Riding Itu Menyenangkan

jalan bogor-cigudeg
jalan bogor-cigudeg

Yola dulur yang budiman……. beberapa hari yang lalu, deka punya kesempatan lagi untuk sekedar melakukan riding medium, sekitar 100 km jarak tempuh. Suatu aktivitas yang menyenangkan karena sudah beberapa bulan ini tidak punya kesempatan untuk melakukannya. Karena kesibukan kerja dan lain-lain, kesempatan naik motor hanya sesaat, dalam kotaan atau sekedar ke supermarket. Riding yang menyenangkan tersebut akhirnya terlampiaskan juga, suatu hal yang menyenangkan bisa merasakan hembusan angin jalanan secara langsung.

Ya… beberapa bulan ini aktivitas banyak menggunakan roda empat karena kondisi yang banyak hujannya. Atau jika ke luar kota seperti Cirebon atau sukabumi, pilihannya hanya 2, naik mbok tuo innova atau kereta api. Sipiter banyak mangkrak di rumah, tak terasa sudah 3 bulan sipiter hanya menempuh jarak kurang dari 2000 km, hanya untuk jarak dekat dan ke minimarket atau supermarket, atau paling ke stasiun kota Bogor dari taman yasmin.

Bagi banyak biker, mungkin aktivitas naik motor hanya sekedar rutinitas mengendarai moda transportasi pribadi karena tuntutan kebutuhan. Sehingga kenikmatan naik motor tersebut hilang, yang penting cepat sampai tujuan dan dengan biaya murah. Motor hanya sekedar alat transportasi, bukan kendaraan yang menyenangkan lagi. Hal yang lumrah karena pikiran dan perasaan hanya tertuju ke target tujuan serta aktivitas apa setelah mengendarai motor tersebut.

Menikmati motor, menikmati riding berbeda dengan berkendara motor. Menikmati riding, fokus utamanya adalah menikmati sensasi motor itu sendiri, menikmati deruman mesin, menikmati respons mesin dan motor, menikmati karakter jalan yang dilewati,  menikmati hempasan angin langsung yang menerpa tubuh kita. Tempat tujuan hanya sekedar titik destinasi kapan kita akan berhenti terakhir, bukan sebagai target utama. Proses berkendara, naik motor itu sendirilah yang menjadi target utama. Itulah yang deka sebut dengan menikmati riding, menikmati motor.

Cigudeg Bogor
Cigudeg Bogor

Kesempatan itu akhirnya datang, pagi cerah, prakiraan cuaca mengatakan baru sore hari bogor dan sekitarnya hujan. Karena harus mengunjungi unit kerja di daerah Cigudeg arah jasinga, deka putuskan naik sipiter saja, pertama cuaca cerah, enak untuk membelah macet, dan menyalurkan hasrat yang sudah lama tak terlampiaskan….. naik motor agak lama. Untuk dulur sekitar Bogor pasti paham bagaimana kondisi jalan dari Bogor arah Leuwiliang, semrawut, padat, dan macet di beberapa titik persimpangan.

Start dari Taman Yasmin arah kampus dramaga, padat merayap, jalanan sesak dengan angkot yang ngetem sembarangan, lalulintas mobil dan motor yang luar biasa banyak. Motor hanya bisa dijalankan gigi 3, 2, untuk membelah kemacetan. Dari kampus IPB sampai Ciampea, jalan slow 40 km/jam karena lalulintas padat. dari Ciampea ke Leuwiliang, kombinasi lancar, padat, dan macet di tiap persimpangan. Justru kondisi seperti ini adalah kondisi jalanan yang berbahaya karena banyak hal-hal tak terduga muncul saat kita melaju kencang.

Selepas Leuwiliang, arah Jasinga baru benar-benar menikmati sensasi riding, jalanan tak seramai sebelumnya. Selain itu, trek kombinasi dari jalan datar, jalan kelak-kelok, serta menaiki perbukitan, membelah kebun sawit. Pemandangan hijau pegunungan terpampang kanan kiri dengan indahnya. Disinilah karakter motor secara lengkap dari kecepatan, respon menikung, sampai torsi untuk menanjak terasa. Tapi tetap dalam batas minimal, lagi-lagi karena kondisi jalan yang kurang lebar dan ramainya lalulintas. Namun cukuplah untuk menumpahkan hasrat menikmati motor lumayan lama. Dari Bogor sampai Cigudeg ditempuh dalam waktu 1 jam seperempat, lumayan lama untuk sekedar jarak 45 km.

Namun memang bukan kecepatan itu yang dicari, menikmati motor adalah tujuan utamanya. Setelah urusan kerjaan selesai dan makan siang, deka sempatkan untuk naik ke arah pertambangan emas, dimana melewati kebun teh dan rosella di desa Ciparay, cigudeg naik ke atas. Jalan sempit, menanjak kelak-kelok sejauh 5 km. namun terbalaskan dengan keindahan alam sekitarnya.

nampang dulu di situ cigudeg
nampang dulu di situ cigudeg

Setelah menikmati pemandangan, balik ke arah Bogor, jam menunjukkan jam 15.00 WIB, dan sampai bogor jam 16.30. Sampai di taman yasmin, disambut hujan deras….. untungnya sudah sampai di gerbang rumah, jadi selamat tanpa menggunakan jas hujan. Mengendarai motor bisa sangat menyenangkan, dan deka merasa ketagihan dengan hal itu. Suatu saat deka ingin mengulang Long riding Bogor-Cirebon sejauh 300 an km… suatu saat jika musim hujan sudah berlalu…..

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

17 Komentar

  1. ane pernah jkt – bogor tanpa tujuan selain nikmatin naek motor. . . pas udah nyampe depan sirkuit sentul, depan kebon raya bogor, ane langsung muter balik ke jakarta. . . lama riding kira2 6 jam total, istirahat paling cuma beli aer sama cuci muka dan mata dari terpaan polusi aja . .pernah pake beat dan verza riding rute itu. . .

  2. Ane juga kadang kalo pas lagi suntuk, cape pulang kerja, atau weekend, sering jalan2 gak jelas sama motor.. 🙂
    Jalan2 aja, muter2 doang..
    Kadang org yang gk terlalu hobby motor, gk ngerti sama kita para biker..
    Suara mesin, dentuman knalpot, hembusan angin yang menerpa tubuh, menjadi sensasi tersendiri 🙂
    Hehehe..
    Salam dr ambon ya..

Silahkan Beropini