Balik Cirebon-Bogor Via Pantura Lama : Motor Raja Pantura

Yola dulur…. deka kemarin melakukan balik dari mudik dari Cirebon Ke arah Bogor. Setelah mengikuti berita tentang lalu lintas arus balik via tv, diperoleh informasi bahwa sebenarnya jalur tol Cipali lancar-lancar saja hanya macet di gerbang tol palimanan sejauh 10 km. Buat deka ngga nggak masalah, lha wong langsung masuk gerbang via palimanan, nggak perlu ngantri dari cirebon. Namun analisa deka, selain macet di pintu gerbang palimanan, pasti macet pula di gerbang pembayaran di Cikopo. Dengan bekal kesimpulan itu, deka putuskan lewat jalan pantura lama, Cirebon-Cikampek. Ternyata jalur pantura punya paradigma baru…. Motor sebagai raja pantura.

pantura ramai lancar

pantura ramai lancar

Lewat jalur pantura lama, buat deka bukan soal tarif tol cipali yang mahal, namun pertimbangan kemacetan di saat pembayaran yang mengantri sampai puluhan km membuat deka enggan untuk melakukannya. Memang via tol cipali bisa memangkas waktu, namun kemacetan saat di gerbang tol yang bisa mencapai jam-jaman, malah bisa jadi lebih lama dibandingkan via jalan umum.

Jalan pantura lama terpantau ramai, padat tapi lancar. Hal ini dikarenakan sebagian besar penggunanya adalah biker yang akan balik ke arah jakarta. Kecepatan motor rata-rata bisa di atas 80 km/jam, hal ini yang membuat perjalanan deka lancar. Dengan agility tinggi khas motor, maka akan lebih mudah mengurai kemacetan. Hal ini yang membuat jalur pantura ramai padat, tapi terus mengalir tanpa macet. Deka berangkat dari cirebon jam 13.00, sampai  cikampek jam 16.00. Cukup cepat untuk ukuran mobil, dengan laju rata-rat 50-60 km/jam.

Yang menjadi perhatian khusus saat lewat pantura lama yang didominasi oleh biker adalah perlunya KONSENTRASI PENUH saat menyetir. Saat ini nyali motor di pantura jauh lebih berani karena jumlah mereka yang dominan. Sehingga kalau sebelumnya mereka hanya ada di sisi sebelah kiri, maka sekarang berani ambil jalur cepat sebelah kanan. Apalagi ada beberapa oknum idiot berkecepatan tinggi yang udelnya bodong, kewaspadaan harus dipasang sungguh-singguh. Hal ini lumrah karena populasi mobil yang leat jalur pantura minim. Jalur kanan yang diisi mobil malah menjadi jalur yang lebih lambat dibandingkan sebelah kiri. Kecepatan motor rata-rata lebih cepat dibandingkan mobil.

Hal-hal seperti itu yang membuat konsentrasi tinggi diperlukan, saat akan menyalip mobil di depan, maka harus ambil jalur kiri, dimana harus berbagi dengan motor. Kehati-hatian dan timing yang tepat agar tidak mengganggu jalur motor harus pas. Apalagi setelah ambil jalur kiri, saat mau balik ke kanan lagi maka ekstra waspada karena sudah terisi oleh motor dengan kecepatan tinggi. Sepertinya menyetir via tol lebih rilex dibandingkan jalan biasa seperti ini, kompensasinya ya harus bayar tol dan macet di gerbang tol. Namun buat deka, berteman dengan ribuan biker di jalan merupakan hal yang lumrah karena deka sendiri seorang biker. Hal ini membantu membaca respon gerak mereka sehingga sudah persiapan merespon jika sesuatu tak terduga terjadi. Kuncinya cukup simple, jangan melakukan gerakan perbuahan secara tiba-tiba. Jangan melakukan potong atau pindah jalur secara mendadak, jangan melakukan pengereman mendadak, selalu gunakan klakson sebagai alat pengingat, dan lampu blinker aka lampu sein untuk memberitahukan saat ada perubahan jalur.

Saat sampai Cikampek, deka mencoba masuk via tol, namun karena selama 3 jam macet baru mencapai kerawang timur, deka putuskan keluar lagi melalui jalur pantura lama berteman dengan para biker. benar saja, jalan lancar walau kecepatan 40-60 km/jam. Yang penting ora macet, alon-alon ora popo……Baru sampai cibitung, deka masuk tol lagi menuju tol jagorawi sampai bogor dengan lancar jaya…..

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

4 Komentar

Filed under catatanku bersama tunggangan, Kehidupan

4 responses to “Balik Cirebon-Bogor Via Pantura Lama : Motor Raja Pantura

  1. jadi pengen balik lewat pantura hmm, nice info

Silahkan beropini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s