Kisah Darmogati Dan Janda Beranak 2 Perawan

fakta-unik-pria

Yola dulur yang budiman…… Enteng-entengan lagi, ngegossip si bocah gemblung Darmogati. Diceritakan kala itu Darmogati melakukan solo turing, melanglang buana sendirian memakai piksen abang kesayangannya. Sampai di suatu desa, doi kemalaman dan kondisi mulai hujan.

Entah di sengaja atau ndak, darmogati mampir berteduh di rumah warga desa itu, dan ternyata rumah seorang janda. Bukan sembarang janda, tapi janda yang terkenal semlohay umur 40an tapi bodi masih kenceng kek wanita umur 25 tahun. Ndak cuma itu, janda ditinggal meninggal suami ini punya 2 anak gadis perawan yang terkenal menjadi duo kembang desa yang bikin heboh para pemuda.

Setelah memarkir motor di beranda rumah, hujan turun dengan lebat. Darmogati mengetuk pintu dan dibukakan langsung oleh si pemilik rumah. Darmogati berniat ijin berteduh karena hujan dan kondisi malam sudah agak larut, jam 8 malam. Bukan hanya dibolehin, tapi malah disuruh masuk ke dalam dan diajak ngobrol, sambil dijamu teh manis hangat dan pisang goreng yang dibawa oleh mbok pembantu.

Di ruang tamu itu langsung bersuasana hangat karena darmogati yang pandai ngocol dan menghangatkan suasana. Di tempat itu pula darmogati melihat 2 gadis perawan anak janda seksi tersebut, sedang nonton tivi. Melihat hangatnya obrolan ibu mereka, membuat 2 gadis ini ikutan bergabung. Tak lama mereka langsung larut dalam kehangatan suasana. Suasana ada seorang laki-laki di rumah mereka.

Tak terasa jam menunjukkan jam 9.30 malam, sedangkan hujan lebat masih tidak menunjukkan tanda-tanda reda. Sang janda pemilik rumah menyarankan agar darmogati menginap saja karena ada kamar kosong khusus tamu atau kerabat yang menginap. Tawaran itu diiyakan oleh Darmogati. Sungguh beruntung bocah gemblung satu ini.

Malam terus berdetak dalam rintikan tetes air dari langit, berselubung selimut kabut putih menyebarkan suasa dingin pekat…. Rumah janda fenomenal itu nampak gelap, sudah terbiasa menghentikan aktivitas jam 9 malam. Detak malam terus berlanjut sampai sang surya merekah di ufuk timur, pelan-pelan menyapu selubung kabut.

Namun di rumah janda seksi itu nampak sedikit berbeda, semua penghuni nampak sedikit lebih sibuk pagi itu. Si bungsu, mahasiswi semester 1 sedang asyik berdendang sambil merias tubuh aduhainya, merapikan rambutnya, dan menyemprotkan parfum ke seluruh tubuhnya. Si sulung, mahasiswi tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi sibuk memasak di dapur, suatu hal yang jarang dia lakukan. Sedangkan ibu mereka, sedang menyiram tanaman depan sambil menyanyikan lagu cinta lama.

Semua nampak bahagia, semua nampak berwajah ceria penuh kehangatan. Suasana yang sudah lama tidak nampak di rumah itu. Darmogati sendiri sudah selesai mandi pagi dan mempersiapkan perjalanannya lagi. Duduk di ruang tamu sambil membaca status di hapenya. Sejenak kemudian si sulung menyajikan hidangan nikmat buat darmogati dan mempersilakanny untuk disantap. Si sulung menyajikan hidangan dengan sepenuh hati. Jagoan kita ini menikmati dengan gaya elegan dan diperhatikan sepenuh hati oleh si sulung. Mereka saling pandang dan senyum penuh makna.

Sampai saatnya darmogati pamitan meneruskan solo turingnya. Ibu dan 2 gadis anaknya menghantarkan di ujung halaman. Ada kesamaan diantara ketiga penghuni rumah itu… Rambutnya semua mengkilap basah dan beraroma shampo wangi. Seperti melepas kerabat dekatnya mereka melepas darmogati pergi. ” Nanti mampir lagi bang……” kata sang janda, yang kemudian dijawab dengan acungan jempol oleh darmogati sambil ngegas motornya.

Setelah arjuna klewer ini menghilang, si ibu bilang ke kedua putrinya…. ” Mas darmogati terbukti bisa membuat suasana rumah kita menjadi hidup lagi. Walau umurnya masih seumuran kalian, tapi dia begitu matang dan mampu mengimbangi kedewasaan mama tadi malam. Sepertinya cocok untuk menjadi ayah kalian.” kata si janda dengan senyum kebahagiaan. Mendengar perkataan sang mama, si sulung menjawab dengan ketus, ” aku khawatir keliaran mas darmogati hanya cocok untuk generasi muda, mama lebih baik mencari kedamaian hidup saja, biar mas darmogati jadi urusan saya..”. Si bungsu tak kalah kerasnya menolak permintaan mamanya….” jangan rebut mas darmogati dariku !! Dia sudah membimbingku menjadi lebih dewasa…. Mampu memanduku melawan rasa takut….. Jangan seenaknya sendiri, mentang-mentang aku paling muda, sambil beruraikan air mata.

Setelah itu terjadi debat segitiga antara sang janda dan 2 orang putrinya. Sesekali terdengar jeritan si bungsu agar si mama dan kakaknya mengalah. Di pojokan rumah, seorang mbok pembantu menyandarkan kepala, matanya menerawang kosong di ujung jalan darmogati menghilang. Sebentar-sebentar tersungging senyum di pojok mulutnya, kemudian memejamkan mata sambil menggigit bibir bawahnya. Seperti meresapi kejadian yang baru dia rasakan. Tak peduli dengan berisiknya keributan yang timbul di ketiga majikannya…..

Entah apa yang sudah dilakukan oleh darmogati dalam semalam itu. Membuat seisi rumah hangat, kemudian panas membara di pagi harinya….. Hanya rumah itu menjadi saksi polah darmogati semalam.

Salam enteng-entengan….

Selamat long weekend

Wassalamualaikum

Silahkan Beropini