Pom Bensin Self Servis Di Jakarta, Tak Begitu Efektif

selfservice_2.jpg

Yola dulur yang budiman….. hari minggu kemarin, deka baru pertama kalinya merasakan isi bensin self servis. Ya…pom bensin dengan sistem self servis yang sudah banyak di temui di stasiun pengisian bbm di seantero jakarta. Dan setelah merasakan sendiri, deka beranggapan sistem ini tak begitu efektif.

Hari minggu kemarin deka memang berkunjung di rumah adik di daerah dekat pejaten. Pertama untuk nengok ponakan, dan yang kedua untuk nengok calon mainan baru tapi jadul. Seekor suzuki burgman kurang gizi, atau burgman yang selnya tidak mau berkembang lebih besar karena stunting syndrom 😀 . Seekor skywave lahiran 2008.

Karena mosek, motor seken, saat stop kontak dinyalakan, jarum indikator bbm nggak mau geser ke kanan…. Yo wes, nyari pom bensin terdekat sambil ngetes kelayakan mesin. Kemudian rolling ke arah pejaten, jalan juanda atau apa kemudian nemu pom bensin. Saat antri, lha kok lia depannya deka dimintain uang dulu? Ditanyain mau isi bbm jenis apa, jumlahnya berapa, atau seharga berapa…weh…self servis inih….

Setelah membayar di mbak kasir, kita kemudian ke arah corong nomer sesuai yang ditunjukkan oleh mbak kasir. Disitu kita sendiri yang ambil corong, memasukkan ke dalam mulut tangki, dan menyentorkan bbm sendiri sampai tetes terakhir.

Kelihatannya sih nampak keren, mirip dengan pom bensin amrik atau ngeropah sonoh. Kek beli barang di pasar swalayan, mini market, ambil belanjaan sendiri, baru bayar ke kasir. Tapi ini sistemnya saja yang dibalik, bayar dulu baru ambil barang.Yeah…mewakili gaya hidup modern.

Namun deka amati, kalok sistem ini diberlakukan di daerah yang padat seperti jakarta ini, sistem self servis gas station kurang begitu efektif. Secara penghematan pegawai memang lebih efektif karena 2 atau 3 alat pompa bensin hanya perlu 1 pegawai.Kalok pom bensin reguler kan 1 pegawai untuk 1 alat pompa. Namun untuk kecepatan pengisian, apalagi pembelinya sampai ngantri nggak terlalu efektif. Kita belum terbiasa dan karakternya beda-beda sehingga kurang terampil dalam mengisi bbm ke tangki. Dan ini membuat pengisian bbm menjadi lebih lama daripada ada pagawai khusus.

pom-swalayan.jpg.jpg

Dan yang deka rasakan memang seperti itu, antrian di pom bensin self servis memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan pom bensin reguler. Kalok diberlakukan di pom bensin di daerah yang nggak sepadat jakarta mungkin sangat efektif. Tapi kalok ramai seperti ini, mungkin perlu modifikasi pelayanan, dimana boleh bayar dulu, tapi saat pengisian bbm dilakukan oleh pegawai khusus. Dengan cara ini pengisian bisa lebih cepat dan mengurangi waktu antrian. Kalok kondisi sepi, ya ngisi sendiri juga ndak masalah.

Deka amati, sekelas jepang juga nggak semuanya self servis kok. Bahkan dilayani pengisiannya, kaca depan dibersihin ama pegawai. Kalok bagi deka pribadi dilayani lebih enak daripada self servis, lebih manusiawi….apalagi di ranjang….. Mmksshhh….

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

7 Komentar

Filed under Kehidupan, opini

7 responses to “Pom Bensin Self Servis Di Jakarta, Tak Begitu Efektif

  1. MT 115

    semuanya butuh waktu… untuk uji coba lumayanlah, mungkin klo hasilnya kurang efektif, akan dikembalikan lg ke sistem semula…

Silahkan beropini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s