Apakah Performa CBR250RR Akan Naik Setelah Riding Selektor Maksimal?

Speedometer+Honda+CBR250RR+Std

Yola dulur yang budiman…..wakaupun performa maksimal CBR250RR sudah diumbar di media, dan deka bilang cukup ok untuk kelas 250 cc, tapi masih banyak yang belum terima dengan performa tersebut. Salah satunya ada yang berasumsi itu belum performa maksimal, karena belum di tipe sport plus.

Salah satu asumsi tersebut deka peroleh saat diskusi di sebuah grup facebook. Performa cbr250rr yang punya output power on crank 36,3 [email protected] belumlah maksimal karena belum di setel di sport plus. Kita tahu salah satu fitur yang ditanamkan di cbr250rr adalah riding selektor sebagai paket dari sistem throttle by wire.

Dengan riding selektor, kita bisa menyetel karakter motor sesuai kebutuhan atau sesuaia karakter riding kita di kondisi tertentu. Dan yang paling bikin menarik ada profil riding sport +. Well…mungkin kita akan beranggapan kalok disetel di profil riding sport+ maka akan menambah performa motor….gitu?

Kalok parameternya dari spek dasar dan profil riding selektor lainnya mungkin benar. Misalnya dibandingkan dengan normal atau sport profil, maka sport + terasa ada penambahan performa…..

fb_img_1477380805730

Tapi kalok bicara spek performa maksimal motor tersebut, profil sport + tidak akan pernah menambah performa mesin menjadi melebihi performa maksimal mesin tersebut. Jadi jika di brosur dibilang power max 36,3 [email protected], meskipun anda setel di sport +, bahkan jikalau ada selektor sport +++++, tetap aja performa maksimalnya segitu…. Sekali lagi hanya berpengaruh ke karakter manajemen pengaturan performa dari hasil program ecu saja. Bukan merubah performa spek mesin tersebut.

So…bagi yang belum puas terhadap performa cbr250rr, bukan menambahin riding selektor, tapi tambahin tuh meain dengan part racing atau pendongkrak performa, seperti pemaksimalan VE, upgrade kelisrikan, pemaksimalan intake output saluaran gas dll.

Semoga bisa menambah wawasan kita tentang dunia motor yang mengasyikkan ini.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

 

18 Komentar

  1. Kan katanya sport+ ouput maks sama kaya sport. Imho jadinya pengapiannya sport+ fokus ke akselerasi (keliatan di grafik yg dlu diumbar) lalu setelah rpm/speed tinggi baru kembali pengapian biasa yg berorientasi pada output maks yg lebih balance kaya biasa. Apa gitu ya.. atau ada resep lain..

  2. Adalah benar…power max akan tetap sesuai spek resmi pabrikan…yang berubah pasti respon motor dll…kalau dengan sport + bisa menambah 1HP maka yabg ditulis di brosur pasti 37,8 bukan 36,8… angka2 lebih besar itu lebih bagus untuk marketing…kenapa mesti disembunyikan?

    • Takut pabrikan sebelah gak laku. Nanti harga dan penjualan malah kacau. Saingan jadi gak sehat. Makanya dibedain tipis saja. Ya selanjutnya kita lihat saja nanti kalau sudah da yg test head to head to head to head (H, Y, K, S).

  3. Ini motor bkan lawan R25 ninja250fi.. Ya Meski cma bda 0,8ps ttp jos gondos protol brongose sampe eddyaann edyaann Hahaha
    Gimmik aja di gedein..
    Tpi tunggu tes dyno ultraspeed ah di sna nanti power bsa di kerek smpe 40hp.

  4. Pengalaman punya CB150R old. Yg katanya claim pabrikan power 16,8 PS tapi kenyataannya 17,++ PS. Maks 121 KPJ kenyataan bisa 135 bahkan lebih. Honda mah tukang bohongin power.

  5. Oh ya yg jadi pertanyaan, kalo misal mau upgrade power nih misal ganti ecu. Apa RBW nya masih bisa, kalo gak salah berhubungan dengan sensor throtle kan. Ato justru menyulitkan untuk utak atik. Sory dopost

  6. mungkin sistematikanya hampir sama dengan sikil papat, kalo di bemo jadulku, itu masuk di driving mode, ada empat mode, econo, soft, normal, dan sport, ketika performa mesinnya tercatat 118dk, itu adalah performa ketika mode sport alias mengeluarkan seratus persen kemampuan mesin, sedangkan mode normal cuma di 105dk, mode soft hanya 96dk, dan mode econo mentok di 90dk, tapi itu baru mungkin, lho. ๐Ÿ™‚

Silahkan Beropini