Kualitas Itu Bicara End Product Package, Bukan Sebuah Tehnologi

kualitas wahid
kualitas wahid

Yola dulur…. penjara merk sekarang emang sedang ke tahap kronis, atau akut buat biker pemula. Saat ada artikel entah di warung mana, membahas sebuah tehnologi part sebuah motor dan mengulas keunggulannya, maka biker yang merasa motornya nggak memakai tehnologi tersebut dengan gegap gempita menolaknya. Padahal yang dibicarakan adalah part, bukan kualitas motor itu sendiri, karena bicara kualitasa adalah bicara end package yang ada di motor tersebut secara keseluruhan.

Padahal kalau dipikir, onderdil atau part motor itu jumlahnya ratusan. Nah diantara ratusan tersebut salah satu atau beberapa dibuat inovasi agar lebih baik. Dengan perkembangan tehnologi dibuat part agar kualitasnya meningkat. Seperti klep titanium, alusil silinder, nikasil silinder, spiny sleeve, pneumatic klep, busi iridium, decompresi, offset silinder, cooling sistem, air induksi de el el. Banyak sekali yang bisa dipakai di sebuah motor.

quality banner

Nah kadang, atau seringnya kita sedang mengulas tehnologi tersebut, bicara cara pembuatannya, keuntungannya, maupun kekurangannya. Lumrahnya buatan manusia yang tidak sempurna, ada celah yang harus diperbaiki. Ulasan seperti itu dimaksud untuk menambah wawasan kita, bukan mendorong orang untuk condong ke merk tertentu. Namun karena opininya sudah terpenjara oleh sebuah merk, maka jika merk yang dipakai nggak menyematkan tehnologi tersebut, dianggap bukan sebuah keunggulan.

Padahal yang dibicarain bukanlah kualitas sebuah motor. Kalau menyangkut kualitas sebuah motor maka kita bicara hasil utuh sebuah motor ketika dipakai selama rentan waktu menunjukkan ketiadaan penurunan performa maupun building quality. Cara pengetesannya biar sahih pun memakan waktu dan agak kabur… Kenapa? Karena motor yang dibandingkan kualitasnya harus diperlakukan sama, dalam jangka waktu yang sama.

esp engine
esp engine

Tehnologi yang ditempelkan di motor itu secara umum ada 2 macam. Pertama untuk meningkatkan kualitas penggunaan baik performa, kekuatan maupun kenyamanan, dan yang kedua untuk menutupi kelemahan yang ada. Gampangnya gini, motor A perlu balancer agar getarannya berkurang, sedangkan motor B tanpa balancer, getaran sudah minim… Semua hanya beda pendekatan saja sebenarnya… Tujuan akhirnya sama

Itulah kalau sudah terpenjara merk…. Ketika ada inovasi yang dari luar maka akan menolaknya karena dianggap nggak sepaham… Nggak satu merk nggak oke 😀 😀 ……. Ibarat beli wafer silahkan pilih rasa coklat, strawberry, caramel, tiramisu, atau yang original… Itu semua terserah selera masing-masing…. Yang jelas wafer tanpa topping kurang nampol… Lebih enak yang ada toppingnya seperti coklat, caramel de el el….. Itulah gunanya tehnologi.

Bonus….. When The Blind Man Cries… Deep Purple

Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum

2 Komentar

Silahkan Beropini