Fakta-Fakta Piston Alumunium Modern, Rata Lebih Bagus Dari Jenong

piston modern

Yola dulur yang budiman…. membaca artikel manca kok membuat deka tercerahkan tentang sebuah piston motor atau mobil. Kali ini deka akan tuangkan kembali sesuai pemahaman deka tentang fakta-fakta sebuah piston, atau sering juga disebut seker. Salah satunya paradigma piston rata dengan piston jenong.

piston modern
piston modern
Tidak ada bagian mesin yang mengalami siksaan paling berat selain sebuah piston. Seonggok logam tipis ( piston modern ) dihajar tekanan kompresi camburan bbm dan udara sebesar 200 psi. Kemudian meningkat drastis saat busi “mletik” membakar campuran gas bbm+udara menjadi 1200 psi. Saat terjadi ledakan, suhu meningkat mencapai 4500° fahrenheit.

Padahal titik leleh sebuah alumunium adalah 1200° fahrenheit. Lha kok nggak meleleh tuh piston alumunium? Kalau ada yang bilang itu bukan alumunium murni, itu campuran, alloy…. oke, sebuah aloy meningkatkan titik leleh sebesar 1000° atau menjadi 2500° fahrenheit, masih dibawah suhu saat ledakan terjadi.

Bagaimana piston bisa bertahan dengan semua siksaan itu? Alasan ilmiahnya adalah bahwa piston alumunium “hanya” tersiksa selama 1/10 waktu dalam putaran kerja mesin 4 tak.  Alasan yang kedua, ternyata di permukaan piston dilindungi oleh lapisan tipis berbentuk gas stagnan yang melekat kuat di permukaan piston, dan ini cukup ambuh sebagai insulator yang efektif.

piston modern
piston modern

Dan juga, alumunium atau alloy alumunium mempunyai daya hantar panas 3 kali lebih cepat dibandingkan besi atau baja, walaupun beratnya cuma 1/3 besi baja. Ini berarti panas yang diterima oleh kepala piston langsung dirambatkan ke bagian lain, terutama ke dinding blok dan crankshaft melalui conrod atau stang seker kemudian ke bagian belakangnya lagi. Apalagi ada oli mein disitu, ini juga efektif menyebarkan panas dari piston. Bobot alumunium yang ringan juga berarti dengan cepat menghantarkan panas hasil pembakaran.

Kunci agar piston bisa cepat, efisien melepas panas adalah dengan konstruksi ringan, tipis, rata, dengan sedikit coakan ( seperti gambar diatas ). Mesin high performance yang rpm-nya tinggi dengan profil bore besar dan stroke kecil, membutuhkan piston yang ringan untuk mengurangi vibrasi dan mengurangi stress di bearing dan part2 mekanis lainnya.

Pada piston tradisional ( lama ) piston menghantarkan panas ke dinding mesin melalui permukaan piston yang tebal ( jenong ). Ini tidak efektif saat mesin berputar di rpm tinggi. Makanya muncul piston modern yang ringan, tipis serta didinginkan oleh pendingin oli ( oli bagus ). Oli dengan kualitas bagus berperan penting disini.

piston konvensional
piston konvensional

Untuk meminimalisir gesekan dengan bearing, maka piston harus dibuat seringan mungkin. Forged piston memungkin hal itu karena mengkombinasikan bobotnya yang lebih ringan dan meningkatkan ketahanan terhadap fatigue ( bukan fatin 😀 ) karena stressing tinggi. Jadi forged piston bukanlah bualan penuh busa belaka…..memang itulah yang dibutuhkan oleh piston modern.

Selain itu, piston modern akan berbahan dasar alumunium, bukan murni tapi minimal 2 tipe alay eh alloy. Yaitu alloy ekspansi rendah, tahan gores yaitu campuran aluminum-silicon alloy, atau alloy yang tahan panas serta tekanan seperti campuran aluminum-copper-nickel-magnesium alloy.

Demikian beberapa fakta tentang piston yang deka rangkum dari cycleworld

Semoga bermanfaat

Wassalmualaikum

14 Comments

  1. Kalo boleh menambahkan piston rata lebih merata dalam menerima / menyalurkan tenaga hasil ledakan ruang bakar dibandingkan piston jenong.

1 Trackback / Pingback

  1. Ini Alasan Multi Silinder Lebih Menguntungkan Daripada Single Silinder ( Part2 ) | 78deka

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*