade mesin baru yang bisa memangkas gap dengn motor kompetitor di topspeed membuat alex rins lebih pede menghadapi pembalap dari team pabrikan lainnya. Hasil kemarin memang beyond expectation, karena dari awal musim pun, boss suzuki ecstar, Davide Brivio memang menargetkan pembalap mereka urutan 5 besar. Podium adalah capaian melebihi target, melihat performa suzuki GSXRR di awal musim. Dan hasil runner up di assen adalah capaian tertinggi Rins dan suzuki di musim ini. Dengan mesin baru, Rins berani memaksimalkan motor agar tetap selalu di gerombolan terdepan sampai akhir tanpa mempush motor melebihi batas.

Faktor internal Rins sendiri juga berpengaruh. Khususnya soal mentalitasnya yang terus berkembang. Untuk skill, Rins memang cukup berbakat dan akan terus berkembang. Meskipun doi mengidolakan Valentino Rossi, namun gaya balapnya cenderung mirip Lorenzo yang smooth, namun Rins mempunyai karakter High Risk Taker. Membuat motor bekerja melebihi batas amannya, ketika Rins merasa motor masih bisa dipush lagi.

Di assen, emosinya cukup stabil untuk menahan diri kapan menyerang, dan kapan bertahan. Timing memang berperan penting di balapan assen kemarin yang berjalan cukup keras dan ketat. Seperti yang ngadimin bahas di artikel sebelumnya. Saat balapan, Rins dengan tenang membalap dengan kecepatannya, tidak terpengaruh oleh hiruk pikuk saling overtake antar pembalap. Dia hanya bertahan di urutan 5-6 besar, yang penting jarak dengan pembalap terdepan tidak jauh. Dia melakukan overtake hanya ketika ada moment yang pas dan kelasahan pembalap di depannya. Doi tidak terpancing untuk bermain agresif. Dan sejauh ini, gaya main Rins memang ” Clean ” mirip dengan Lorenzo.

Pada dasarnya, Rins memang pembalap dengan pembawaan yang kalem. Emosinya begitu stabil, minimal itulah yang ngadimin rasakan saat dua kali berjumpa dengannya. Doi adalah pribadi yang Humbble, dan pribadi tersebut dibawa dalam gaya balapnya sejauh ini… dan itulah kenapa gaya balapnya termasuk Clean. Kita melihat rins membalap di assen seperti pembalap yang bertahan saja, tidak nampak agresivitas dalam mentakeover pembalap lainnya. Doi hanya memanfaatkan moment, dan memaksimalkan keuntungan motornya saat moment yang tepat. kesalahan Rossi dan Dovi dia masimalkan menjadi urutan 3, kemudian memaksimalkan motornya saat takeover Vinales di dua tikungan akhir, dan menyentuh garis finish beberapa mili detik di depan vinales….

Rins adalah pembalap jenius di jalannya sendiri. Dia bukan pembalap yang mengandalkan fisik, namun lebih ke analis dan ketenangan dalam membalap. Mirip dengan Lorenzo…. makanya jarang kita dapati Rins unggul di sektor tertentu sebuah sirkuit… namun balance di semua sektor… sejauh ini sih begitu… Entah jika doi terus berkembang… dan yang diharapkan Brivio seperti itu, makanya Rins mendapatkan ” legacy ” sebagai pembalap pengembang motor suzuki GSXRR….

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum