Ngga Di Ayam, Ngga Di Motor, Kok Lagi Rame Soal Kartel

suzuki

Yola dulur yang budiman….yang menjadi trending topik media sosial hari ini selain cbr 250 adalah soal dugaan kartel bisnis motor yang dilakukan oleh yamaha dan honda. Sebenarnya dugaan kasus ini sudah sementara waktu, semenjak pasar motor dikuasai hampir 90% oleh kedua pabrikan tersebut. Kaejadian dugaan kartel seperti ini tidak hanya diqlami di bisnis motor. Lahan bisnis yang digeluti oleh penulis, yaitu perayaman juga sedang dilanda dugaan kartel.

Istilah kartel sendiri secara umum, bukan dari kacamata ilmu bisnis adalah kong-kalikong antar pemain bisnis, minimal 2 pelaku untuk kerjasama menguasai pasar. Salah satu faktor yang paling umum adalah pengaturan harga jual produk yang nyaris sama. Di sini konsumen tidak bisa memilih produk yang punya value bagus karena harga produk dari semua produsen nyaris sama semua, konsumen tak punya pilihan.

Selain faktor harga, mereka juga akan menempatkan produk mereka nyaris-nyaris sama baik kualitas maupun spek produk. Kembali konsumen akan dipaksa menerima produk yang ada. Jika ada pemain bisnis baru, mereka akan kerjasama untuk membunuh pemain baru tersebut. Jadi faktor harga atau spek barang bukan dari sudut pandang konpetisi, namun menyamakan visi antar produsen  yang terlibat kartel sehingga konsumen tak punya posisi tawar. Mau ngga mau harus menelan produk yang ada, serta harganya.

Di dunia peternakan ayam, dari yang deka baca di media, pemerintah juga sedang memproses kasus dugaan kartel yang dilakukan oleh beberapa produsen integrator besar baik pakan, atau bibit. Para terduga kartel mempermainkan jumlah jumlah populasi ayam produksi atau pengadaan bibit. Jika bibit A pasang harga 5000 misalnya, dipasaran, hampir semua pasang di harga itu. Termasuk jumlah total bibit yang dijual, mereka diduga kerja sama untuk menguntungkan pihak mereka.

Peternak yang akan beli bibit, dipaksa beli satu paket dengan pakan mereka, tidak dijual terpisah. Kalau ngga mau beli, maka bibit akan dipelihara sendiri oleh perusahaan integrasi mereka. Akhirnya populasi ayam potong di negeri ini jadi kacau, saat jumlahnya banyak, maka harga akan terjun jauh dari harga bop 17.000  per kg hidup, bisa mencapai harga 10.000 rupiah di kandang peternak. Tentu hal inj membuat peternak rakyat menjerit. Integrator jelas beda da, karena mereka mempunyai semua lini produksi dan modal kuat. Saat peternak rakyat nggak mampu pelihara lagi karena jatuhnya harga, mereka yang menikmati pelihara ayam dan harga terdongkrak tinggi saat sebagian besar ayam mereka yang punya.

Di dunia motor, kasus dugaan kartel ini lebih sederhana karena dugaan pemainnya hanya 2, yamaha dan honda, itu yang deka peroleh dari media. Dugaan kartel itu sendiri, jaksa penuntut bersenjatakan e-mail dari petinggi yamaha ke lini bawahnya u tuk menyesuaikan harga metik mereka agar tidak jauh dari harga metik honda, sesuai perjanjian sebelumnya yang dilakukan oleh pucuk pimpinan 2 perusahaan motor tersebut. Entah akan berhasil atau nggak tuntutan tersebut, semoga ada kejelasan perkara.

Diluar kasus dugaan kartel tersebut, kalau dulur sekalian sering nongkrongi Warung ini, maka saat pengulasan motor baru, khususnya motor baru maka deka termasuk nyinyir pelit. Contonya untuk metik entry level dengan harga 13-14 juta rupiah, deka bilang sebenarnya kurangi 2 juta saja produsen masih untung. Kelas vixion, cbsf deka bilang harga 18-19 juta saja mereka sudah untung.

Dan lihatlah motor-motor yang dikelas sama, yamaha dan ahm selalau memasang produk mereka nyaris-nyaris sama spek motornya, begitu juga dengan bandrol. Ketika yamaha misalnya mengeluarkan motor baru, maka ahm akan menyusul dengan motor yang nyaris sama n ga secara spek. 11-12 lah. Berbeda dengan contoh pabrikan india dengan pulsar, dazz, apache, bebek rock z. Harga dan spek motor sangat timpang bila dibandingkan dengan produk yamaha atau honda. Dari dasar inilah pengusutan kecurigaan kong-kalikong antara yamaha dan honda. Meskipun itu juga akan susah dibuktikan, karena kekuatan korporasi mencakup di segala lini.

Apalagi menyangkut perusahaan superpower seperti yamaha dan honda yang berasal dari jepang yang pemerintahnya sangat protektif terhadap perusahaan swasta dalam negeri mereka sebagai tambang devisa. Masih ingat artikel “Gentlemen Agreement Big Four Of Japan” ? Silahkan cari di kolom pilih menu santapan. Artikel tersebut saat ini kok sepertinya masih layak untuk dijadikan issue….

Jika dugaan kartel ini terbukti, maka ada kaum yang akan sangat tertohok perasaannya. Tiap artikel gontok-gontokan membela pabrikan, eh ternyata di atas meja para pimpinan saling tos untuk kerjasama menguasai pasar. Emang enak jadi pion?

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

11 Komentar

      • Kya gtu yg kata bloger kondang all new ceber150r susah di cari kelemahanya smpe mumet protol brongose….
        Mesin sangat halus
        Minim vibrasi
        Bodi cukup kokoh
        Rivew bloger kondang

        Rivew konsumen
        Suara mesin kasar
        Getar membahana
        Body tipis mudah getar..
        Hahaha
        Tipu lah

        Awas fbh datang hii

  1. Ay ada terbaca tulisan bloger yg bilang body pelastik new ceber cukup kokoh ternyata eh ember pecah wkwkwkwk

    Bau” nya si bloger ga terima hahahaha

  2. udah dehh d atas ane yg kya nya sih FBY dn FBH…yg ente belain ntu semua tersinyalir saling tos tos an tuh morotin duit konsumen r2 d marih…ojo gelem di devide at impera deh kalian…yg babak belur dn rugi kan kite smua

  3. Miris2 lah wong yg dirugikan saudaranya sendiri masyarakatnya sendiri masih aja gontok2an. Blogernya pekok yg komen pekok.
    Diketawain itu sama itu tu.

Silahkan Beropini