Kalaupun Nggak Kartel, Tipikal Konsumen Kita Emang Gampang Dikartelin

Yola dulur yang budiman… membaca kelanjutan kasus dugaan kartel yang dilakukan oleh yamaha dan ahm/honda, ada hal yang membuat deka tertarik untuk membahasnya kembali. Terlepas akan terbukti kartel atau nggak, itu tugasnya KPPU untuk menyelesaikannya melalui proses hukum. Namun kalok dicermati, tipikal konsumen motor di marih, kita-kita ini memang tipikal konsumen yang gampang dikartelin kok.

images-3.jpg

Masalah kartel ini menarik karena menyangkut 2 dari 4 big major permotoran di negeri ini, yamaha dan honda. Dan 2 pabrikan itulah yang menguasai 90% permotoran negeri ini. Sejauh ini prosesnya sampai tahap ke pembuktian dugaan KPPU di persidangan, dan untuk membuktikannya, pihak penuntut akan mencari saksi ahli. Seperti yang deka kutip dari media Tempo.

“Nah, (kerugian) ini kami belum hitung karena ini bergantung pada proses persidangan, nanti kami akan menghadirkan ahli yang bakal menunjukkan itu,” kata Ketua KPPU Muhammad Syarkawi Rauf di Bursa Efek Indonesia, Kamis, 21 Juli 2016.

Sebenarnya akar permasalahannya adalah KPPU menilai harga motor skutik entry level yamaha dan honda terlalu mahal bagi konsumen, seperti yang diungkapkan di media sebagai berikut

Syarkawi menuturkan, untuk memproduksi satu unit skutik dibutuhkan biaya produksi hanya sekitar Rp 7,5-8,5 juta. Jika ditambahkan dengan ongkos lain, harga sepeda motor itu cukup untuk dijual sekitar Rp 12,6 juta per unit. 

Terlepas dari akan terbukti atau tidak kartelisasi tersebut ( walaupun deka sangsi akan terbukti ), tipikal kita sebagi konsumen memang memberikan peluang ke kejadian kartelisasi seperti itu. Gimana tidak? kita selalu gembar-gembor ingin produk motor yang murah, membenci pabrikan yang mark up harga seenak udelnya sendiri, nyinyir harga ngga sesuai dengan kualitas motor….. tapi dibeli juga secara berbondong-bondong.

Saat kita diberikan opsi motor laen yang dianggap punya value tinggi, seperti skutik TVS ( misalnya ) yang diitung-itung harganya lebih miring, kembali kita mencibirkan mulut…. ah….. bukan motor jepang, merknya ngga terkenal…… jangan dibeli….. Atau merk selain yamaha dan honda. Kita disajiin tuh skutik dengan harga sedikit dibawahnya, uji irit paling jago, kualitas sama ( atau siapa tahu bahkan lebih )kembali kita nyinyir… ah dilernya pada tutup ( padahal ngga semuanya, masih ada diler yang tersedia ), onderdilnya mahal, harga jual sekennya ancur…… Weh….. hebat pisan keinginannya……

Lha kalok tipikal kita masih banyak tuntutan seperti diler harus banyak, bengkel resmi bejibun ( padahal kalok udah 1 tahun servis dan beli sparepart di bengkel umum ), harga jual seken pengen tinggi, ya balik lagi pilihan motor hanya ada 2 merk tersebut….. atau bahkan cuma 1 merk. Padahal harga jual seken tinggi itu bukan soal merk, tapi soal hukum ekonomi, suply and demand. Yang membuat harga motor seken timpang ya konsumen sendiri, bukan pabrikan.

Udah gitu kita koar-koar pengen harga ke-2 merk tersebut turun….. YA NDAK BISSSSAAAA…… Lha Elu yang minta ya Gue jual mahal toh…..Tuh Liat, Teman saia yang Elu gemari juga pasang bandrol mahal kan? Begitu mungkin bahasa sederhananya ucapan 2 pabrikan yang menguasai pasar.

So selama kita masih tipikal seperti ini, deka pribadi kok nggak yakin kita akan mendapatkan harga motor yang punya value tinggi, khususnya dari 2 pabrikan yang sedang terduga kartel tersebut…… seperi harga mio atau beat seharga 12 jutaan, sesuai keinginan KPPU.

Lho bukannya deka sendiri punya 2 motor yang tersangkut dugaan kartel tersebut….. Emang…. tapi untungnya dulu sipiter dapat harga minim…. cuma 16 juta pas, soalnya dapat diskon net mlenet 1 juta rupiah karena stok terakhir di diler XD . Artikel ini juga kritik bagi deka sendiri…… Maaf nih bagi fans kedua merk tersebut….. Tulisan ini juga untuk keuntungan Elu-Elu semua kok…..

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

12 Comments

  1. Apa lgi di iming imingi dp 0% dan berhadiah tv makin kecil dp makin banyak hadiah makin banyak pula duit kita yg kesedot
    Padahal hadiah nya dari duit kita jga duit consumen wkwkwk

  2. prilaku konsumtif, laper mata, pgn punya motor baru mlu.

    yg penting keliatan kyk orang kaya dlu, ngutang sana sini gamasalah. kbykan tingkah sosial penduduk kita kyk gtu

  3. jd jupi memex 135 klo ga diskon hrganye 17 jt ???
    value nya apa ye kok seharga verza sw (pas bru brojol 2013 dulu) ?

  4. “ah….. bukan motor jepang, merknya ngga terkenal…… ”

    sama aja kek di mobil ini

    om om gue juga tau ya yg bagus cuma TOYOTA sama honda

    ada kuda sama kijang, yg dipilih kijang
    ada mobilinyong, spin, ertiga, yg dipilih papanja
    ada pajero sport yg dipilih fortuner

    –“

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*