Giant Fried Chicken Cirebon…..Hanya Untuk Orang Yang Sabar

Gerai GFC
Gerai GFC
Gerai GFC

Yola dulur yang budiman….. hari minggu, harinya untuk bersantai menikmati liburan. Deka akan menyajikan artikel ringan, dan kali ini soal kuliner. Kalau biasanya, artikel kuliner mengangkat tema kepuasan atau rekomendasi, maka untuk untuk kali ini tidak seperti itu. Ya….. giant fried chicken cabang Cirebon belum masuk rekomendasi deka, karena terbtas untuk orang yang kepepet atau untuk orang yang punya usus panjang atau sabar.

Di waktu weekend, bisanya deka mengajak keluarga deka jalan-jalan. Kalau ibu negara butuh kebutuhan bulanan, maka kita akan mengarah ke super market Giant di daerah Bypass Cirebon. Di pasar waralaba tersebut tersedia gerai khusus makanan atau foodcourt dimana disitu ada gerai milik Giant sendiri, ayam goreng atau fried chicken GFC.

Kebetulan sibontot anak deka itu pelahap fried chicken kelas wahid….Fried chicken adalah makanan paling favoritnya, bahkan tiap hari. Maka jika ke Giant, kita sempatkan untuk makan bersama di GFC, kebetulan sibontot suka banget dengan rasa ayam GFC. 1 paket dewasa bisa dia lahap sampai habis, padahal kalau di rumah, makan 6 sendok aja sudah minta berhenti.

Sebenarnya harganya termasuk pas di kantong, 1 paket standar yang berisi 1 bungkus nasi, 1 potong ayam dan softdrink dibandrol dengan harga 16.000 rupiahs. Cukup hemat sekali jika dibandingkan dengan gerai fried chicken waralaba lainnya. Harga segitu sudah cukup memuaskan bagi deka sekeluarga dibandingkan dengan rasa yang diperoleh. Tempatnya sendiri juga cukuplah…. nyaman jika dibandingkan warung non ac. Buat nongkrong juga oke.

Paket Dasar GFC
Paket Dasar GFC

Namun catatan dengan tinta tebalnya adalah soal pelayanan. Kalau kita ke gerai fried chicken waralaba  maka kita akan disapa, boro-boro di GFC. Apalagi soal kecepatan dan kesigapan penyajian…. dengan pelayanan fried chicken gerai kecil lokal saja  jauh pakai banget perbandingannya.

Ini bukan pertama kalinya deka rasakan pelayanan GFC parah banget. Pertama kali mengunjungi GFC, harus rela antri 40 menit untuk sekedar mendapatkan pelayanan. Yang ke-2, harus menahan pegal kaki 30 menit, dan yang terakhir kemarin, sekitar 30 menit juga. Alasannya selalu sama, ayam dan nasi belum matang. memang gerai ini kalau liburan, ramainya minta ampun, mungkin karena murahnya itu.

Namun itu sebenarnya bukan alasan untuk teledor di pelayanan. Deka amati, pegawai GFC seperti lintas sektor kerjanya, ya melayani pesanan, ya kasir, ya menyiapkan hidangan. Bayangkan saja, kita antri lama, pas dapat jatah dilayani, kita pesan, bayar, kemudian ditinggal lama ke belakang untuk mengambil barang. Setelah itu bilang makanan belum matang, harap tunggu. Kita dipaksa berdiri lama untuk menunggu hidangan yang kita sudah bayar…..

Hal tersebut bisa dihindarai jika jumlah pegawai ditambah. Atau jika memang saking ramainya harus antri, mbok yao diberi sistem antri yang nyaman, seperti kartu antri, sehingga konsumen cukup ambil tiket antrian kemudian menunggu sambil duduk. Bukan dipaksa ngantri berdiri lebih dari setengah jam……

Semurah-murahnya produk, kalau pelayanannya mengecewakan, maka jangan harap akan sukses jangka panjang. Hal ini sudah nampak dari kesan dari ibu negara, Yah….. besok-besok kalau beli fried chicken jangan disini lagi…. capek antrinya mending yang harga mahal tapi nggak tersiksa……… Nah…… kan……

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

7 Komentar

  1. jadi teringat pengalaman kerja di KFC..
    bukan bermaksud membanggakan KFC, tapi mereka bisa sigap karna pegawai yang terus diberi motivasi dan peran manager yang aktif mengawasi dan membantu terkadang tak segan seorang manager ikut menjadi kasir..

Silahkan Beropini