Sop Sarang Walet ( Balada Darmogati )

Yola dulur yang budiman…. Darmogati baru pertama kali merasakan sop sarang walet yang terkenal masakan mewah tersebut. Itupun karena dapat undangan pernikahan salah satu anggota braderhut of piksen yang kaya raya. Di situlah lidah kampung darmogati  merasakan gurihnya sop sarang walet.


Seminggu setelah itu, doi bercerita ke kartomarmo sohibnya tentang nikmatnya sop sarang walet. Karena kartomarmo sendiri belum pernah merasakan sop sarang walet ya cumak ndlongop nggak mudeng. Darmogati jadi inget, di dalam rumahnya ada sepasang walet yang membuat sarang. Jadilah dia punya ide untuk memasak sarang walet tersebut, agar sohibnya ikut merasakan nikmatnya masakan tersebut…. Inilah namanya soul brader….

Sehari berikutnya, darmogati mengundang kartomarmo datang ke rumahnya. Langsung ke meja makan yang sudah tersedia nasi panas mengepul dan sop sewaskom…

Darmogati  : nih… Saia masakin sop sarang walet khusus buat loe….biar lidah kampungmu ikutan menikmati rasanya sop orang kaya…. ( padahal darmogati juga orang kampung )

Kartomarmo : wah….. kamu ini memang teman yang baik…soul brader bener….selalu berbagi sama temen.

Darmogati    : Ayo…langsung sikat saja bro….. Sini saia ambilkan sopnya…..

Kemudian darmogati menuangkan sop ke piring kartomarmo plus nasi penuh munjung…. Kemudian kartomarmo menikmati sajian sepiring nasi panas dan sop sarang walet.

Darmogati    : gimana To…. enak kan? Gurih-gurih gimana gitu……..

Kartomarmo : ngngggggg……. Nganu….kok rasanya agak aneh ya?

Darmogati   : aneh gimana?

Kartomarmo : Ini kok rasanya sepet-sepet asem ya?? Lha bumbunya keliru kali? Loe udah ngicip belum?

Darmogati    : Aku belum sempet ngicip… Tadi sih bikinnya sama saja kek bikin sop…lha istriku tadi kan sedang bikin sop sayur…. Terus guhe inget ada sarang walet di atas rumah, terus guhe ambil, dan duhe masukin ke sop yang sedang dimasak itu. Sarang walet kan kecil tuh To…. Jadi biar tambah manteb, guhe tambahin sarang yang lebih gede, di depan rumah ada burung gereja yang bersarang, guhe ambil dan masukin ke sop tadi… Kalok sarangnya banyak kan rasanya lebih gurih.

Mendengar cerita darmogati, perut kartomarmo langsung mual…

Kartomarmo : Huasssyyuuu… Jadi ini sop loe masukin sarang burung gereja dan walet ???? Setelek-teleknya dong ?? Huassyuu… Pantesan rasanya sepet asemmmm……

Salam enteng-entengan

Wassalamualaikum

7 Komentar

Filed under Darmogati, ENTENG-ENTENGAN

7 responses to “Sop Sarang Walet ( Balada Darmogati )

  1. dwiatmono

    braderhut of piksen itu kaya raya ya???baru tahu saya,untung gak ada braderhut of mbit,salam enteng2an

  2. 😂😂😂😂😂
    Modiaarrrt

Silahkan beropini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s