Kenapa Harus Pleci ? ( Zosterops, Kacamata )

suzuki
pleci
pleci

Yola dulur… Artikel oot, bukan dunia permotoran. Kebetulan ane lagi punya hobi baru, kesenangan yang lainnya, mainan baru, yaitu ngelus-elus manuk, burung 😀 😀 . Haisss….. Jangan mikir ngeres dulu, manuk disini adalah burung yang sebenarnya, burung secara harfiah bukan yang di dalam sarung 😀 .

Dan kebetulan pula, burung yang ane pilih adalah burung pleci, bahasa latinnya zoosterop sp, atau di beberapa daerah disebut burung kacamata. Disebut burung kacamata karena burung ini seperti memakai kacamata, ada lingkaran putih mengelilingi bola mata.

Kenapa deka pilih burung yang ukurannya kecil, warna nggak menarik, dulunya adalah burung sampah nggak laku. Kenapa bukan burung kacer, murai, jalak, lovebird, kenari, atau bangsa cucak, seperti cucak rawa, cucak jenggot dan lain-lain?Ada alasan logis yang akan ane ungkap, namun kesukaan baru ini adalah hasil dari ketidaksengajaan. Waktu lebaran kemarin ane nganterin adik yang pengen hunting burung pleci di pasar Muntilan, magelang. Karena ingin tahu, akhirnya ane anterin sambil tengak-tengok nanya seputar per-plecian. Dan akhirnya bawa pulang 2 ekor pleci, 1 ekor milih sendiri dari kandang ombyokan ( barusan nangkap, jumlah 1 kandangnya puluhan ekor ), ane tebus cukup 20 ribu rupiah.

pleci
pleci

Dan yang satunya dipilihin ama yang ngaku tahu banyak tentang pleci, ane dipilihin dari kandan pilihan, katanya jantan dan bakalan bunyi. Dan ternyata setelah ane belajar sendiri tentang pleci, ternyata burung yang dipilihin itu ternyata betina 😀 😀 … Udah lebih mahal 35 ribu, dapat betina pula… Sampai jambul uwanen ya nggak bisa kicau 😀 .

Back to alasan kenapa Pleci yang ane pilih. Ada beberapa alasan yang mendasarinya, yaitu:
– Burung satu ini adalah burung endemik asli Indonesia, jumlah di alam masih banyak. Jadi ane nggak khawatir burungnya terancam punah.
– Harganya relatif murah jika beli ombyokan, 20-30 ribu. Bahkan saat awal piara, harga kandangnya 4x lipat dibanding harga burungnya 😀 . Bandingkan dengan bakalan cucak hijau atau jenggot yang sudah bermain di angka ratusan ribu. Atau kelas murai, cucakrawa yang berjut-jut.
– Walau bakalan harga murah, namun ketika sudah mulai ngeriwik atau belajar berkicau, harga bisa mencapai 100 ribuan. Jika sudah gacor bisa 200-400 ribu. Jika sudah berani turun lomba, 500 ribu up… Kalau udah pernah juara lomba, harga gelap… Bisa berjut-jut juga…. Bahkan ada info pleci juara 1 nasional bisa diharga diatas 35 juta… Weeekkk… Burung sejempol lho…..
– Ukurannya kecil, jadi hemat pakan dan kandang. Pakan cukup voor dan buah-buahan plus extra fooding, ringan diongkos.
– Burung satu ini terkenal bandel dan tahan strees. Jadi jangan khawatir buat yang beraktivitas pagi sampai sore. Perawatan harian pleci relatif mudah, tinggal isi voor, ganti air minum, ganti buah dengan yang segar, gantang di tempat yang teduh di pagi hari, sampai sore, baru dimasukkan lagi ke dalam rumah.
– Burung pleci walaupun ukurannya mini, namun termasuk burung cerdas. Pandai meniru suara burung lain, khususnya golongan burung finch, seperti burung kenari, gereja, mozambik, ciblek, kutilang, kolibri, dan burung-burung lainnya. Saat pleci sudah ngerol dan ngeplong, maka seperti candu saat mendengarkan ocehannya.

Itulah beberapa alasan, kenapa burung pleci ane jadiin hobi baru. Namun yang jelas, ane ini tipe tangan gatel 😀 . Punya burung 5 ekor, semua buat eksperimen basis keilmuan sekolah ane 😀 …. Dari berefek mencret, bulu ambrol dsb 😀 . Tapi asyik juga dunia per-plecian… Di lain waktu ane sambung lagi tentang perplecian….
Bonus : ….. Lynyrd Skynyrd…… Free Bird


Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum

Be the first to comment

Silahkan Beropini