Tehnik Ngerem Belakang Versi Sirkuit Dan Jalan Raya

using-the-rear-brake_0

Yola dulur yang budiman…. dalam hal tehnik mengurangi kecepatan motor ( rem bukan alat menghentikan motor ), memang mempunyai banyak cara. Salah satu acuannya adalah tehnik mengerem ala pembalap atau sirkuit. Nah kali ini deka mendapatkan tulisan yang mengatakan tehnik mengerem ala sirkuit dengan jalanan ternyata ada perbedaan.

Kalok kita liat di tv, pengereman di balap motogp atau wsbk nampak bahwa pengereman fokus di rem depan, bahkan bagian belakang kelihatan sampai njengat-njengat. Dari situlah bisa diambil teori, kalok tehnik yang benar dalam mengerem adalah menggunakan rem depan.

Benar memang jika kita memakai motor spek balap dan membalap di sirkuit. Tapi dari gambar diagram dibawah ini menunjukkan bahwa tehnik riding di sirkuit dengan di jalan raya berbeda. Kuncinya ada di center of gravity atau titik pembagian berat massa.

rear-brake-data

Di sirkuit, motor kita pacu dengan kecepatan sangat tinggi. Banyak momen dimana rider profesional menumpukan tranfer bobot ke bagian depan untuk mendapatkan traksi maksimal ( diagram 1 ).

Dengan mentransfer bobot ke roda depan, otomatis saat rider mengerem ban belakang tidak begitu ngefek karena tranksi ban belakang kurang, percuma untuk mengurangi kecepatan motor. Di balap, rem belakang hanya kadang-kadang dipakai, itupun hanya untuk mengimbangi front end tetap stabil saja, bukan untuk mengurangi kecepatan.

Sedangkan riding di jalan raya, posisi ridingnya saja sudah beda dengan sirkuit. Pembagian bobot lebih seimbang, kecepatan juga tidak sekencang di sikuit ( diagram 2 ). Sehingga saat mengerem pun traksi di ban belakang masih tinggi. Maka pengereman ban belakang masih punya peran untuk mengurangi laju motor.

Dengan mengerem bagian depan saja menjadi kurang safety karena kontur jalan yang tak semulus dan sebersih sirkuit. Memfokuskan transfer bobot ke bagian depan saja menjadi lebih berbahaya. Di jalan raya, lebih baik membagi bobot tetap seimbang antara front end dengan rear end.

Disinilah peran rem belakang kita gunakan. Namun jangan sekali-kali fokus mengerem belakang di kecepatan tinggi, karena momentum bagian depan tidak dikurangi, ujungnya ban belakang akan sliding dan keluar dari jalurnya…ndlosor….

Mengerem ban belakang saat kecepatan tinggi dilakukan dengan menekan pedal secukupnya agar tidak sliding. Setelah terasa traksi bagian ban belakang bertambah, baru rem depan ditekan lebih dalam. Hal ini disebabkan karena rem depan paling efektif untuk mengurangi laju motor resiko sliding lebih kecil.

Dengan mengkombinasikan rem belakang dan depan maka mengurangi laju motor di jalan raya lebih safety karena transfer bobot motor lebih seimbang. Itulah kenapa rem belakang umumnya dibuat kurang menggigit, karena yang dibutuhkan kekuatan rem belakang  adalah 40%. Sedangkan rem depan 60%.

Ayo kita cek bersama, rem belakang motor kita masih berfungsi optimal kan?

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

 

 

 

18 Komentar

Filed under safety

18 responses to “Tehnik Ngerem Belakang Versi Sirkuit Dan Jalan Raya

  1. klikenter27

    artikel yang sangat bagus untuk mengampanyekan keselamatan, karena banyak yang belum faham tentang teknik pengereman di jalan raya, kebanyakan pada ndelosor tanpa sebab yang jelas.

    btw kalo saya termasuk yang bebal soal pengereman, susah berganti teknik dari 80-20, maklum, saya gendut, jadi bobotnya condong di depan, jadi rem belakang cuma buat mengendalikan ekor hi3

  2. Ilsa full rem blakang, rem depan jarang ditoel.. 😁

  3. Ki Bromo

    Banyk orang pakai rem belakang di kala macet. Sehingga bunyi pedal yg diinjak dan dilepas kembali, kencang skali dan jadi berisik. Coba dalam kondisi macet, pijak rem belakng sekuat nya, lalu lepas krna kedua kaki harus menyentuh tanah. Besi ketemu besi.

  4. jj88

    kalo ngerem yg CBS gmn om tekniknya?

  5. abas

    baru saja sy ndlosor d tempat parkir basement mall ya licin dan menikung tnpa sebab yg jelas

  6. KonsumenBiasa

    kalo rem nya honda ahm sama aja lah. depan belakang ya bablas semua. ngahahaha

  7. Di sirkuit aspal-nya lebih baik. Nge-gigit banget. Maka-nya nggak takut mau rem maksimal.

    Jalan umum… ya tau sendiri-lah.

    Jadi tertarik nulis soal ini. Hhhhmmm…

  8. amplop folio

    rem belakang untuk kurangi kecepatan dalam jarak agak panjang/sedikit-sedikit, rem depan untuk hasil lebih dekat/cepat/immediate/emergency.
    lebih seringnya kombinasi sendiri seperti pada tulisan di atas.

  9. Ping-balik: Safety Riding: Ngerem Darurat (Versi Ane) – Gigitiga.com

Silahkan beropini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s