komentar Gigi Dall’igna Menguatkan Opini Kalau Marquez Membalap Dengan Bantuan Asimo

Yola dulur…. menarik sekali mengikuti komentar pakdhe Gigi Dall’igna dari team ducati. Awalnya hanya sebuah tantangan balik karena eksistensi Ducati dengan konsesi yang dianggap sangat menguntungkan tim ducati dipermasalahkan oleh tim lain, khususnya HRC. Dari komentarnya tersebut terkuak akan dugaan yang semakin menguat kalau kebangkitan HRC dengan motor RCV-nya karena tehnologi kelas wahid, yaitu melibatkan tehnologi robot asimo. Ini berarti menyangkut bantuan tehnologi untuk pembalapnya, Marquez sehingga dominan di tahun kemarin.

marquez dan nakamoto

marquez dan nakamoto

Musim motogp kemarin, Marquez emang sangat fenomenal, berbagai rekor dipecahkan, gaya mengendara yang sangat ekstrim yang pembalap lain nggak bisa lakukan, doi lakukan dengan mudah. Miring ekstrim tanpa jatuh menjadi pemandangan biasa, hampir tidak bermasalah dengan ban, dan yang jelas saat marquez melakukan kesalahan seperti keluar lintasan, bisa langsung dipangkas waktunya hanya dalam 1 lap.

ASIMO

ASIMO

Deka sendiri dulu 1 tahun yang lalu pernah menulis bahwa HRC punya senjata andalan, yaitu sistem keseimbangan dan pengatur traksi yang bersumber dari program robot asimo.

senjata-rahasia-rcv-nya-hrc-adalah/

Sensornya sendiri berbentuk gyroscop dan tetek bengeknya. Di situ deka banyak disangkal oleh fans Marquez karena dianggap meremehkan skillnya. Sekarang opini deka tersebut dikuatkan oleh pakdhe Gigi.

Deka bukannya mau bilang skill Marquez abal-abal hanya mengandalkan tehnologi motor. Namun dengan bantuan tehnologi asimo tersebut, bisa menutupi kesalahan-kesalahan Marquez sebagai pembalap muda. Lihat saja musim lalu, terlalu sering doi melebar, terlalu sering line balapnya nggak teratur, namun catatan waktunya selalu lebih cepat. Itu semua karena dengan gaya balap agresive marquez, motor mengatur keseimbangannya serta traksi secara tepat, sehingga motor tetap melajut sempurna dan membuat ban lebih tahan aus.

marquez

marquez

Bisa jadi gaya balap Marquez tersebut bisa berakibat fatal jika dilakukan di motor lain, misalkan ducati atau yamaha. Tidak heran saat Marquez perpanjangan kontrak dengan HRC, doi berkata hanya ingin membalap dengan motor RCV. Deka yakin doi bilang seperti itu karena merasakan sendiri keuntungan tehnologi asimo tersebut.

Sekali lagi deka tidak menyangsikan skill Marquez, namun sangat janggal jika kesalahan-kesalahan saat balap bisa diperbaiki hanya dalam 1 lap tanpa bantuan tehnologi. Gimana menurut dulur sekalian??
Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum

54 Komentar

Filed under Balapan Motor, moto gp

54 responses to “komentar Gigi Dall’igna Menguatkan Opini Kalau Marquez Membalap Dengan Bantuan Asimo

  1. yang paling berpengaruh memang seamless gearbox itu, semenjak Yamaha punya teknologi itu, marques seperti kehilangan magic-nya

    • Ssg adl senjata yg diumbar…. Namun yg paling telak ya kehadiran si asimo ini… Bener2 menolong marquez

    • ndoro

      Begitu teknologi yg digunakan balapan sudah sama, Honda langsung tak berkutik. Lihat saja bedanya dengan 2 musim sebelumnya, sekarang Honda keok terus karena Yamaha factory (full) dan Ducati (sebagian) juga sudah SSG.

  2. Namanya juga MotoGP…kan gak cuma adu kecepatan..TEKNOLOGI juga..apa yg dipunya pabrikan ya dikluarin smua.trus ga smua Rider Honda jg sefenomenal Marc.teknologi tinggi kalo ga bisa memanfaatkan,buat apa?spt monyet yg bawa Iphone….

  3. sebenarnya ane pernah beropini di warungnya pak haji taufik kalo motor si mm ada robotnya, tapi seolah dibantah ma beliau (dengan analisis artikelnya) klo semua motor honda (pembalap hrc) memakai teknologi yang sama (no robot), ane gak tau mana yang mitos n yang bukan….

    http://motofusion.tk

  4. fby tulen

    Margono sendiri bilang kalo kembalinya dani tidak ada pengaruhnya sama sekali,karna motor die sangat beda sm motor dani

    Mungkin asimo hanya dibenamkan ฯ‘ยก motor margono

    Ngoahahahaha

  5. brigade jalan raya

    saya sebagai penjago pembalap motogp salah satunya marquez. setuju dengan pendapat mas deka. contoh paling nyata dan ga bisa dipungkiri adalah replika marquez yang duluan hadir yaitu marco simoncelli. simonceli tewas lantaran gayanya yang super elbowdown sehingga yang harusnya motor doi jatuh eh malah berdiri lagi. hayo!

    dan simonceli terkenal agresif. melebihi marquez.

    dan betul apa kata mas deka, tahun pertama marquez kelihatan sekali motornya sangat aneh. seharusnya marquez jatuh saat melebar, eh ternyata tidak.

    secara sederhana teknologi asimo sangat cocok sekali dengan gaya balap super elbowdown itu. dan efeknya motor bisa diajak sangat cepat.

    sebenarnya marquez kalo tanpa sistem traksi model gitu, yakin deh doi bakal suka ngesot kek di moto2. kan nakamoto sendiri bilang, gaya balap doi sama dengan gaya balap stoner.

    dan stoner sendiri ga nyaman menggunakan teknologi asimo. mesti doi turunin sistem traksinya biar bisa ngesot. haha.

    dan faktanya stoner merasakan rcv sekarang tanpa asimo sebenarnya ga kompetitif. soalnya kalo stoner turunin traksinya, terus ngesot2, ga secepat marquez dan lorenzo saat ini. soalnya power honda ya segitu2 aja. keliahatan saat stoner mau pensiun, doi ga begitu dominan, dan akhirnya kecelakaan. ya ga dipungkiri tahun ini honda ada perbaikan masalah power.

    • Yg saia suka dr stoner ya gaya sliding khas pembalap aussie kek mc coy dulu. Cuma stoner terlalu cepat mutusin pensiun gara2 terlalu canggihnya tehnologi campur tangan di motor. Doi tipe gentlement fighter, dimana kalo tll banyak tehnologi, nggak begitu kelihatan mana yg punya skill mumpuni atau cuma sekedar bagus…. Stoner sendiri tipe pembalap yg ortodox gayanya, susah berubah….

  6. brigade jalan raya

    opini penyeimbang. sebenarnya di kelas prototype sah2 saja mengembangkan teknologi semacam itu. semua pabrikan mesti punya. bedanya asimo dengan milik pabrikan lain kan masalah algoritmanya doang. kalo asimo mirip manusia, kalo pabrikan yamaha sangat sederhana saja, kalo miring 60% dan speed 170 km/jam maka traksi ban dan sistem pembakaran sekian. sensornya sedikit saja. kan motor yamaha sudah sangat bagus di tikungan.

    karena konfigurasi mesin, frame, motor ducati plek kek honda, ya wajar ingin tuh asimo. kalo diaplikasikan mesti bakal melesat. lha wong power ducati dahsyat dari honda.

    • Beda rcv dan M1 di pengatur kesimbangan ada di jenis program softwarenya. RCV dg tehnologi asimo, sedang M1 memakai puluhan sensor yg dipasang di sasis, suspensi dan dioleh oleh algoritma ecu…. Itulah kenapa pd awalnya HRC menentang keras homologasi ECU. Sama saja ngasih tehnologi asimo ke tim lain cmiiw

  7. brigade jalan raya

    @mas devan: ssg = perbaikan power/efek ke top speed, kompin ban, bahan bakar.

    asimo = nyaman di tikungan. ini yang diperlukan ducati. karena masalah bahan bakar mereka adalah anak bawang. tapi regulasi mendatang cukup asimo yang dibutuhkan ducati.

  8. brigade jalan raya

    tambahan: pedrosa sebenarnya bisa setara marquez kekuatannya. ini masih ngomongin asimo dan pembalap asimo honda. karena pedrosa terkenal bertubuh mungil, mau super elbowdown dari mana. padahal elbowdoqn itu bisa mengubah titik keseimbangan motor menjadi lebih rebah dan melesat dengan cepat.

    itulah masalah pedrosa sesungguhnya. andai motogp ga secanggih sekarang, gaya pedrosa yang menggabungkan gaya rossi dan stoner bisa moncer dan juara dunia. ah sudahlah.

  9. klotekan

    moto gp kan balap motor prototype, jd ya wajar aja tu teknologi di pake. jd intinya ducati iri? mau teknologi itu juga? makanya mikir keras dong untuk buat, jgn cuman modal jual motor mahal aja. tp kalok di bandingin sama honda, yamaha ya kagak ada apa2nya. kalok ducati atau yamaha punya teknologi yg bisa buat motor bisa ngendalikan gasnya sendiri, tau kapan harus ngerem dan ngegas, tau ukuran cornering yg tepat, kayaknya juga bakalan di pake, pembalapnya malahan bisa bobok di atas motor. kalok gak bisa buat teknologi bagus ikut wsbk aja ducati, kagak usah moto gp. jupiter z1 aja pake motor prototype kok untuk balap itik dalam negri. sampek2 honda kabur karna gak bisa ladeni tu motor, jd kalok mau kabur kayak honda yg kalah balap itik y monggo aja ducati. gak usah bawel deh

  10. assalamualaikum…mau share aja mas …antara tahun 2011-2012 motor honda rcv udh pakai asimo gyroscopic sensor…

    di world superbike juga pakai gyroscopic sensor walaupun berbeda dg gyroscopenya asimo. ninja ZX-10R nya tom sykes pakai gyroscope untk mendeteksi sudut kemiringan motor di tikungan.komputer mengatur power mesin sesuai yang dibutuhkan. untuk mencegah ban belakang spin terlalu banyak pas lagi full lean. di program untuk tiap tikungan yang berbeda-beda, slow corner, chicane atau high speed corner. ..

    asimo humanoid robot honda lebih canggih dengan mengatur power / torsi mesin yang lebih presisi lagi, melalui gerakan gestur si pembalap di atas motor. terutama pas lagi ngerem kuat dari speed tinggi mau masuk tikungan. ditikungan rider tetap bisa buka throttle tanpa kuatir ban belakang spin/slide terlalu kuat (spin /slide meperlambat waktu ) dan akselerasi maksimum keluar tikungan dg cepat tanpa ada tendensi motor wheelie terlalu banyak yang juga membuang waktu lap time ..

    Sekarang udh banyak bantuan komputer nya……. utk mempermudah pembalap meng-control motornya dg power 260-270 hp di ban belakang.

    Intinya kalau memang berbeda sistim, dan menguntungkan satu pihak aja, bagusnya di sama rata semua, homologation …. menurut pendapat.

    wass

    https://sepedamotorblok.wordpress.com

  11. Azis Karim

    Berarti teknologi asimo hanya ada dimotor MM, soalnya DP gak pernah bisa menyamai bahkan menyaingi MM. Padahal DP adalah pembalap yg paling lama mengendarai RCV ๐Ÿ™‚

    • spertinya sama gan, motor Pedrosa juga pake itu alat. udh jdi standard di tim repsol. … tapi kecanggihan alat tsb gk lepas dari faktor skill si pembalapnya. ….. kata lorenzo, marquez balap di limit kemampuan motor, jadi antara dua, paling depan atau jatuh / crash. ๐Ÿ™‚

    • Entah ada atau tidak…. Kalau ada berarti gaya riding dp nggak cocok dg potensi maksimal rcv, kalau ngga ada mungkin krn tehnologi ini nggak menolong gaya balap DP. Sangat jarang liat DP belok secara ekstrim

      • Spertinya sistim komputer yg mengikuti gaya balap ridernya. Inclinometer yg terdiri dri gyroscope dan accelerometer memberikan data ke komputer utk mengatur torsi/power mesin yg sesuai pada saat itu.supaya rider bisa mengendarai motor lebih mudah, terutama masuk dan keluar tikungan dg halus dan cepat. Tdk banyak spin di corner dan gak banyk ban depan wheelie waktu akselerasi kuat keluar tikungan.

        Ini bisa diatur/diprogram oleh teknisi tim hondanya.bnyk variablenya.

        Arena sepeda motor :
        https://sepedamotorblok.wordpress.com

  12. broom

    Liat di moto2 yang motor ala kadarmya MM bisa jozz. Liat hirosi aoyama juga kagak berkutik walopun pake motor pedrosa. Sing bece disinyalir GOBlooog.
    FBY emang Goooooo BLoggh.

    Klo pengen tau silakah tanding MM di moto2 ato motocross . FBy goooo bloG

  13. C59

    Bloger sotoy. Idola lu cuma tua bangka Rossi maho.

  14. Gugun

    Motogp protipe jd siapa yg hitech dia jawaranya.

  15. broom

    gak ekstrim dari closet apa. Dari buncit jadi no1. Balap super edan sampe hampir buta lu kate gak ekstrim. Parah lu. Ducati itu iri. Pabrikan lain gak secanggih honda makanye pada iri. Klo mampu ya buat tekno secanggih honda. Bukan malah menjatuhkan. Dasar go blog. Klo mau uji skill noh udah disiapin grass track. Tanding lawan mm sono. Macem loren ama rossi. Bukan semata nyalahin motor canggih. Honda dilawan….ora iso

  16. domba yang tersesat

    Salah satu blog sesat yang belum sadar

  17. Ane netral aja. klau gyroscope dan accelerometer assisted system,smua tim udh aplikasi di motornya masing2. Di motor WSBK jga pake.ini mungkin movementnya ducati aja.krena klau memang asimo ini sangat canggih dri tim lain punya. mungkin smua pd protes.termasuk rossi,lorenzo dkk.

    Sistim ini membantu pembalap tpi tetap skill pembalapnya yg pegang peranan. Klau pembalap nya salah perhitungan ya jatoh jga. Misalkan terlalu kenceng masuk tikungan slow corner,trus ngerem kuat sampe ban depan ngunci/lock…motor jdi glosor ke aspal ( low side ) jdi kontrol utama pada pembalapnya.

    Sistem inclinometer utk menghaluskan torsi mesin supaya rider lebih mudah bawa motor. waktu nukik krena ngerem kuat, mesin deselerasi mau masuk tikungan,komputer mngatur mesin supaya smooth. Pas ditikungan nya dan pas akselerasi cepat keluar tikungan. Komputer terima data mengenai kondisi motor dari gyroscope dan accelerometer. Kmudian mengatur besarnya torsi mesin yg pas di setiap kondisi yg diatas. Tergantung dari bentuk cornernya, slow corner,high speed corner dan chicane.jga pada gigi berapa. Komputer terkoneksi dg GPS. jdi data masuk mengetahui posisi motor lgi di lintasan sirkuit bagian yg mana.

    Posisi angle brapa motor miring,semakin miring motor,semakin kecil torsi mesin yg dibolehkan oleh komputer. Sudut miringnya berbeda, power mesinnya jga berbeda dan di gigi berapa motor di tikungan itu. Semua diprogram dg banyak variable.

    Juga waktu akselerasi kluar tikungan, supaya motor gk wheelie terlalu kuat. jarang motogp ban depannya naik tinggi. Komputer langsung cut power mesin

    Hanya pendapat aja…

  18. iya betul ..asimo gyroscope teknologi nya ada di RCV. hanya aja tetap skill pembalap yg pegang peranan besar. Motor gak bisa berdiri tegak sperti asimo yg kakinya napak. Juga gak bisa belok sendiri krena gak ada servo atau bentuk apapun yg bisa belokkan stang motornya. jadi pembalap yg kendalikan juga balance motor sepenuhnya ada di ridernya. sistem memproses data dari situasi/posisi motor itu di tiap kondisi pada saat motor dilintasan.

    teknologi asimo hanya utk membuat rider lebih mudah membawa motor dengan power yg sangat besar, dengan cepat, halus/ smooth. terutama masuk dan keluar tikungan, krena ini bagian yg krusial pada waktu balapan supaya mencapai lap time yg bagus.

    jadi klau pembalap melakukan kesalahan, salah perhitungan sistim elektronik motor ya gak akan bisa menolong juga.

    seperti marquez mengalami crashed di mugello th 2013. marquez ngerem kuat di braking zone, sampai ban depan terkunci pada kecepatan 280km/jam, kmudian marquez melepas tuas rem supaya ban depan dapet traksi lgi, tapi motor sudah melaju ke arah keluar lintasan dan crashed…

    marquez banyak mengalami crash….. ini membuat penilaian bahwa sistim asimo tsb tidak menolong rider dari crash klau salah perhitungan….dan kalau marquez banyak menang, karena memang dia berbakat, skill tinggi dan nekat ….sistim hanya membantu sebagian aja ๐Ÿ™‚

  19. dheni

    Yah…. intinya honda lebih maju dan hi tech lah….

  20. zzz

    Mending ducati ikut bimbingan belajar dulu buat “asimo” ke hrc aja. Emangnya ente balap kelas pasar senggol ๐Ÿ™‚

  21. iwbers

    wah blog ini komen nya intelek (hampir) semua… beda sm blog motor yg lbh terkenal, virus fb fban bkin mata gak betah… keep post bos shinichi kudo 78

    • bdt

      yach

      msh banyak kok blog yg kaya gini,

      mid genesis dan mario devan blog salah satunya,

      semua tergantung yg punya blognya, mau memproteck ato tidak

  22. bdt

    bener, system itu cuma membantu, selebihnya rider yg pegang peranan.

    saya juga yakin semua pabriken pasti pake banyak snesor, ngak hanya hrc aja.

    cuma beda di algoritma saja, dan ini perlu kepandaian yg tinggi, karena rumit sekali.

    dan mungkin hrc yg plg rumit daripada yg laen,

    maknya tim laen pada ngiri, mungkin saja, dan jadilah hrc yg plg banyak diperbincangken

    mungkin ducati ngak mau pusing bikin dari nol, karena pasti perlu waktu yg lama dan eksperimen

  23. bdt

    Beda rcv dan M1 di pengatur kesimbangan ada di jenis program softwarenya. RCV dg tehnologi asimo, sedang M1 memakai puluhan sensor yg dipasang di sasis, suspensi dan dioleh oleh algoritma ecuโ€ฆ
    ============

    setahu saya, ini sama saja

    bedanya di rcv di beri nama asimo,

    yg m1 tanpa pake nama,

    sensor yg banyak di m1 itu khan salah satunya pasti pengukur keseimbangan

  24. Mungkin karena asimo itu robot humanoid yang bisa mimic gerakan manusia. bisa berdiri, jalan, naik tangga, punya kesimbangan yg bagus.
    jdi banyak yg menghubungkan ke motor RCV yg juga punya balance seperti asimo..

    Tapi motor gk bisa berdiri sendiri. Keseimbangan motor di kontrol sepenuhnya oleh gerakan si pembalap. utk belok , pembalap yg menarik motor dg berat badannya dan countersteering ke arah tikungan yg dituju utk melawan gaya centrifugal dan efek giroskop dari ban motor.

    keseimbangan motor gk bisa di kontrol sama alat gyroscope dan accelerometer yg sangat kecil ukurannya. Berat motor 150 kg + berat ridernya. jdi cuma si pembalap itu sendiri yg bisa mengendalikan balance / keseimbangan motor.

    Arena sepeda motor :
    https://sepedamotorblok.wordpress.com

  25. Motogp mania

    Berarti memang dari dulu HRC ga “fair-play”. Mulai saat SSG yang mana pabrikan lain belum mempunyai, mereka sudah mengaplikasikannya. Sekarang robot Asimo. Tahun depan ada lagi: robot gedek.

    • ndoro

      Di saat teknologi yang digunakan sudah sama, biasanya Honda langsung keok.

      Contohnya tahun ini Yamaha sudah full SSG juga, Honda yang menikmati SSG duluan selama dua tahun jadi tak berkutik lagi.

  26. Trus HRC harus nunggu pabrikan lain dulu baru mengaplikasikan tekno yh dia punya???hello….ini Race.balapan…..siapa cepat dia menang.bukan soal kecepatam larinya motor doang.tp jg adu kecepatan nyari teknologi baru buat upgrade motornya…trus kalo Honda duluan dan yg lain belum,salah?ga fair???b*tch please…

    • Motogp mania

      Kalo ente jadi wasit sepakbola, ada keributan pasti tambah parah.
      Boleh aj upgrade teknologi, tapi pengaplikasiannya bareng lah.. jangan mulai duluan. Pentingnya sosialisasi utk menjaga keadilan, spy semua pabrikan paling tidak mempunyai meskipun kalah moncer.

  27. hadi

    Honda emg sering selangkah lebih canggih dlm teknologi pendukung nya d motor motoGP nya….ada tapinya….kalo Yamaha sudah sebanding teknologinya dg Honda maka sudah bisa d tebak dn fakta klo Honda kalah sama Yamaha….intinya kalo paket motor dri teknologi pendukung dn jga mesin nya Honda sudah d samai olh Yamaha…maka otomatis Honda keokkkk….dg kata lain Honda klo aple to aple ma Yamaha tidak bisa melawan Yamaha….logikanya Yamaha adlah yg terhebat d MotoGP ini….coba kalo Yamaha selangkah lebih maju dri Honda(sebanding aj Yamaha dah menang)….sudah tahu sendiri kan jawaban nya sodara2….Honda gak ada apa2 nya sebenernya dg Yamaha (sya bicara era satu dasawarsa terakhir bukan puluhan thn lalu dlm persaingan MotoGP era moderen tentunya)

  28. hadi

    sudah paham sya lo kualitas motor yg paling lengkap dn hebat d banding yg lain klo sudah seimbang dlm teknologi dn mesin nya….sudah pasti pilih Yamaha…contoh aj Vixion vs CB150….SOHC yg cma 4 valve kecil2 aja udah bisa seimbang 11 : 12 ma DOHC 4 valve besar2 nya Honda d CB150….apa lagi klo sudah sama2 DOHC nya….sudah pasti CB150 kalah telak ma Vixion DOHC(klo sudah ad produknya)….hanya orang2 buta merek aja yg gak bsa berpikir logis sprt ini ato cma pemikiran para sales.

  29. Klau ane netral aja gan….dua-duanya oke yamaha- honda
    .
    Didunia balap smua sportif…gak bisa menguasai sendiri,krena ada organisasi FIM, Dorna…diawasin semua.gk bisa kongkalikong…

    Klau teknologi menguntungkan satu pihak, pasti yg lain pada protes keras, yg akhirnya walk- out. .. FIM, Dorna sebagai organisasi dan prinsipal bisa tercemar namanya .

    https://sepedamotorblok.wordpress.com

Silahkan beropini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s