Mesin 150 CC Sport Yamaha SOHC + VVA? Tipis Bro…..

vixion
 vixion
vixion

Yola dulur yang budiman….masih terngiang di telinga deka soal proyek mesin baru 150cc nya yamaha yang bakalan menggantikan mesin minarelli current. Dulu sempat beredar info yamaha meriset pilihan mesin-mesin yang bakalan dipakai. Entah itu mesin dohc, mesin kubikasi 180an, atau mesin sohc yang akan dilengkapi vva seperti mesin NMax. Tiba-tiba tadi deka merenung khusus mesin sohc 150 cc + vva, sepertinya kok tipis kemungkinan akan dipakai oleh yamaha.

VVA atau variable valve actuation adalah sistem yang mengatur bukaan klep in saluran pembakaran, disesuaikan dengan kebutuhan mesin. Hal ini akan membuat pembakaran di rpm bawah lebih efisien, dan otomatis akn menambah torsi mesin di rpm bawah. Kalau di mezin mobil mungkin sudah cukup awam dengan tehnologi ini seperti vvti, mivec, vvt, vtec etc. Namun di motor, khususnya produk massal berjamaah di marih, yamaha pionernya dengan NMax. Dan kalok dulur sekalian liat, tarikan mesin nmax 155 cc dengan vva emang maknyusss.

mesin-yamaha-jupiter-mx-king-150-closed-loop

Lha bukannya kalok dipasangin vva di mesin baru sport yamaha akan sangat menguntungkan? Betul memang vva akan menguntungkan secara performa. Namun bicara mesin sohc  150 cc yamaha current, yaitu minarellinya vixion atau r15, mesin ini terkenal torsi banget, maklum punya stroke 57,8 mm, otomatis overstroke. Dan karekter utama overstroke ya full torsi alias tarikan yahud. Nah bayangkan saja mesin yang udah punya tarikan yahud dikasih vva… Tambah fullllll torsi banget dong?…… Betul…. Tapi problem yamaha sekarang itu bukan di sektor torsi, tapi power rpm atas. Dengan penambahan vva tidak akan menyelesaikan masalah tersebut.

Permasalahannya di stroke 57,8 tadi… Secara basic stroke ukuran segitu berkarakter torsi. Maka andaikata yamaha ingin memakai vva di mesin sport mereka, langkah yang paling logis adalah menambahin ukuran bore mesin… Dengan langkah mesin sama, tapi kubikasi akan lebih dari 150 cc. Dengan penambahan ukuran bore, otomatis power mesin di rpm atas akan bertambah, power secara kesuluran akan naik dibandingkan mesin current. Jadi mesin sport yamaha buat vixion atau r15 kalau lengkapi vva  maka kubikasi akan lebih dari 150 cc, dan sohc.

vva-nmax

Problem kurang power mesin minarelli, bisa jadi yamaha akan menempuh jalan menggunakan sistem dual cam…. Tapi ini juga akan merubah bore-stroke mesin mereka, menurut deka stroke yang sekarang nggak cocok dengan dual cam karena fungsi utamanya akan tersunat habis. Mesin yamaha seharusnya overbore dohc, bukan hellokitty dohc. Kalok overbore, ntar tarikannya lemot dong? Ya itu tergantung ngolahnya… Suzuki aja bisa kok di satria fi. Atau malah yamaha ngasih spek mewah, ngasih mesin dohc overbore, dan untuk mengatasi tarikan lemotnya, mesin dilengkapi dengan vva agar lebih torsi…. Selesai masalah.

Dan opini deka, yamaha percuma riset mahal-mahal kalok yang bakal dibuat adalah mesin 150 cc sohc. Ngapain capek-capek riset mesin 150 cc sohc kalau nggak beda jauh ama mesin minarelli sekarang. Logikanya mereka sedang meriset mesin next step… Kubikasi di atas 150 atau kubikasi 150 dohc overbore, entah dilengkapi vva atau nggak. So mesin 150 cc dengan vva menurut deka nggak logis dan cuma lompatan kodok untuk yamaha… Buang-buang waktu dan duit.

Semoga bermanfaat

Wassalamaualaikum

 

44 Comments

  1. Yang jelas, dengan umur mesin yang sudah 8tahun dan tanpa refreshment… jadi, jelas masyarakat banyak yang jenuh dan bosan, akhirnya beli produk kompetitor… memang sih, mesin minarelli yamaha ini reliable & irit, tapi ya tadi, masyarakat sudah bosan, dan yamaha tidak merespon cepat… jadinya konsumen membeli produk kompetitor, bisa dilihat di data AISI…. yang jelas yamaha harus merefreshment mesin minarelli dan membuild mesin baru yang lebih powerfull tapi tetap ekonomis… jelas ini bukan pekerjaan mudah bagi insinyur yamaha untuk membuild mesin ini… tapi, nggak apa-apa juga kalau mesin Minarelli tetep dijual untuk mendampingi mesin all-new tersebut…

  2. Ngomongin perporma ttp aja klo di komparasi sma dohc 150cc honta pasti kalah telak tuh motor” lain tau sendiri kan honta ahm bukan hanya menguasai marketshare tpi jga menguasa bloger.. Hahaha

    Ngomongin motor 150cc wae kok mesti geger cak? Nah

  3. “VVA atau variable valve actuation adalah sistem yang mengatur bukaan klep in saluran pembakaran, disesuaikan dengan kebutuhan mesin. Hal ini akan membuat pembakaran di rpm bawah lebih efisien, dan otomatis akn menambah torsi mesin di rpm bawah”

    profil cam sebelum VVA aktif adalah normal (meskipun yimm bilangnya low profile cam), justru ngebetotnya si VVA di tengah ke atas (hi profile cam aktif), mulai 6000 rpm mang.. jadi kalau Minarelli + VVA justru lebih mantap atasnya.. bawahnya udah dapat atasnya melintir mantap..

    http://kobayogas.com/2015/02/10/variable-valve-actuation-vva-vtec-ala-honda-yang-ada-pada-yamaha-nmax/

    • rpm atas itu paling berpengaruh adlh ukuran TB yg besar, serta ukuran bore stroke. mang kobay tdk salah memang… krn dg adanya vv maka torsi akan naik di semua range rpm…. tp torsi doang, bukan power.

      • klo begitu di mobil knapa mesin Non VV powernya lebih gede dr yg pke VV,bisa dilihat dr mesin2 mobil thn 90an

        dari situs ini pun : http://www.austincc.edu/wkibbe/vvt.htm
        katanya ” Variable Valve Timing becomes the next step to enhance engine output, no matter power or torque.”

        trus ada lagi lebih jelas :

        “With Variable Valve Timing, power and torque can be optimised across a wide rpm band. The most noticeable results are:

        1. The engine can rev higher, thus raises peak power. For example, Nissan’s 2-litre Neo VVL engine output 25% more peak power than its non-VVT version.
        2. Low-speed torque increases, thus improves drivability. For example, Fiat Barchetta’s 1.8 VVT engine provides 90% peak torque between 2,000 and 6,000 rpm.”

        jadi VV meningkatkan power dan torsi,

        tapi VV terbagi dua,cam changing dan cam phasing

        cam changing kyk VVA (dan VTEC) merubah durasi dan angkatan klep di rpm tinggi.merubah durasi cam sekian derajat lbh lama dan angkatan valve sekian mm lbh tinggi tentu menambah pasokan bahan bakar ke mesin, penambahan pasokan bahan bakar pada rpm tinggi otomatis menambah power di peak rpm.

        mesin dengan VV cam changing memiliki cam yg terdiri dari dua profile, low dan high. pada saat profile low durasi dan lift nya rendah bahan bakar yg dipasok oleh klep lbh sedikit sesuai dengan putaran rendah sehingga meningkatkan torsi putaran bawah,dan irit bahan bakar,tpi putaran atas nya memble,klo dpaksa terus pake cam low torsi dan power akan turun setelah menemui peaknya diputaran rendah,
        oleh karena itu kemudian mesin merubah cam profile nya ke cam high yang mana durasi dan lift nya lebih tinggi utk memasok BB lebih banyak diputaran tinggi otomatis merubah peak power dan menambah power dan torsi diputaran tinggi. makanya VTEC honda terkenal dgn “VTEC kicked in yo” karena pada rpm tertentu mesin merubah profile cam nya.mirip2 dng 2 tak kawasaki superkips yg terkenal dgn jambakan setannya yg mana kips merubah durasi tinggi exhaustnya(mesin kips dan non kips powernya juga beda lho,lbih gede yg kips dgn diameter venturi karbu yang sama)

        mesin yang non VV tidak akan bisa memenuhi itu,karena profile nya cuman satu,maka pabrikan harus kompromi apakah mesin tersebut khusus utk putaran bawah saja atau atas atau tengah2(bawah nya biasa aja,atasnya jga biasa aja)

        dan satu lagi cam phasing (merubah timing cam) alias VVT,cara kerja nya berbeda lagi dgn cam changing .byk dipake pabrikan karena simple,murah dan pas buat harian karena lbh banyak meningkatkan torsi dsemua putaran dan sedikit meningkatkan power(khususnya putaran atas). gak akan ane jelasin yg cam phasing,ceritanya lbh panjang 😀

        ente berkesimpulan VV hanya meningkatkan torsi karena mengambil referensi dr VVT nya suzuki,padahal VVT suzuki dan VVA nya yamaha itu sistemnya beda walau sama2 VV yg mana VVT merubah timing,VVA merubah durasi dan lift.

        tentunya dalam meningkatkan power kendaran bukan hanya dari cam nya saja,tpi dr pemasukan bahan bakar jga berpengaruh, dan pengeluaran nya juga(exhaust)

        menurut ane bisa saja diterapkan VVA di mesin minarelli walau karakternya torqy overstroke,asal yamaha bner2 mengoptimalkan power diputaran atas tanpa harus mencapai putaran mesin sangat tinggi yg lebih cocok buat harian.dibikin cam changingnya di putaran 5000-6000 rpm

        begitulah pendapat saya. CMIIW

        • Kalo di terapkan di mesin minarelli, imho stroke 57,8 jd problemnya bro…. Peningkatan power dg menaikkan rpm akan beresiko. Vv tdk mnjdi acuan tunggal untuk kenaikan power, diameter dasar TB dan yg anda unggapkan jg berpengaruh. Vv paling utama dipakai krn fungsi penyebaran torsi n power yg lebih linier di semua range rpm. Tp tdk meningkatkan torsi dan power dr potensi dasar sebuah mesin. Itu ranahnya VE, kubikasi, kompresi, dll

  4. VVA itu buat nendang di high rpm kek piteknya honda, itu kenapa ada rasa dorongan di rpm tinggi..kalo kata penboys honda “vtec kickin yo”

    • vv itu hubungannya dg torsi, alias tarikan….. efek tendangan itu krn torsi bertambah di semua range rpm… tp soal power atau topspeed, akan sama saja.

  5. Penambahan Torsi gunanya utk membawa dari satu titik ke titik lain dg lebih cept bila d banding dg torsi yg lebih inferior…permisal Tor 2 : Tor 1…nempuh jarak A – B…Tor 2 akn butuh wktu lebh cepat 1 detik dari Tor 1 dg waktu tempuh 2 detik…nah Hub Penambahn Tor dg Power gampang dg semakin waktu tempuh lebih cept (akibt Tor nambh) brrt ada pencampaian dari HP 0 – HP Puncak (misl 10HP)…waktu menuju puncak HP akn lebh cepat…jdi VVA bukn nambahin Power cuma mempercepat (percepatan istlh Fisika nya) pencapaian puncak Power…nah beda lgi klo misal Bore + Throtle Body d tambahin plus VVA…mka…penambahn percepatan akn mendukung pencapaian HP yg lebih dari 10 HP tdi misal jdi 12HP akn lebih cepat bila d banding tanpa VVA…dn prlu d ketahui jga Variable Valve (VV) d teknologi mobil itu ada 2 sub…sub 1 VV utk penambahn Torsi dan sub 1 VV utk penambahn Power(nah utk ini tentunya tdk lepas dri penambahn TB ato config mesin e dlm hal ukurn Bore nya)…CMIIW (dri hasil bnyk baca tulisan ttg tech d mobil and motor)…sory klo salah

  6. yg jelas itu mesin dohc 150cc nya udah ada

    vva pun juga udah nyata

    tinggal si yamaha berani ga ambil untung dikit tp laris

    • klo dohc nya emang buat r15 dulu (kata om gue di yamaha) 2017 pasti nongol

      tapi aneh ny di wak hai r15 itu sohc vva

      sedangkan info yg gue dapet sohc vva buat vixion yg komuter entah sohc 150/ 180cc yg dipake

      liat aja yg bener yg mana hahahaha

  7. Info terbaru dri pejabat salah satu grup dealer Yamaha d daerah ku…dn kebetulan manager (bidang mesin) itu teman ku…dah ku tanya kapan ad DOHC Yamaha…jawabn nya thn 2017 psti keluar mesin DOHC Yamaha utk R15 nya…dia dulu pernh d latih saat membangun mesin byson olh Yimm pusat saat awal karier nya…klo mnrt ku 99% akurat info ini hehehe

  8. walu sebagus apapun tuh mesin shoc ymh,

    konsumen juga bosen, dah terlalau lama,

    tapi kata fby, kalu pake mesin shoc, artinya menghargai konsumennya.

    kalu cepet ganti mesin, tdk menghargai konsumen,

    jadi emang maunya fby sohc + vva, dah itu aja.

  9. kannjukan kli sohc sangat terbatas.blum harus euro 3’udah ganri saja ke dohc.klo dipaksakan ntar jebluk sohcnya.krn dohc cb alan dikembangkan lgi.sohc akan tergencet.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*