3 Momen Besar MotoGP Catalunya

suzuki

image

Yola dulur yang budiman…. Di seri catalunya kemarin, motogp menyajikan cerita besar selain jalannya balapan itu sendiri. Juaranya jelas sudah pada tahu, Rossi, marquez, dan pedrosa secara berurutan mengisi podium tertinggi. Namun 3 cerita besar tak kalah ramainya untuk dibahas, seperti sempalan cerita di sebuah sandiwara kolosal.

Cerita pertama adalah perubahan layout sirkuit secara mendadak karena unsur safety. Sebelumnya, di sesi free practice menelan korban jiwa pembalap moto 2, luis salom. Padahal usulan perombakan sudah sedari dulu diusulkan oleh para pembalap. Tikungan 12 dianggap terlalu kencang, maka harus dibuat modifikasi agar kecepatan para pembalap berkurang.
Tahap itu memang akhirnya ditempuh oleh penyelenggara, namun ada tambahan modifikasi tikungan selain jalannya ikungan terakhir tersebut, tikungan 10 juga mengalami perubahan. Efeknya, karakter sektor 4 sirkuit catalunya yang pas dengan karakter motor yamaha menjadi keuntungan motor rcv honda. Kontroversi karena merembet ke tikungan lain, dan itu merupakan keputusan rapat yang dihadiri oleh sebagian besar pembalap honda. Untungnya kontroversi tidak berkelanjutan karena pemenangnya justru pembalap yang naik motor yamaha, Rossi.
image

Momen besar lainnya yang tak kalah menjadi sorotan adalah aksi tusbol Iannone ke Lorenzo. Ada yang bilang itu adalah tindakan sirik italiano agar lorenzo ngga dapat poin dan menguntungkan rossi. Ini mungkin terdengar rekaan bagi deka, kalau melihat jalannya balapan, jelas ian awalnya nggak menginginkan insiden ini. Dari rekaman dan jalannya balapan, Ian sudah mati-matian mengerem sampai motornya njengat ke depan. Memang ada unsur ksalahan Ian juga katena dia terlalu agresive, kalau saja dia sabar dikit, maka doi bisa menyalip secara mulus hohe yang trouble dengan ban depan. Kecepatan hohe makin menurun seiring lap yang ditempuh.

image

Lorenzo sendiri nampak berang dan murka terhadap Ian, dia menyalahkan sepenuhnya kejadian tersebut pada pundak Ian. Bahkan saat gestur tubuh Ian yang mencoba minta maaf setelah insiden ditolak mentah-mentah. Disinilah antipati penggemar motogp tambah menjadi terhadap lorenzo. Insiden tersebut terjadi karena beberapa faktor selain keselahan Ian sendiri, lorenzo membalap tidak sewajarnya dia membalap. Untuk ukuran Hohe, kemarin termasuk sangat lambat. Ian yang mengerem dengan gaya yang sama seperti lap sebelumnya membentur bagian belakang hohe. Hal yang tidak akan terjadi jika motor lorenzo tidak selambat itu. Namun di aturan balap, pembalap depan lebih punya hak untuk menentukan racing line, imbasnya Ian yang yang salah, dan mendapat hukuman start paling belakang di seri berikutnya. Pity hohe, pity Ian.
image

Dan yang paling menyedot perhatian publik selain balapan itu sendiri adalah kejadian “besar” lainnya. Rossi menjabat tangan marquez pasca balapan. Jabatan tangannya sendiri nggak terlalu istimewa, namun konteks dibelakangnya lah yang menjadikan kejadian tersebut menjadi besar. MM dianggap punya dosa besar terhadap rossi dan rossifumi pada kejadian tahun lalu sejak seri philip island. Doi dianggap melibatkan dendam pribadi agar rossi gagal menjadi juara dunia. Doi lebih suka lorenzo juara daripada rossi. Maka doi membalap hanya untuk menghalangi laju rossi, sampai pada kejadian disepang yang terkenal dengan insiden “rossi kick”, meskipun memang tak terbukti menendang, marquez ndlosor dan rossi start dari grid paling belakang di seri pamungkas. MM menjadi public enemy no 1 bagi rossifumi, dan itu adalah dosa yang tak termaafkan.
image

Jadi menurut publik wajar saja jika setelah kejadian tersebut rossi tak bertegur sapa dengan MM. Tapi tanpa dinyana rossi menyalami MM di depan publik spanyol. Semua bilang rossi sudah memaafkan MM (doi sendiri yang tahu apa maksudnya ). Marquez sendiri nampak kaget awalnya, dan menunjukkan ekspresi sangat lega setelah itu. Seperti beban dosa di pundak terangkat, doi menepuk pundak rossi dan mengajak bicara saat ada kesempatan.

Kejadian tersebut, ada juga yang menilai bahwa itu dilakukan rossi karena doi menang, coba kalah…. belum tentu.. Well… Deka nggak akan menilai sejauh itu, logika saja, emang rossi menang hanya kali ini? Sebelumnya juga pernah menang kan? Apakah doi menjabat tangan? Pertanyaan kedua, Marquez apakah pernah mengajak jabatan tangan rossi setelah insiden tahun lalu? Hehehehe…… Itulah uniknya rossi, dan itu pula salah satu faktor yang membuatnya menjadi news maker dan punya fans terbanyak di kolong bumi dibandingkan pembalap lainnya saat ini.

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum

gulf oil