Konsekuensi GSXR150 Dibuat Nyaman Versi Lowering Kitt Dan Upper Yoke

suzuki

Yola dulur yang budiman….pada artikel yang lalu, kita membahas bagaimana cara mengubah riding position suzuki gsxr150 dengan cara membuatnya menjadi stang upperyoke dan menyeimbangkannya dengan memasang lowering kit di bagian belakang. Namun sebelum anda mengeksekusi cara ini, anda harus mengetahui konsekuensi logisnya.

Artikel ini juga menerangkan bahwa insinyur dalam membuat motor itu hitungannya sangat detail, nggak asal tempel-tempel komponen kemudian jadi sebuah motor. Tapi menghitung terperinci dalam mendesain sebuah motor, agar menjadi satu paket utuh motor yang berdasarkan ergonomi atau standar parameter tertentu. Mengubah salah satu ukuran komponen, maka akan berpengaruh ke komponen lainnya. Makanya ada part asesoris resmi agar tidak begitu jauh penyimpangannya dari desain awal. Dan itu pula pihak suzuki butuh waktu lebih dari satu tahun hanya untuk memfacelift produknya….. kecuali hanya permainan striping…. ngga ada 1 bulan juga jadi…. :mrgreen: .

Seperti di artikel lampau, ngadimin mengubah ergonomi gsx-r150 dengan cara menurunkan stang dan mengubahnya menjadi upperyoke, serta memasang lowering kit di suspensi belakang. Ada tambahan lagi, yaitu memasang Cover arm agar nampak banana look. Hanya perubahan kecil menurut deka, tapi mari kita ikuti konsekuensi logis dari perubahan kecil tersebut.

Menurunkan ketinggian shock depan

Dengan memurunkan shockbreaker depan dan membuat upperyoke, maka konsekuensinya selang rem harus dilepas dari dudukan, jika tidak, maka selang rem menjadi kurang panjang. hal ini mengakibatkan selang rem mudah sekali tergesek-gesek oleh segitiga atau triplecamp bawah. Perlu sering dicek agar tidak terjadi kebocoran.

Efek lain dari mengubah underyoke menjadi upperyoke adalah naiknya stang dan kabel-kabel yang menempel di stang, termasuk kabel gas dan kabel elektronik. Karena makin naik, maka saat dibelokkan akan mepet banget dengan dudukan speedo…. kabel tertekan dan tergesek.

gambar ini juga disebabkan karena perubahan upperyoke, stang menjadi berbenturan dengan pinggiran visor. Resiko lecet.

Lowering Kit Belakang

Kombinasi lowering kit di suspensi belakang dan cover arm membuat space atau celah antara inlet hugger dengan box filter menjadi sempit. Sehingga jika arm mengayun atau rebound tinggi, hugger dengan box filter akan bergesekan. Ngadimin mengalami sendiri. Ini bisa berbeda jika nada hanya menginstal lowering kit saja, karena inlet hugger aslinya lebih tipis.

Dengan lowering kit dan turunnya ketinggian shock depan membuat groundclearence turun. Wajib waspada dengan polisi tidur tipe laknat yang tingginya ga kira-kira. walaupun sejauh ini ngadimin belum mengalaminya sendiri.

 

Dengan kombinasi lowering kit dan turunnya shockbreaker depan, membuat sudut kemiringan saat standar samping menjadi berkurang. Motor posisinya lebih tegak, sehingga lebih mudah roboh jika permukaan saat parkir tidak rata, perlu kehati-hatian dalam memilih permukaan saat parkir.

Dan ada konsekuensi logis lainnya, yaitu motor akan mudah ngegasruk ke aspal bagian footpegnya, karena ketinggian motor secara keseluruhan menjadi turun. Tapi khusus yang ini ngadimin jauh dari resiko itu…. ngga berani mereng-mereng soalnya…. ngahahahaha…… 😆 .

Nah…. itulah beberapa konsekuensi logis saat kita mengubah ergonomi default gsx-r150. Dan ini berlaku untuk semua motor ya….. Jadi perlu diketahui konsekuensinya, sehingga kita bisa beradaptasi saat menggunakan motor yang sudah dimodif ini. Jadi semua perhitungan ketinggian, celah, jarak antar komponen motor itu sudah dihitung matang-matang. Ada perubahan kecil, maka berimplikasi secara keseluruhan.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

 

3 Komentar

  1. waduuhhh…lbh bnyak mudhoratny ktimbang manfaatny!G jd dh ane mo mindahin tuh stang.Yg jelas dinikmati aj sensasi riding brsama Gesex.Toh ktr ma rumah ane cuma 7 Km an seh ;p

Silahkan Beropini