Inilah Kenapa Oli Racing Tidak Recommended Untuk Harian

oli racing

oli racing

Yola dulur yang budiman….. sudah latah jlantah kalau apapun urusan motor, jika hubungannya dengan dunia balap atau racing maka menjadi acuan paling mutakhir, bertechnologi tinggi, dan paling advance. Karena latah itulah maka kadang apa yang dipakai di dunia balap diterapkan di motor harian. Padahal banyak part atau komponen motor racing yang tidak direkomendasikan untuk dipakai harian, oli salah satunya.

Memang dunia racing bagaikan “Shinning Thing ” karena image kencang, mutakhir, bertekhnologi tinggi, performa tinggi. Semua dirancang untuk mesin yang berputar sangat cepat, dimana perlu kualitas prima untuk mendukung performa dipuncak. Semua komponen dibuat berdasarkan kebutuhan, dan karakter tersebut.

Dengan image tersebutlah, para produsen komponen, part motor menjual barang dagangannya. Dengan embel-embel “racing”, maka barangnya akan lebih shining, berkilau di mata konsumen yang notabene pengguna motor harian. Dunia balap menjadi mercusuar marketing, today racing, tomorrow selling. Tidak ada salahnya sih produsen menjual dengan cara seperti itu, sah-sah saja….. asal nggak menipu.

oil-after-race-4

Padahal, tidak semua komponen racing direkomendasikan untuk penggunaan harian. Ingat, karakter motor racing dengan harian banyak bedanya. Untuk racing, tujuannya jelas dan fokus….. agar motor bisa menjadi yang tercepat. Untuk itu, mereka tidak fokus membuat agar durabilitasnya terjaga. Seberapa jauh sih 1 kali balapan di motogp misalnya? paling jauh nggak lebih dari 100 km. Setelah itu part atau komponen boleh diganti.

Termasuk oli, atau pelumas mesin racing. Oli untuk balapan, dibuat dengan spesifikasi khusus Lur. Di dunia racing, oli dibuat dengan spesifikasi yang mendukung agar mesin bisa berputar lancarm selicin-licinnya sehingga enteng meraih performa puncaknya. Sedangkan kandungan oli yang dijual bebas itu banyak ragamnya, seperti komponen anti wear atau anti aus, detergent atau pembersih, antioksidan untuk durability, improver, dll. Semua kandungan tersebut tentu akan menjadi “beban” tersendiri jika acuannya untuk oli yang dibuat selicin mungkin dan seringan mungkin seperti spesifikasi balap.

Oli racing memang luar biasa untuk mendukung performa motor balap. Namun kandungan oli agar bisa bertahan lama, atau drain intervalnya sangat terbatas. Jadilah masa pakai oli balap menjadi cukup singkat. Baru dipakai beberapa ratus km, oli sudah mengental, hitam, rusak karena ikatan-ikatan olinya sudah rusak. Namun, yang paling penting, oli racing membutuhkan friction modifier ( FM ) untuk meminimalisir keausan mesin karena berputar jauh lebih tinggi dibandingkan mesin biasa. Sedangkan FM “haram” hukumnya untuk mesin kopling basah, karena mengakibatkan slip kopling.

GibbsRace_vs_Street_oil

Itulah kenapa oli racing tidak direkomendasikan untuk motor daily used yang membutuhkan spek protektif, long drain interval, anti wear dalam kerangka long term use. Lagian nih…. oli racing biasanya menggunakan bahan dasar minimal campuran PAO dan ester, atau campuran group base 4 dan 5. Bagaimana dengan oli yang dijual bebas tapi ada embel-embel “racing” nya? Well…. menurut deka, itu adalah gimmick jualan….. oli racing akan nampak lebih shinning untuk mejadi barang dagangan daripada daily oil.

Deka nggak bilang bahwa oli racing dengan oli non racing yang dijual bebas itu sama saja. Tapi bukan berarti oli racing lebih baik daripada non racing. Semua kembali ke spek dasar oli tersebut, salah satunya ya analisa lab dalam bentuk data sheet. So…. bijaksanalah memilih oli, jangan silau oleh kata “racing”.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

 

20 Komentar

Filed under sparepart

20 responses to “Inilah Kenapa Oli Racing Tidak Recommended Untuk Harian

  1. gilaroda2ga

    Sip, oli diesel wae😂

  2. ya aku oli diesel castrol magnetec disesel 10w-30

  3. mau minta saran,saya pake cbr150 mau nyoba pake oli diesel…yg recomended apa ya mas buat harian+macet?

  4. Blom ada pabrikan yg bikin HDEO Racing ya 😂
    Mungkin klo di negara2 yg mengadakan lomba Drag Truck/Bus ada kali ya 😂

  5. Selamat

    Perbedaan yg paling mencolok antara oli yg di khususkan utk racing dgn oli harian, terletak pada kandungan TBN-nya. Umumnya oli khusus racing kandungan TBN-nya ada di bawah 5 mg KOH/g, sedangkan zat aditif, spt; detergent, dispersant, dll. hampir sama dgn oli harian, dan zat anti wear utk oli khusus racing cenderung lbh banyak.

    Sedang oli dgn label racing, tapi utk harian, contoh; enduro racing, hi perf racing, mobil1 racing, dll. Kandungan TBN-nya rata2 ada di angka 8 mg KOH/g. Karena oli ini mmng di formulasi kan buat harian. Kata2 Racing pada oli tsb, berarti performa oli tsb menyerupai / replika oli racing.

    Dan oli khusus racing, biasanya terdapat label “Racing Only” hal ini utk membedakan antara oli harian dgn oli khusus racing, supaya konsumen tidak salah pilih.

  6. bajoel

    lek meh nanya..bedane feel pake pfd sama pft hulk itu opo lek…penasaran mawon sudah 2 kali pake pft tapi pfd belomm…note: Mesin minarelli

  7. ghaizan

    pake pfd ae. ploduk ploduk dlm negeri

  8. MT 115

    Mumet aq om.. Oli yg standar2 az… 🙂

  9. Ping-balik: Tidak benar oli ester itu tidak bagus dipakai harian | Mengupas soal motor

Silahkan beropini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s