Suzuki Super Mustache…Apakah Sesignifikan Itu Efeknya?

suzuki

Yola dulur yang budiman…. dalam gelaran motogp seri Motegi Jepang, ada hal yang menarik di motor suzuki GSXRR yang ditunggangi oleh Ian dan rins. Motor dengan desain winglet baru yang bentuknya cukup unik, seperti kumis lele katanya. Ngadimin sendiri lebih suka dengan istilah ” Super Mustache ” alias kumis super. Kenapa super? karena pertama kalinya memakai super mustache itu adalah capaian terbaik team suzuki ecstar di musim 2017 motogp. Namun apakah super mustache sesignifikans itu efeknya? yuk kita diskusikan.

Melihat desain winglet yang cukup nyeleneh itu kok jadi maklum dengan tabiat team suzuki, dimana kadang tidak mempedulikan sektor estetika, berbeda dengan team yamaha. Buat suzuki, semakin nyeleneh bentuknya, semakin aneh desainnya mereka nggak perduli, yang penting mempunyai efek positif. Ada kemiripian dengan team ducati, walaupun berbeda pendekatan ya…. Bentuk winglet atau penambah downforce seperti kumis ini, ngadimin kok kental banget dengan aura winglet ala formula-1. Apakah memang memberikan efek signifikan?

Apalagi Ianonne dan Rins memberikan posisi terbaik secara tandem untuk team ecstar suzuki, urutan 4 dan 5 saat finish. Sebuah catatan yang kontras dengan selama hampir semusim berjalan tahun ini. Sebagai pengidap suzukiphilia, sebenarnya ngadimin ingin berteriak puas, namun masih ada ganjalan akan capaian di seri motegi kemarin.

Apakah itu sumbangsih motor terbaru dengan super kumisnya? Atau kemarin itu karena terbantu juga karena faktor kondisi hujan? Ya, bagaimanapun kondisi hujan atau wet race membuat perbedaan performa motor tiap team menjadi terpangkas. Saat wet race, potensi motor motogp tidak akan keluar maksimal. Dan di saat itulah kesempatan buat team-team kecil atau team satelit bisa mengambil kesempatan untuk menyodok di papan atas saat finish. tentu kita ingat kejadian seorang Jack miller yang sering ndlosor, tapi bisa juara saat wet race.

Itulah yang masih menjadi ganjalan ngadimin, apakah motor suzuki ecstar, GSXRR1000 sudah ada perbaikan performa? Manurut ngadimin masih tetap abu-abu, bagaimanapun masih harus menunggu hasil balapan di saat kondisi normal atau dry race. Harapannya sih ada perkembangan performa dan handling, minimal untuk persiapan musim depan. tahun ini team suzuki ecstar memang termasuk amburadul capaiannya, Rins cedera, Ian mabok janda dan sering dlosor. Perkembangan performa motornya sendiri tidak sesignifikan team lain, HRC misalnya, atau ducati. hampir-hampir mirip team yamaha secara grafik kenaikannya, walau berbeda level 1 step.

Semoga super mustache suzuki memang memberikan perbedaan. Biar nanti bisa bangga ngomong, ” MINGGIR… ATAU GUHE PELINTIRIN KUMIS GUHE…”.  :mrgreen: :mrgreen: .

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

2 Komentar

Silahkan Beropini