Menolak Pemberian Ninja 250 Demi Puaskan Rasa Penasaran

Yola dulur yang budiman….. siapa yang tak menolak daya tarik kawasaki ninja 250, apalagi jika dikasih gratis. Apalagi dengan mindset yang tertanam di publik, kalau motor keren itu acuannya ninja. Bahkan racun sinetron-pun menebar aroma ninja. Pamor kawak ninja naik lagi, dan tetap mentahbiskan ninja sebagai mindset motor keren. Tapi ada kejadian nyata, dimana godaan ninja kalah oleh hal sepele…. curiousity… penasaran.

ninja vs penasaran

Mungkin dulur, anda sekalian akan bilang konyol bin bodoh untuk orang yang menolak sebuah pemberian ninja 250 cuma karena rasa penasaran dengan motor lain. Cendrawasih di tangan hilang karena mengharapkan burung blekok di tengah sawah, mungkin itu peribahasa yang menggambarkan sikap orang itu.

Siapa orang konyol bin bodoh itu? tak lain dan tak bukan ya penulis di warung kecil ini 😀 . Deka nggak bohong, nggak mencari sensasi, tapi kejadian ini deka alami hari selasa 26 januari 2016.

Hari itu tumben-tumbennya, si boss besar datang ke ruangan deka. Langsung to the point bertanya, ” katanya kamu gemar banget ama sepeda motor ya? bahkan sempat nulis-nulis tentang motor… “. deka jawab dengan kata iya…..kemudian beliau yang memang sangat awam terhadap dunia motor bertanya ke deka, ” kalau kamu pilih motor apa jika ada pilihan Ninja, cbr250, N-max? ”

Deka sambil menghisap rokok dalam-dalam ( waktu itu emang udud bareng ama boss ) bilang : ” Untuk sekarang, saia ngga bisa milih 3pilihan tersebut, tahun 2016 akan banyak hadir motor-motor yangb bikin penasaran. Ada new Ninja 250, new cbr250, X-max, Suzuki bandit, atau bahkan bisa saja suzuki GSX-250R. Kalau dari 3 motor tersebut, jelas paling bagus ya Ninja 250

Boss berkata, ” Jadi kamu pingin Ninja? “. Deka jawab, ” Ya nggak juga pak, untuk sekarang belum pengen motor laki karena penasaran dengan motor-motor yang akan hadir. Kalau semua sudah ada, kan enak ngebandinginnya, jadi nanti ketika sudah memilih satu, tidak ada rasa penyesalan”. ” Berarti nggak jadi nih aku beliin ninja?”, ujar boss……” Untuk saat ini nggak perlu keknya, nanti saja akhir tahun atau tahun depan”, jawab deka mengakhiri perbincangan tentang motor saat itu.

Untuk sebagian kalangan, mungkin tingkah deka dianggap konyol karena menolak pemberian sebuah motor seharga 60 juta. Tapi buat deka, pemenuhan rasa penasaran akan sebuah motor begitu mengasyikkan, dan itu menjadi keseangan sendiri. Ketika rasa penasaran terjawab, maka seperti mendapatkan ekstasi. Deka lebih memilih langkah tersebut daripada meninggalkan rasa penasaran dan pada akhirnya menyesal ketika motor tersebut ternyata melebihi ekspektasi.

Bagaimana jika motor-motor yang ditunggu tersebut dibawah ekspektasi? ya nggak papa, kan cuma untuk pembanding pilihan, hanya tertunda saja milih motornya. Bisa jadi malah memilih motor 150 cc atau 200 cc daripada 250 cc, karena bagi deka, memilih motor itu sesuai dengan pilihan hati, kesukaan dan kelayakan diri. Bukan untuk gengsi, pemaksaan diri, atau status diri. Ini murni soal hobi, jadi harus sesuai kata hati. Soal merk, deka bukan fansboy merk, deka fansboy motor, meskipun sekarang udah jarang motoran jauh-jauh.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

18 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*