AHM Yang Bikin Keki

suzuki

ahm lambang

Yola dulur yang budiman….. mendengar kata ahm, tentu kita akan tertuju pada motor honda. Memang ahm adalah salah satu unit dari konglomerasi kapital astra grup yang setahu deka bersumber dari Jardine grup yang berpusat di Singapore. Awalnya deka mengira astra adalah perusahaan Indonesia 😀 . Astra sendiri memegang lisensi Honda motor, memproduksi dan menjual motor merk honda jepang di Indonesia. Sepak terjangnya memang luar biasa dan membuat keki perusahaan lain.

Gimana nggak bikin keki, apapun produknya laris manis di pasaran, walaupun banyak pilihan. Selama ahm punya produk yang sama, maka kemungkinan besar akan meraup jatah kue pasar yang besar. Produk ahm seperti gampang sekali dalam hal jualan. Bahkan ada guyonan marketing, di pulau jawa ini, andaikata seekor monyet suruh jualan motor ahm bakalan ada yang kejual :D.

Tentu semua ada asalnya, ada penyebabnya. Nggak “mak bedunduk” langsung laris. Dari kacamata deka, ada beberapa faktor yang membuat ahm berjaya saat ini.
Yang pertama jelas sokongan dana, kapital yang besar dari grup astra. Ingat astra sendiri tidak cuma bisnis motor, tapi juga unit lain seperti menjadi atpm mobil toyota, perbankan, dan pendanaan di seantero bumi ini. Dengan kapital besar tentu memberikan mudah dalam memberdayakan resource yang ada, dimana pabrikan lain tak mampu, ahm mampu.

Namun modal saja nggak cukup, harus disokong dengan strategi marketing yang kuat. Memang langkah ahm kadang kurang efisien, kurang inovatif, cenderung pemborosan, namun tertutupi dengan kekuatan kapital. Yang paling menonjol adalah strategi non tehnis, lebih cenderung ke sektor psikologi behaviorism konsumen, pendekatan humanistis dibandingkan tetek bengek tehnis motor. Itulah kenapa tag bisnis ahm adalah “heart”, bukan speed, hightech, modern, etc.

One Heart

Nah untuk urusan ” heart” ini ahm banyak mengumpulkam resource tersendiri. Bagian yang punya peran kuat di media, membentuk mindset, menyebarkan pengaruh, merangkul perasaan publik, dan mengembangkan mindset tersebut. Untuk soal ini, belum ada pabrikan lain yang menyamai bahkan mendekati.

Kenapa cenderung ke psikologis? Karena ahm sendiri menurut deka tinggal memantaince mindset publik yang sudah terbentuk selama puluhan tahun. Nama HONDA jelas amat sangat dikenal publik, ahm tinggal mengeksploitasi hal tersebut. Nggak percaya? Anda naik motor beat atau vario…. Yang dikenal publik ya motor honda…. Ada yang mengenali sebagai motor astra? Jelas ini keuntungan besar….. tinggal bagaimana meneruskan mindset ini ke generasi berikutnya…. Great legacy from honda.

bisnis plan

Setelah menguasai mindset, tinggal bagaimana mempermudah akses pembeli. Astra sudah berkecimpung didunia perbankan, so… akses ke perusahaan pendanaan, leasing jelas lebih mumpuni, perusahaan leasing sekarang begitu kuat hubungannya sldengan ahm. Dilain pabrikan nggak bisa jor-joran dp murah bahkan 0, ahm melenggang dg ngan mudah. Makin mudah pula publik memperoleh motor honda.

Untuk soal diler, sebenarnya itu tidak begitu mempengaruhi permodalan ahm. Mungkin yang kita tahu, memperbanyak diler itu memakai modal pabrikan? Untuk sekelas ahm, membuka diler sama saja membuka kesempatan investor lokal untuk menjual produk ahm. Modal dari investor itu sendiri, ahm tinggal mensuply motor dengan jatuh tempo sekian waktu. Tiap diler tentu diberi target jualan tiap bulan, bukan seenak sendiri menentukan forecase jualan. Makanya jangan heran jika di satu kota ada beberapa diler ahm, nggak cuma satu, tergantung jumlah investor dan potensi jualan. Dengan makin banyak diler, tentu penetrasi ke pembeli makin masive.

Semua strategi diatas dilakukan secara simultan, terus menerus agar kondisi di atas selalu tetap bahkan meningkat. Bagaimana dengan produk ahm sendiri? Well otomatis apapun produknya, tanpa melihat dari segi kualitas, inovasi, performa, ahm sudah unggul di sisi marketing. Memang ahm sendiri tetap mempertimbangkan hal2 tehnis motor di atas. Disini deka hanya mau bilang, soal kekurangan di sgi tehnis motor, maka masih ada toleransi maaf yang lebih lebar di mata publik daripada merk lain.

Karena kekuatan mindset nya inilah kenapa kita sering melihat langkah ahm yang kurang inovative dalam mengeluarkan produknya. Selalu menunggu pabrikan lain merintis dulu, kalau dianggap sudah terbentuk pasar, maka ahm baru ikutan nyemplung dengan jurus ATM + ditambahin. Diakui atau tidak, memang ahm itu follower dalam menetaskan produk jualannya. Tentu hal ini sudah dipertimbangkan sebagai strategi yang efisien, karena tidak perlu membuang biaya perintisan trend pasar. Biar kompetitor yang membuka, ahm yang nantinya akan menguasai. Dan inilah yang membuat pabrikan beserta fansboy-nya keki berat.

atm

Itulah kenapa produk-produk ahm seperti mengerti kemauan publik. Gimana nggak? Sebelum mengeluarkan produknya udah mengamati dulu apa yang diingini oleh publik dari motor yang sudah ada. Ahm tinggal memenuhi hal tersebut kemudian diterapkan di motor yang akan dijual. Hal inilah yang dulu tidak dirasakan saat masih honda federal, pembeli cenderung didikte oleh pabrikan.

Jadi kalau ada yang bilang kalau produk ahm semakin dibece semakin laku itu nggak tepat. Ini sama saja meremehkan megastrategi ahm sendiri. Dibece atau nggak, hasil dari megastrategi mereka sudah berjalan dengan sendirinya.

Apakah dengan dominasi ahm diatas akan menjadikannya penguasa selamanya? Oh tentu tidak….. Ada startegi counter ahm… Namun tentu juga tidak mudah. Perlu rasa sakit dan pengorbanan yang lama, seperti lamanya honda menanamkan mindset ke publik. Apa itu? Dalam kacamata deka : kombinasi langkah yamaha dan suzuki… Thats it….. Tapi ya itu… Sejauh mana keuletan saat menerapkannya, seulet honda mempengaruhi kakek, ortu kita.

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum

gulf oil