Kadang Biker Memarahi Pemobil Bukan Karena Kesalahan, Namun Iri

Yola dulur…. sering kita melihat seorang biker atau yang sekedar pengendara motor yang sedang adu urat syaraf  dengan pengendara mobil di jalanan, khususnya di kota-kota besar yang lalu lintasnya padat. Meskipun nggak semuanya, hanya sebagian saja, pengendara motor memarahi atau bertengkar dengan pengendara mobil dilatarbelakangi oleh rasa iri.

ilustrasi pertengkaran dari google

ilustrasi pertengkaran dari google

Tulisan ini bukan untuk menggeneralisir kalau pengendara motor itu iri terhadap pengendara mobil, namun secara kasuistis namun banyak kejadian, dari ucapan pengendara motor saat pertengkaran itu terjadi mengindikasikan kalau ada rasa iri terhadap pengendara mobil. Di sini deka bukan mengatakan kita punya rasa iri terhadap yang yang mengendarai mobil, namun rasa ketidakpuasan terhadap tingkat ekonomi kita. Apalagi kita sering melihat orang lain yang mempunyai “nasib sosial” yang melebihi kondisi kita, salah satunya dengan kemampuannya memiliki mobil, rasa iri kemudian muncul di dalam hati kita, menjadi sebuah bom waktu yang siap meledak ketika detonatornya aktif.

Salah satu pengaktif detonator tersebut adalah saat terjadi insiden dengan pengendara mobil di jalan. Meskipun saat kejadian tersebut, katakanlah memang kesalahan ada di pihak pengendara mobil, namun yang memicu amarah kita meledak bukanlah soal kesalahan tersebut. Namun bom rasa iri terhadap orang yang nasib ekonominya lebih baik yang tersimpan dalam hati itulah yang meliputi segala amarah kita.

Namun ada juga yang memang rasa iri tersebut pemicu munculnya amarah dan pertengkaran dengan pengendara mobil. Ini biasanya terjadi bagi pengendara motor yang merasa hidup ini nggak adil, mereka lebih sengsara nasibnya dibandingkan pengendara mobil, sehingga ketika terjadi insiden, entah posisi mereka salah atau benar, mereka melampiaskan rasa ke-iri-an mereka dengan beradu urat syaraf.

Beberapa indikasi pertengkaran dimana rasa iri muncul adalah keluarnya beberapa kalimat seperti, mentang-mentang pakai mobil, mentang-mentang kaya, Dasar orang kaya, de el del….. So…. termasuk golongan mana dulur sekalian?…. kalau deka nggak milih yang seperti itu dah…….. dan semoga dulur-dulur sekalian juga bukan golongan yang punya rasa iri terhadap pengendara mobil.

Bonus…. Queen…. Jealousy

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

4 Komentar

Filed under BELAJAR SADAR

4 responses to “Kadang Biker Memarahi Pemobil Bukan Karena Kesalahan, Namun Iri

  1. Azis Karim

    Waduh..ini mah iri mengundang amarah

  2. barrabaa

    Kalo yang kaya gitu bukan biker sejati gan, tapi yang terpaksa jadi biker karena gak mampu beli mobil..

  3. masa’ sih yang kayak gitu namanya iri?

  4. betul mas faktanya di lapangan ya hampir semua pemotor,dan orang-orang miskin seperti itu semua mas kelakuannya mas dan yang paling bikin marah,adalah mereka berani sekali mengatakan kepada anak-anaknya pemilik mobil dengan mengatakan “Anak orang kaya itu dari lahir sudah kaya” dalam hati saya hanya bisa bilang astaga kok seperti ini kelakuannya para pemotor,dan orang-orang miskin apakah mereka nggak bisa diajarkan sopan santun sama sekali??? terus ditambah lagi media malah ikut campur memutar balikkan fakta dan nggak mau melihat realitanya yang benar benar-benar ironis,dan miris.

Silahkan beropini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s