Proses Perijinan Surat Kendaraan Memang Harus Satu Atap

02-loket-cek-fisik-2

Yola dulur yang budiman….. pemberantasan pungli oleh pemerintah memang harus diapresiasi oleh publik. Sebuah langkah awal pengobatan agar berkehidupan dalam bernegara lebih nyaman, dan sehat tentunya. Namun langkah tersebut harus diteruskan dengan perbaikan birokrasi. Salah satunya pengurusan surat berkendara.

Kenapa deka bilang perbaikan birokrasi? Karena birokrasi yang bertele-tele, mbulet, antar instansi memang membuat celah besar terjadinya pungli. Tidak perlu dipaksa pungli, maka warga yang ingin memproses surat kendaraan seperti mutasi, balik nama, stnk, bpkb, sudah keder dan enggan untuk memproses sendiri. Akhirnya minta memakai pihak ke3 yang memakan banyak biaya.

Contohnya balik nama kendaraan yang kita beli seken. Kita ingin aman soal perpajakan sehingga ingin memiliki kendaraan atas nama sendiri. Kalau masih 1 kabupaten sih nggak terlalu masalah, namun jika sudah lintas kabupaten, bahkan propinsi urusan bisa mbulet dan tidak praktis.

Contohnya, deka beli kendaraan di jakarta, ingin proses balik nama ke cirebon. Pertama harus proses cabut berkas dulu di samsat sesuai nomer plat nomer. Setelah itu proses samsat cirebon dan harus kroscek data ke ditlantas jawa barat di bandung, kemudian proses balik di samsat cirebon. Udah…hitung saja biaya perjalanan pengurusan  tersebut….sangat tidak efisien dan memakan banyak waktu.

Cuma kroscek data saja harus ke bandung atau ibu kota propinsi…. Sekarang kan jamannya internet, komputer…emang ndak bisa to kroscek data via komputer? Harusnya sangat mudah, lha wong data terintegrasi kok. Ini celah besar untuk mengurangi minat publik untuk proses surat sendiri….Deka yakin para pemangku jabatan tahu akan hal ini…..mereka cukup pintar kok sebagai pembuat kebijakan.

Di jepang misalnya, kita beli mobil di toko rongsok antar distrik ( propinsi ) mobil ndak kemana-mana,  proses di samsatnya sana saja tahu-tahu beres. Memang memakan waktu karena lintas data, namun bisa dilakukan 1 atap karena data terintegrasi via internet dan komputerisasi.

Dengan kebijakan proses dalam 1 atap, maka memudahkan warga untuk mengurus perijinan dan surat kendaraan sendiri. Aturan yang baik itu adalah yang bisa dipahami oleh orang awam, tanpa didampingi oleh ahli khusus. Karena ahli khusus inilah biasanya sumber pungli dan dijadikan mata pencaharian.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

2 Komentar

Filed under Kehidupan, mental attitude

2 responses to “Proses Perijinan Surat Kendaraan Memang Harus Satu Atap

  1. tri_aja_gunung_kidul

    Trmasuk sama hal nya tilang..seharusnya jg bs di lakukan di manapun(tdk hrs di tmpt kejadian) dan secara sistem bisa di perbaiki misal byr via atm/bank dan include biaya pengiriman surat ( kerjasama dgn jasa pos/paket) jd kita tinggal byr surat2 sdh di antar kerumah dan ini pasti memudahkan krn tdk perlu birokrasi yg mbulet lg…sistem online/elektronik ini kan di buat untuk memangkas birokrasi .
    jd masyarakat pun jd ga males ngurus tilang..tinggal ke bank/atm trus masukin kode/no tilang..kluar angka nominal tilang trus bayar beres deh..hehehe
    Tp smua lapisan hrs siap baik sistem dan masyarakat itu sendiri…

Silahkan beropini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s