Flash Back ” Pemeriksaan Kembali ” Vario 2007, Meskipun Sempat Menolak Istilah Recall

Yola dulur yang budiman…. kalau warung lain lagi ramai bahas recall R25, ada warung yang mengingatkan deka akan flashback sejarah permotoran vario di tahun 2007 yang pernah mengalami pemeriksaan kembali. AHM pernah melalukan “recall” , namun sempat mengelak kalau program itu adalah sebuah recall….. ahm banget….. pinter memainkan kata-kata.

wp-1466023944051.jpg

Kalau dibilang recall sacara maknawi…. yang dilakukan oleh ahm di tahun 2007 adalah sebuah recall…. namun karena anggapan awam bahwa recall adalah produk gagal, maka ahm lebih memilih kata “pemeriksaan kembali” untuk kasus vario waktu itu. Hal ini bisa dimaklumi karena berhubungan dengan kepentingan bisnis.

Apakah ini disebut silent recall? bukan juga, karena iklannya sempat dimuat di media cetak. Silent recall dilakukan hanya dengan menyurati konsumen tanpa via media massa. Saat “recall” vario di tahun 2007 yang berhubungan dengan potensi kegagalan fungsi anchor pin yang berhubungan dengan penguncian ban belakang. Fakta itu ditemukan setelah 7 laporan vario yang mengalami gejala yang sama, ban belakang mengunci.

Setelah dipelajari lebih lanjut, ternyata vario produksi maret 2007 dan sebelumnya memang punya potensi kegagalanfungsi di part tersebut. Kemudian pihak ahm mengumumkan ke semua dilernya untuk memberitahukan ke konsumen untuk pemeriksaan ulang, dan jika ada kerusakan akan diperbaiki secara gratis. Nah, di fase ini ternyata tidak semua diler melalukan pemberitahuan. Namun ahm juga telah menyebarkan iklan ke media cetak agar konsumen vario batch tersebut datang ke diler untuk melakukan “pemeriksaan ulang”.

Secara maknawiah… itulah recall…. kewajiban produsen untuk melindungi konsumennya. Ahm sudah melakukan hal tersebut…. secara maknawi…. tapi secara harfiah…. ini yang menarik…. silahkan pantengin statment petinggi ahm berikut ini.

“Kami minta konsumen Honda Vario aktif datang ke dealer untuk diperiksa kendaraannya kalau ternyata ada kerusakan akan diganti gartis,” kata Head of Corporate Communications AHM, Christanto ketika dihubungi detikFinance, Kamis (5/4/2007). Christanto menolak jika pemeriksaan tersebut dinamakan recall atau penarikan. “Tidak sedramatis itu, ini hanya pemeriksaan dan kalau ditemukan kerusakan akan diganti,” jelas Christanto.

Kembali artikel deka soal recall  beberapa waktu yang lalu bisa menerangkan apa yang dilakukan oleh ahm tersebut…. recall… tapi nggak mau disebut recall….. semua karena karena mindset recall itu produk gagal… namun disisi lain kata recall juga menguntungkan… untuk menjatuhkan lawan.

Dan yang paling aman menurut pabrikan adalah melakukan silent recall. memebritahukan langsung ke konsumen melalui surat untuk datang langsung ke diler untuk dilakukan pemeriksaan. Ini sudah dilakukan oleh pabrikan suzuki, yamaha, honda… setahu deka. Contohnya silent recal vario esp april 2016 kemarin.

recall vario esp

Jadi kalau ada opini yang menjatuhkan pabrikan gara-gara program recall, baik itu dilakukan oleh media atau komentator berarti itu kontradiktif dengan tujuan awal kampanye recall sebagai perlindungan terhadap konsumen, dan pelayanan kualitas. Budaya recall terang-terangan memang harus dikondisikan mulai sekarang, dan media berperan penting disitu. Jangan kontradiktif dengan kepentingan yang ambigu.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

10 Comments

  1. Wkwkwkkw yah itu lah unik nya konsumen Indonesia.. Apalagi taun 2007 dulu.. Recall = produk bosok..
    Di Roda 4 aja konsumennya baru bisa terima status recall dalam 1 dasawarsa ini.. Hehe

  2. istilahnya, konsumen belum siap menerima istilah tsb.

    dgn kata lain, belum smart konsumennya.

    mungkin juga karena produk tsb produk kelas low.

    beda mungkin presepsi penerimaan konsumen jika produk tsb kls atas,

    misal mercedec/agusta recal produknya

    dianggap wajar, buatan manusia, tdk ada yg sempurana,

    ato kelas konsumennya itu sendiri yg membedakan persepsinya,

    konsumen low anggap recal, itu jelak

    kelas atas anggap recall itu bukti komitment produk mereka

  3. coba aja , moge direcal,

    apa ada yg negative dipikiran konsumen mogenya? ngak ada

    coba produk low, dah rame BCnya, produk bosok lah, produk bantar gerbanglah

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*