Lambang Sayap Memang Dahsyat

suzuki

Yola dulur…. bicara merk motor pilihan kita, tentu cara pandangnya akan berbeda-beda. Namun bagaimanapun, hukum pasar bicara bahwa motor paling banyak populasinya lah yang menjadi acuan utama. Disini berarti kita bicara merk Honda, dengan lambang sayapnya yang dahsyat menancap di pikiran publik.

lambang honda
lambang honda
Begitu dahsyatnya efek lambang sayap ini, bisa membuat sebagian publik motor menjadi takut membeli motor selain merk berlambang sayap. Takut tentang kualitasnya, takut dengan suku cadangnya, takut dengan diler dan bengkelnya, takut dianggap bukan bagian dari masyarakat umum, takut dengan harga jualnya. Semua ini berasal dari anchoring yg masive, terstruktur, dan bahkan turun temurun.

Saking kuatnya kepercayaan dan keyakinan itu, ketika ada hal yang kontradiktif terjadipun, rasa excuse atau maaf dari konsumennya sangat besar.Bahkan saat misalnya daya tahan spare part nggak seperti dulu, sparepart yg nggak selalu ready, desain maupun value dibawah yang lain, semua dimaafkan karena faktor lain masih menonjol, yaitu aman sebagai barang investasi.

anchoring

Hal ini bukan deka mengada-ada, namun karena sebagian besar orang yang deka ajak ngobrol tentang motor, jawabannya mirip-mirip seperti itu. Bahkan kerabat deka sendiri sebagian besar seperti itu, dan deka paham serta maklum menghormati kepercayaan merk mereka.

Bahkan ketika adik deka konsultasi ingin ganti motor yang fleksibel untuk perkotaan yaitu metik, deka menyodorkan metik dari merk yang terkenal bandel, sekarang iritnya nggak kalah, value paling bagus, adik deka masih belum berani ambil. Ketika deka tanya maksud beli metik baru ini yang paling dicari apa, maka jawabannya adalah jika butuh bisa dijual dengan cepat dan harganya bagus. Nah… Kalau keinginannya seperti ini maka selain lambang sayap, deka coret semua tuh…. Silahkan ambil metik merk Honda.

Disini adik deka bukannya ngga ngelihat kualitas honda ngga seperti dulu, dia melihat ada metik lain yang desain dan bodinya lebih bagus, tahu kalau metik lain juga seirit honda bahkan lebih. Tahu bahwa merk anu jaminan sparepartnya lebih ready, tahu merk eta terbukti bandel dan irit. Namun dia dan yang lain-lainnya cukup membicarakan : kalau dijual lagi laku cepet kagak? Turunnya gede nggak? Mereka nggak lagi bicara kualitas, desain terbaik, boro-boro bicara value product.

Itulah gambaran kalau lambang sayap begitu dahsyatnya menancap di pikiran publik. Dan begitu pintarnya AHM memelihara Legacy dari Honda Federal dulu…. Trust…… Enak to… Jualan motor ahm….. merk lain silahkan mikir keras……. 😀
Bagi dulur yang punya opini lain, silahkan share saja….

Bonus…. Afraid of Love… By Danger-Danger

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum

10 Komentar

  1. pengalaman miara Yamaha RZR,
    dari sejak baru dirilis sampai discontinued, nyari spareparts-nya penuh perjuangan, sampai harus cari ke ibukota segala. dan harus pintar2 cari part substitusi.

    jadi sekarang saya beli merk yg pasti2 saja dan tidak nyusahin pemiliknya.
    terserah orang mau bilang apa, FB mau menghina juga silahkan. tapi saya percaya kalau pengalaman adalah guru yg baik dan saya belajar dari pengalaman pribadi saya sendiri.

  2. beli motor yg penting suka n sesuai kebutuhan. masalah purna jual, bagi sy bukan prioritas utama. tentunya g mau mengkorbankan kesukaan kita demi selisih harga jual yg g terlalu signifikan.

  3. persis jg dg daerah saya. sayap ialah yg paling dan paling di suka. terlepas dr semua itu ialaj krn bukti sdah d rsakan. pembngunan kpercayaan yg sayap bangun memang dahsyat.

  4. jdi intine bukn maslh desain dn mesin(ke 2 nya kualitas sebanding)….tpi harga jual second nya….Honda emg tahu banget karakter org Indonesia scr umum….hrs nya merek2 saingan nya Honda hrs memutus mata rantai ttg harga second tsb….tentunya bnyk kok Executife Manager dri merk2 saingan yg mampu menemukan formula utk mutus mata rantai tsb….mungkin bsa blajar dri cara2 nya menseting pasaran (kasus dulu) dri Ikan Louhan, tanaman gelombang cinta dn yg terbaru booming nya Batu Akik….dg kata lain pake dong cara2 “Mafia Perdagangan” utk meningkatkn value harga second nya dg metode yg msh legal…bnyk jalan menuju Roma….gitu aja repot(for Executife Manager merek saingan nya Honda) d bayar mahal kok gak bsa reformasi perusahaannya….kualitas nya d pertanyakan.

Silahkan Beropini