Setting Basah / CO Naik……Enak Sih…Tapi Beresiko

set-bukaan-udara-buka

Yola dulur yang budiman…… tentu kita sudah pernah mendengar kalimat ” setel basah saja… biar tambah kenceng, sekernya lebih awet, ada pelumasan lebih dari bensin “. Sekilas merupakan sebuah tips mudah untuk membuat motor kita lebih kencang. Tapi betulkah setting basah atau seting co naik merupakan cara yang benar? atau malah mengundang resiko?

Ya…. istilah setting basah, diborosin bensinnya agar motor terasa lebih enak diajak lari sudah kita dengar, bahkan sering. Hal ini dijadikan pedoman karena logika awam berpatokan bahwa bensin sebagai sumber tenaga, bensin bisa meledak sebagai sumber pembakaran mesin. Jadi ketika bensin diperbesar, maka makin besar pula daya ledak di combustion chamber, ruang bakar.

Betulkah seperti itu? Sekilas memang tampak masuk akal, kalau boleh bilang, deka sebut benar partial, hanya benar sebagian. Kenapa? karena unsur terjadinya pembakaran di ruang bakar bukan hanya faktor bensin, ada kompresi, api dan udara ( oksigen ). Jadi kalau ingin memperbesar daya ledak, pembakaran, kesemua unsur harus dilibatkan, Bukan hanya unsur bbm saja.

busi-lean-rich-optimal

Untuk motor mesin standar, tanpa rubahan apapun, setting basah atau dibuat lebih boros menurut deka hanya buang- bensin saja, pengaruhnya paling hanya tarikan lebih responsif. Tapi resiko yang diterima nggak sebanding dengan yang diterima. Ah…. paling cuma boros doang kan? dasar deka blogger pelit…… 😀 , mungkin itu jawabannya…. BUKAN……. pemborosan sedikit bensin mungkin masih bisa diganti dengan uang.

Resiko yang tidak langsung kelihatan adalah resiko jangka panjang….. mesin akan cepat menjadi aus, gampang rusak, dan nanti kedepannya seperti efek berantai. Rusak ini,menjalar ke bagian  itu, eta, de el el. Lho……. bukannya ada yang bilang bensin banyak juga melumasi seker/ piston ? wooo gundulmu mlocot  😀 ….. nggak ada fungsi pelumasan dari bensin….kalau bensin campur oli samping sih iya….. lha kalau mesin 4 tak ya nggak ada, justru kebanyakan bensin yang tak terbakar membuat efek fuel dilution…….

fuel dilution in oil
fuel dilution in oil

Nah…. kalau sudah terjadi fuel dilution, maka ini akan menjadi biang masalah di keberlangsungan hidup mesin motor anda di jangka panjang nanti, bagi yang belum dengar istilah fuel dilution, silahkan icip-icip di artikel ini

http://78deka.com/2015/12/03/fuel-dilution-kenali-dan-jadikan-parameter/

Itulah yang menjadi sumber kejadian mesin cepet rusak, sisa bensin tak terbakar yang disebabkan karena setting basah terbuang ke dalam crank case mesin, bercampur oli, kemudian menyebar ke seluruh bagian mesin. Seperti darah kita kemasukan racun, kemudian menyebar ke seluruh tubuh.

Ini seperti pengen sedikit kencang, tapi sambil meracuni mesin motor kita sendiri….. Bagaimanapun, setting default mesin motor kita, sudah dipikirkan masak-masak oleh para insinyurnya, dan itu adalah yang paling baik……. mau setting basah tanpa rubahan yang lain? think again dah Lur……..

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

10 Komentar

  1. settingan basah cocok buat lingkungan yang panas menyengat, biasanya familiar di arena road race, tapi kalo buat harian ya mubazir, kecuali buat long journey yang didominasi long straight dan bisa slalu main high RPM, setingan basah (bukan basah2 banget sih) cukup membantu menjaga performa engine supaya tidak cepat overheat :))

  2. setting basah biar awet, ga sepenuhnya salah…pemahaman seperti itu muncul sejak jaman motor 2tak meraja dan memang setting basah(ga terlalu basah nemen) bakal bikin aksel n putaran atas enak serta piston awet wkt itu krn bensin masih mengandung timbal dan fungsi lain timbal adalah melumasi seker. Thn 2005 saat IMI melarang penggunaan timbal di roadrace, banyak tim balap yg protes krn pelumasan jadi berkurang namun riset yg jalan terus akhirnya terselesaikan problemnya

  3. by the way, gambar businya apa ga salah? Setting kering menjadikan elektroda busi putih krn bensin yg terbakar kebanyakan jadi energi panas akibatnya power letoy sedangkan setting optimal (pas ga kering ga basah) adalah elektroda berwarna merah bata…efisiensi bahan bakar thd power dan panas mesin jd optimal

Silahkan Beropini