Kenapa Silinder SCEM Dan Diasil Silinder Tidak Recomended Di Kolter?

pleci

Yola dulur…. ada pertanyaan umum yang beredar di publik biker, dan itu bisa digunakan untuk meracuni opini publik tentang keunggulan silinder SCEM dan diasil. Ya… keunggulan dua jenis silinder itu bisa diputar balikkan faktanya agar menjadi bahan yang penuh kelemahan. Ya….. yang awalnya menjadi keunggulan mutlak direkayasa bahwa mesin yang menggunakan liner berpelapis atau memakai diasil silinder itu mesin yang penuh keterbatasan karena tidak bisa di bubut atau dikolter.

coated sleeve, plated sleeve
coated sleeve, plated sleeve

Kalau mengikuti artikel-artikel sebelumnya di warung ini sih jawaban seperti itu bisa dijawab dengan mudah, yuk silahkan cek di artikel berikut

plus-minus-3-macam-jenis-silinder-blok-mesin-motor-part-1/

plus-minus-3-macam-jenis-blok-silinder-motor-part-2/

perbedaan-scem-dan-diasil-unggul-mana/

Ya…. beredar diobrolan motor bahwa kelemahan utama di silinder scem dan diasil adalah tidak bisa dikolter atau bore-up.  Kenapa begitu? karena jelas scem dan diasil itu kerasnya melebihi baja. Jadi kalau dikolter harus memakai mata bor spesial biar tedas mengikisis dinding liner, nah…. mata bor ini jelas mahal dan terbatas keberadaannya. Namun lebih fatalnya lagi, andaikatabisa dikolter pun, keunggulan scem dan diasil menjadi hilang….. khususnya efek anti friksinya.

perbandingan steel sleeve dan diasil silinder
perbandingan steel sleeve dan diasil silinder

Lho kenapa?…. ya karena scem itu punya dinding pelapis yang sangat tipis, begitu pula dengan diasil yang ada konsentrasi lebih silicon di permukaan liner. Saat berhasil dikolter, otomatis pelicin tersebut akan hilang. Jika masih ingin anti friksi harus dilapisi ulang yang memakan banyak biaya untuk scem, atau menimbulkan konsentrasi lebih silikon pada diasil.

Lagi pula, “kelemahan” ini sebenarnya bukanlah kelemahan, ingat, silinder scem dan diasil itu lebih keras dibandingkan liner baja, jadi tergoresnya juga lebih tahan lama daripada liner konvensional. Gampangnya, liner dengan pelapis seperti ini  lebih susah tergores dibandingkan liner baja, jadi buat apa dikolter? Kalau karena penggunaan yang bergajulan, kasar, suka memperkosa motor yang mengakibatkan linernya rusak tergores, yah…. tinggal ganti se set saja….. Paling juga selisih nggak banyak daripada kolter barang lama…. plus dapat bonus silinder baru, spare part baru dengan keunggulan lebih dibandingkan yang konvensional kan….

diasi lsilinder
diasi lsilinder

Masih ragu memakai silinder scem atau diasil karena nggak bisa dikolter? hehehehe…. lha barang baru belum rusak kok udah mikir rusak….. Kalau deka lebih milih nggak usah dikolter dah…. berarti silindernya waras….kalau dikolter berarti silindernya rusak duluan….  😀 😀 ….. Dikasih tehnologi tinggi kok nggak mau, lebih berat ke tukang kolter 😀 😀 😀 …..

Bonus…. Fool For Your Loving….. By Whitesnake

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

32 Komentar

    • diasil itu bukan lebih keras dari baja bro, tapi material seher dan silinder blocknya sama, jadi kalo ganti bukan hanya sehernya saja, tapi sama silinder blocknya juga, kehabisan oli / kualitas oli juga pengaruh terhadap keawetan seher apapun teknologinya, baik diasil maupun tidak………………… klo gak percaya silahkan dicoba, kuras oli mesinmu, lalu hidupkan motormu 😀

      • literatur yg ane baca spt itu, maksud pembuatan aloy alusil/ diasil adl mencari logam yg ringan namun kekerasan melebihi baja cmiiw. bicara keawetan itu parameternya dianggap sama bro mau scem, diasil, konvensional. nah yg diasil dan scem lebih awet

  1. yg takut kalo rusak gak bisa dibaiki, untuk yg diasil harga blok diasil kan barunya lebih murah dari silinder blok biasa, tinggal beli baru hehe :mrgreen:

    kalo alasannya gak bisa dikolter berkali-kali buat nambah cc,
    yg silinder sleeve kalo daging liner bajanya tipis ya sama aja paling sekali kolter dah gak bisa dipake lagi

    antara honda dan yamaha yg sama2 pake silinder sleeve kan honda terkenal tipis daging linernya, yamaha terkenal punya daging yg tebal.

  2. ya pasti sangat ragu…buktinya vario ane kilometer 65357 tahun 2007 xeon ane kilometer 35240 tahun 2010 xeon duluan yg turun mesin vario belum…perbaikin tuh kualitas kruk as bearing,,yamaha dulu bearing fag sekarang koyo yg cacat…lihat tuh jupier mx sm jupiter z awet mana??jupiter mx banyak yg ngebul coy sm kaya xeon ane….jadi piston sm blok cuma penggerak jantungnya y kruk as/stang seher bearing dll…emang motor isinya cuma blok sm piston oon betul….

    • Konteks yg dibicarain itu soel liner…. Bukan kualitas mesin scr keseluruham…. Mangkanya ane nggak nyebit merk…. Situ panasan sih…. Jd ngga bisa menangkap scr utuh 🙂

  3. Sedikit meluruskan info yang terpeleset Diasil ataupun alusil bukan lah proses coating atau plating tapi adalah alumunium alloy dengan kadar silicon sekitar 20% persen. Silicon inilah yang memiliki kekerasan tinggi dan digunakan sebagai bahan anti gesekan tidak ada proses pelapisan didalam alusil atau diasil silinder.

      • “Namun lebih fatalnya lagi, andaikanbisa dikolterpun, keunggulan scem dan diasil akan menjadi hilang…..khususnya efek anti friksinya” pernyataan ini hanya ber laku untuk silinder scem yg memang coating /lapisan keras hanya ada pada permukaan saja, jadi begitu silinder dibubut lapisan keras akan hilang dan tinggal alumunium saja yg tidak keras. Hal ini tidak berlaku untuk silinder Diasil atau Alusil, karena dengan proses pembubutan dan proses finishing yang tepat kristal kristal silicon akan tetap dapat membuat permukaan silinder tahan gesekan. Diasil kalo saya ibaratkan seperti campuran Beton, campuran pasir dan semen adalah alumunium sedangkan kerikil kerikil yang keras adalah silicon-nya.

        • setahu saia, diasil sendiri dalam pemrosesan juga dilakukan pemampatan konsentrasi silikon di permukaan liner bro….silahkan cek di artikel sebelumnya.

        • Oh gitu ya?? Bisa tolong diperjelas lagi bagaimana caranya pemampatan silicon di permukaan liner?? Bagaimana campuran alumunium dan silicon cair yang panas ini dapat dengan patuhnya untuk berbaris berkonsentrasi di permukaan liner ketika dituang ke dalam cetakan?

        • Begini anda-kan menulis artikel, dibaca orang banyak termasuk saya dan sudah lumrah kalau ada pertanyaan akan ditujukan kepada penulis untuk tambahan informasi. Apakah setiap kali kalau ada pertanyaan akan selalu dijawab: silahkan ke gugel untuk informasi? Pembaca merasa tanya jawab yang sedang berlangsung diberhentikan begitu saja, dengan kata lain: STOP tanya jawab sampai disini saja, mohon cari informasi tambahan ditempat lain. Terima kasih atas informasi yang sudah disampaikan, mohon maaf kalau ada kata kata yang kurang berkenan.

        • Coba dilihat diartikel sebelumnya ttg beda diasil, scem dan spiny sleeve…. Disitu sedikit digambarkan cr pembuatan diasil yg ane rangkum dr bbrp sumber…. Kalau masih blm yakin silakan tanya mbah gugel 🙂

    • Silahkan cek di artikel sebelumnya yg ada link diatas, scem diasil unggul mana. Disitu sedikit ada gmbr tentangg diasil yg di permukaan linernya ada konsentrasi silicon granule yg lbh pekat

      • Alumunium Silicon alloy saya ibaratkan sebagai beton, campuran semen pasir diibaratkan sebagai alumunium, dan kerikil diibaratkan sebagai silicon. Sebelum ngecor campuran ini diaduk rata agar campuran tersebar rata(campuran homogen). Setelah diaduk rata campuran beton ini dituang ke dalam cetakan, nah lagi lagi pertanyaan-nya bagaimana caranya campuran yang sudah homogen tadi, terus tiba tiba dengan ajaib di dalam cetakan kerikil- kerikil(silicon) tadi bisa baris terkonsentrasi di pinggir liner?

        Jangan kembali direferensi ke artikel artikel sebelumnya yang jelas tidak ada menerangkan detail proses bagaimana silicon tiba tiba secara ajaib bisa baris di permukaan liner.

        Tidak ada proses yang ajaib, Tidak ada konsentrasi hanya disatu sisi saja, Silicon sudah tersebar rata diseluruh alumunium, pinggir tengah dan luar semua sama(homogen), jadi kalau diambil sampel metal dari beberapa lokasi yang berbeda jumlah perbandingan alumunium dan silicon adalah sama.
        Setelah proses pengecoran tentu perlu ada proses machining sebelum blok bisa digunakan.
        – Pembubutan, setelah proses pengecoran permukaan liner masih kasar perlu dilakukan pembubutan untuk mendekati dimensi yang diinginkan.
        – Honing, proses pembubutan permukaan dan menggosok permukaan supaya halus untuk mendapatkan dimensi yang diinginkan.
        – Exposing silicon crystal, proses lapping atau penggosokan final agar pinggiran silicon yg keras tidak menjadi tajam dan juga supaya crystal silicon menjadi lebih tinggi dari alumunium di sekitarnya.

        • Saia berpedoman pada gambar diasil yang konsentrasi silicon di permukaan liner lebih banyak. Gambar jg saia ambil dr sumber yg menerangkan bahwa konsentrasi silikon “dipancing” agar berkumpul di dinding liner.. Soal caranya bagaimana saia ngga tahu, maklum bukan bidang ilmunya… Mungkin dulur bisa menerangkannya. Itu jg dl yg menjadi pertanyaan saia, bgmn menyedot silikon terkumpul di permukaan.

        • Jawabannya:
          Tidak ada proses yang ajaib, Tidak ada konsentrasi hanya disatu sisi saja, Silicon sudah tersebar rata diseluruh alumunium, pinggir tengah dan luar semua sama(homogen), jadi kalau diambil sampel metal dari beberapa lokasi yang berbeda jumlah perbandingan alumunium dan silicon adalah sama.
          Setelah proses pengecoran tentu perlu ada proses machining, berikut 3 tahap pengerjaan Alumunium Silicon Silinder sebelum blok bisa digunakan:
          1. Pembubutan, setelah proses pengecoran permukaan liner masih kasar perlu dilakukan pembubutan untuk mendekati dimensi yang diinginkan.
          2. Honing, proses pembubutan permukaan dan menggosok permukaan supaya halus untuk mendapatkan dimensi yang diinginkan.
          3. Exposing silicon crystal, proses lapping atau penggosokan final agar pinggiran silicon yg keras tidak menjadi tajam dan juga supaya crystal silicon menjadi lebih tinggi dari alumunium di sekitarnya.

  4. Tdk menjadi jaminan mau silinder nya teknologi metalurgi diasil,scem atau masih boring biasa.kalau perawatan nya terbengkalai dan karakter pengendara nya yg kurang baik serta….masa kerja mesin itu sendiri.mesin merek a cuman kali kali di pakai,mesin merek b sebagai motor harian.mau berapa kilometer jg tidak menjamin…brand a,b,c yg paling awet,tdk ngebul,haus oli dsb….
    Banyak faktor yg mempengaruhi nya bkn hanya penggiringan opini dan pembunuhan brand image….

    • Iya setuju, saya bukan orang yang fanatik pada satu merk, dan saya sudah coba semua merk motor yg ada di indonesia, klo soal mesin tergantung perawatannya saja, perawatan pun mudah, yaitu gunakan bensin oktan 92 atau lebih, dan ganti oli per-2000 km. dijamin merk apa pun odometer diangka 20.000 km, tetep berasa seger, bertenaga…

Silahkan Beropini