Kayak Di Film Pretty Women Itu Lho…..Nok (Balada Darmogati)

julia robert
suzuki

Yola dulur…. sudah lama nggak menyapa tokoh imajiner nan gemblung Darmogati nih….. Kali ini kisah Darmogati bercerita saat awal-awal pernikahan Darmogati dan istrinya yang semlohay, si Marsentit ituh.

julia robert
julia robert

Ceritanya setelah beberapa bulan menikah, sebagai seseorang yang mengaku biker, Darmogati ingin mengajak istrinya untuk merasakan sensasi turing jarak jauh dan mengenalkan dunia klub motor untuk istrinya. Kebetulan ada acara gathering di Anyer. Sekalian honey moon kedualah…… dan si Marsentitpun tergoda mendengar kata Anyer.

Yah, meskipun pengantin yang baru merasakan dunia rumah tangga baru beberapa bulan yang secara keuangan belum mapan-mapan amat, mereka berdua memutuskan untuk mengadakan long turing dari Cirebon sampai Anyer. Yang penting ada uang bensin dan makan cukuplah untuk melakukan turing plus wisata ke anyer. Toh mereka ke sana bersama braderhut-braderhut yang rasa toleransinya tinggi, jadi soal akomodasi cingcay lah…. Dengan piksen merahya Darmogati mereka melakukan long turing, plus uang di dompet sebesar 300 ribu.

Singkat cerita perjalanan dan acara di Anyer berjalan lancar tanpa kendala. Bahkan di tempat gathering ada pesta makan ikan bakar gratis. Yang namanya gratisan, jelas seperti surga buat Darmogati. Doi melahap sebanyak-banyak-nya ikan yang tersedia, pokoknya seperti karung dikasih mulut dah…. ikan apapun diembatnya, entah ikan buntal atau ikan etong disikat tanpa peduli.

Nah… karena kerakusannya itulah pangkal dari permasalahan saat perjalanan pulang. Entah keracunan apa, perut Darmogati melilit sepanjang perjalanan pulang. Hal itu membuat riding tidk nyaman, sehingga doi dan istrinya tercecer di belakang sendiri. Sampai di daerah jakarta, perut Darmogati sudah tidak mau kompromi lagi, pantat bagaikan gunung berapi penuh lava panas yang tersumbat kubah lava siap meletus. Saat melihat ada sungai, dia berhenti di samping jembatan. Begitu berhenti, istrinya bingung dan bertanya ke suaminya.

Marsentit   : Mas…. kok berhenti di sini Mas?

Darmogati : Aduh…. perutku mulas banget nok, udah nggak kuat nih, mau modol dulu ke sungai, kamu tunggu di sini ya.

Marsentit  : Walah mas…mas… kenapa nggak nyari wc umum saja, paling cuma bayar 2000 perak…

Darmogati : weh….. ngirit nok…. kalau bisa gratis, kenapa harus bayar…….

Darmogati langsung melipir ke semak-semak pinggir sungai. Kemudian doi melepas celananya dan nyantolin disebuah ranting pohon dan doi melakukan ritual hajatnya dibawahnya. Nah…. saat ngeden kenceng itulah Darmogati hilang keseimbangan dan terjengkang ke belakang. Karena kaget, reflek doi meraih apa yang bisa diraih, apesnya…. celana yang dicantolin itulah yang teraih. Akibatnya Darmogati kecebur ke sungai beserta celana jin bututnya…. Gejebuurrr !!!!….

Setelah penepi, doi basah kuyub, namun celana jin-nya selamat karena dipegangin. Namun apes…. dompetnya entah kemana ditelan aliran sungai. Padahal sisa ada di dompet itu, kalau surat-surat identitas dan motor sih ada di dompet istrinya. Melihat suaminya datang dengan kondisi basah kuyup, Marsentit heran.

Marsentit   : Kok basah kuyup mas, emang kenapa?

Darmogati : anu nok, tadi aku kecebur sungai. Aku sih nggak apa-apa, tapi dompetnya hanyut.

Marsentit   : Nah kan……. udah dibilang cari wc umum malah milih sungai. Pengen ngirit malah kehilangan duit. Terus gimana kita bisa pulang? bensinnya cukup nggak sampai cirebon ?

Darmogati : Ah… dipikir sambil jalan aja yuk, bensin tinggal 1/4 tangki nih. sambil nyari tempat untuk istirahat…

Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan, dan menemukan sebuah taman di Jakarta. Waktu menjelang malam, mereka duduk-duduk di bangku taman, yang ternyata taman ayodya blok m. Darmogati memutar otak bagaimana bisa dapat uang untuk isi bensin dan makan. Padahal dia nggak punya sanak kadang di Jakarta, mau hubungi teman braderhutnya, hape di celana off gara-gara kecebur sungai. Sambil peras otak, mata Darmogati tertuju dikumpulan cewek-cewek yang menggoda para pria di pinggir jalan. terlintas sebuah ide  di kepala Darmogati…. Ting………

ilustrasi
ilustrasi

Darmogati : Nok…… kamu percaya kan kalau aku sangat cinta sama kamu?

Marsentit   : Kok aneh pertanyaannya mas? ya jelas percaya kalau mas cinta banget sama aku, kan kita udah nikah, emang kenapa to mas?

Darmogati : Anu…. ingat film Pretty Woman nggak kamu nok?

Marsentit   : Ya jelas ingat mas, itu kan film favoritku, emang kenapa? kok pertanyaannya aneh-aneh gitu?

Darmogati : Gini…. kita kan nggak punya uang nih, padahal bensin ampir habis dan kita nggak punya kerabat di sini. Jadi gimana kalau Nok jadi seperti tokoh perempuan di film pretty woman itu nok…… mas akhlas kok untuk kali saja.

Marsentit  : APAAAAA !!!!!?? jadi aku harus jual tubuh ini ke pria hidung belang? GILA mas…… Kok mas tega-teganya punya pikiran seperti itu!!!

Darmogati : Lha gimana lagi, itu satu-satunya yang bisa kita lakukan sekarang……

Marsentit   : Tapi itu dosa mas….. terus apa mas tega tubuh ini dinikmati pria lain??

Darmogati : Iya sih dosa…. namun setelah itu kita tobat Nok, kan cuma sekali ini saja. Soal cinta, aku sangat cinta kamu lahir batin, tidak hanya soal fisik saja. Meskipun pernah dijamah pria lain, aku akan tetap mencintai kamu nok….

Karena mendengar ucapan darmogati yang tulus dan sangat memelas, setelah dikir panjang x lebar dan dengan sangat berat hati karena nggak bisa mencari jalan lainnya, akhirnya marsentit mengikuti ide konyol suaminya……. ( Bersambung…. )

 

 

 

3 Komentar

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Mas, Tolong Dipinjemin 100 ribu….. ( Balada Darmogati ) | 78deka
  2. Mas, Tolong Dipinjemin 100 ribu….. ( Balada Darmogati ) | 78deka

Silahkan Beropini