Mau Puasamu Lebih Terasa? Coba Riding Siang Hari Di Kota

Yola dulur….saat hari-hari puasa seperti ini, deka amati aktivitas riding publik negeri ini sepertinya berkurang. Bukan kenapa, deka sendiri sering lalu lalang Bogor-Sukabumi mengamati kondisi jalan kejadiannya seperti itu. Dan deka biasanya pakai sipiter, bulan puasa ini banyak pakai mobil juga ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ .

puasa

Di bulan ramadhan aktivitas di siang hari terasa berjalan lamban. Aktivitas berjalan dengan pelan walau denyut nadinya tetap. Berbeda dengan bulan-bulan biasa dimana aktivitas di jalan seperti diburu oleh waktu.

Ramadhan memang merubah pola kebiasaan aktivitas di jalan pada umumnya. Kita lebih menyimpan stamina yang terbatas karena nggak boleh memasukkan makanan dan minuman ke dalam tubuh selama daylight, seharian siang kecuali malam. Biasanya aktivitas akan meningkat di sore hari menjelang buka puasa.

Sebagai biker, tentu bulan ramadhan menjadi tantangan tersendiri. Aktivitas riding adalah aktivitas yang lumayan menguras stamina di siang hari, apalagi di lalu-lintas kota. Kalau di hari biasa bisa dikompensasi dengan makan minum, maka di ramadhan ini ditahan sampai waktu maghrib. Deka juga merasakan sendiri saat beraktivitas pakai motor.

Namun dengan riding siang hari saat puasa, justru rasa puasanya itu lebih terasa. Memang terasa menyiksa saat badan terasa gerah dan tubuh minta asupan cairan. Terasa pula perut yang kosong konser keroncong minta agar segera diisi. Belum lagi kondisi jalan saat macet ditambah panas terik membuat darah kita juga mudah mendidih. Menjelang sore, banyak makhluk-mahluk cantik bergentayangan menggoda puasa mata.

jalan lengang saat puasa

jalan lengang saat puasa

Namun itulah makna dari bulan ramadhan. Nggak cuma ritual tanpa makan minum seharian. Hakikat sebenarnya dari ramadhan adalah kita mendapatkan diri kita mampu menahan nafsu ketubuhan karena kita adalah master dari tubuh kita. Yang merasa lapar adalah tubuh kita, yang haus tubuh kita, yang tertarik sama makhluk-makhluk bening adalah nafsu tubuh kita. Itu semua bukan kita yang butuh, kita adalah yang mengatur semua itu. Pemuasan nafsu tersebut kita yang nentuin, mau ngikutin nafsu ketubuhan atau tetap teguh mengikuti iman?

Nah… saat riding siang hari di perkotaan, semua itu sangat terasa. Dengan adanya godaan-godaan tersebut, puasa kita seperti diuji bener puasanya atau tidak. Kalau puasa cuma ngeruntel di rumah mah cuma nahan haus dan lapar. Apalagi kalau saat buka puasanya makan minum seperti balas dendam….. itu baru sekedar melakukan budaya ritual……

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

 

3 Komentar

Filed under BELAJAR SADAR, Kehidupan

3 responses to “Mau Puasamu Lebih Terasa? Coba Riding Siang Hari Di Kota

  1. Ef ai

    Panase hora umum oh

  2. Azis Karim

    Saya jauh dari kota Kang. Riding siang hari pun biasa aja, soalnya jalan raya sangat sepi ๐Ÿ˜€

  3. mudik siang wani ora ya.. kayane panas pisan.. apa lagi lewat pantura…

    pejt internet saya naik…

    http://www.infotek.goozir.com/2015/06/paket-internet-makin-mahal.html

Silahkan beropini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s