Yang Bikin R15 “Inferior” Dibanding CBR150 Bukan SOHC-nya, Tapi Overstroke-nya

yzf-r15

yzf-r15

Yola dulur…..Lagi rame nih tentang compare-comparean, voting-votingan, survey-survey-an di kelas yang baru semerbak harum, sport fairing 150 cc. CBR150R baru memang menyuguhkan sensasi baru dibandingkan versi lamanya, setting mesin baru dan balance baru dari sektor bodi. Dan tentu saja akan disandingkan dengan rival abadinya Yamaha…. R15. Sudah deka terawang, CBR akan menjual spek mesin DOHC-nya ( bisa cek di artikel ini, artikel itu )Deka mau ikut-ikutan kok ya males cari spek data kedua motor tersebut, mau ikutan bikin survey….. hmmm udah kalah tenar nama dibanding blogger lain… entar ngadain survey yang ngisi cuma 10 orang kan  nggak valid hasilnya 😀 .

Mending sekarang deka ngajak ngobrol ala warung angkring kenapa R15 impresi performanya nampak inferior dibandingkan CBR150R. Memang hampir semua menuduh bahwa mesin Minarelli yang dipakai oleh R15 yang masih SOHC lah yag menjadi biang kerok performa r15  di bawah DOHC-nya CBR. Mungkin saja…lha wong deka bukan pakar permesinan, namun mari kita geser sudut pandangnya sedikit. memang yang menjadi tolok ukur di sini adalah makin banyak makin baik, makin banyak lebih superior, dua lebih baik dari satu, dua memberikan daya yang lebih besar dari satu. Namun konsep DOHC atau poros cam ganda ini adalah pendekatan konsep agar kerja part lebih ringan saat mesin digeber di rpm yang lebih tinggi, atau mesin punya daya tahan lebih saat di rpm tinggi. Apakah SOHC bisa melayani rpm lebih tinggi? Bisa…. asal ditambah dengan tehnologi lainnya dan bahan part eksotis.

cbr150r new 2014

cbr150r new 2014

Jadi DOHC bukan parameter performa mesin, kalaupun ada pengaruhnya sangat tipis, hanya didunia balap dengan pembalap pro saja yang bisa memaksimalkan keuntungannya, sedangkan kita akan bicara versi jalan raya, daily use. Parameter utama performa mesin adalah Power dan Torsi yang dihasilkan. Power dan torsi mesin dihasilkan dari kemampuan jantung mesin sendiri, ruang pembakaran, dan yang berperan adalah EV atau efisiensi volumetrik, printilannya ada kompresi, daya hisap, kubikasi, pengapian, de el el. Tingginya RPM mesin itu yang membatasi adalah piston speed……nah disini peran karakter mesin yang Overbore dan overstroke yang bicara, overbore memungkinkan untuk pencapaian RPM yang lebih tinggi.

Dengan overbore, mesin bisa mengail power di putaran mesin atas dengan mudah dibandingkan overstroke. Karakter overstroke yang mengumpulkan power di rpm bawah memang sangat menguntungkan buat mesin motor harian maupun dirt bike…..offroad. Berbeda dengan mesin Overbore yang cocok buat jalan aspal dan sirkuit. Nah disinilah mesin r15 terasa inferior saat digeber di rpm tinggi dibandingkan CBR. Ibaratnya makin rpm tinggi malah makin ampang…. beda dengan overbore yang terus ngisi, lagian DOHC bukan tehnologi baru kok…lamaaaaaa banget. So…. jika ingin melayani mesin CBR, ganti tuh miranellinya dari overstroke ke overbore……. yang penting sudah 4 klep…….kompresi sama, power sama, torsi sama….. bonus berat mesin sohc yang lebih ringan….. bukti? nih contoh 2 mobil ini unggul mana secara performa DOHC VS SOHC

Demikian obrolan kali ini, untuk para duluryang bisa menambah wawasan tentang permesinan mohon pencerahannya

Semoga ada yang nimbrung…eh bermanfaat

Wassalamualaikum

 

26 Komentar

Filed under honda, opini, yamaha

26 responses to “Yang Bikin R15 “Inferior” Dibanding CBR150 Bukan SOHC-nya, Tapi Overstroke-nya

  1. Pembahasan yang gamblang kang

    ============

    15 Foto Inspirasi Modifikasi Kawasaki KLX 150 dan D’Tracker 150 http://klxadventure.com/2014/09/21/15-foto-inspirasi-modifikasi-kawasaki-klx-150-dan-dtracker-150/

  2. jendul

    sok teu lo min.. lg nggiring wedus ta?

  3. walaah ujung2nya lagi ngemengin nyaris vs njass y?

  4. siapa bukan sih

    disainnya juga cbr bagus mas nggak bosenin, klo r15 kepalanya aja yg kegedean, buritannya keren tapi ane liat nggak nyaman buat boncenger

  5. arlong

    nah, ini dia, mesin overstroke R15 emang jadi kendala tersendiri, diatas 8500 RPM bakal kerasa loyo, lha diameter piston cuma 57mm (sedikit lebih kecil dari NMP) tapi stroke mencapai 58.7mm (terlalu panjang), kalo saja Yamaha mau bikin konfigurasu baru, dg diameter piston 60.05mm x panjang langkah 52.2mm maka sudah bisa dipastikan overbore dan dg rumus volume silinder kapasitas mesin akan jadi 149.99cc alias hampir pas 150cc, panjang langkah 52.2mm dipilih lantaran sama dg panjang langkah piston R1 crossplane, dg kata lain sudah ada basicnya. lalu redline bisa ditingkatkan menjadi 11.000 RPM karna piston speed masih di kisaran 19.kecil m/s. kemudian peak power bisa ditaruh di kisaran 9500-10.000 RPM, lalu mesin masih SOHC bukan masalah yg penting udah 4 valve. dan satu lagi, pakai kruk-as atau crankshaft model bulan sabit bukan lingkaran penuh, supaya tarikan diputaran bawah lebih terasa nendang. Lalu model terutama lampu depan diganti yg lebih sipit, dan tangki ganti NVL, cukup. itu saja ane pikir udah mampu bikin R15 jadi lebih superior^^

  6. dody

    desain R15 juga inferior dibanding R125. tangki R15 juga kurang seksi dibanding tangki cbr.

  7. dua-duanya kekecilan kalau saya naikin. kayak kingkong naik sepeda.

  8. gie

    Jadi kendalanya di piston speed ya…?
    Bagaimana dg moge2 yg stroke nya jauh lebih panjang, koq ECUnya tetep disetting high rpm, apa mereka tdk memperhitungkan piston speed?

  9. O=O

    sbnere mesin sohc minarelli emang sesuatu bgt, tp kendala performa mesin terletak pada limiter dipiston speed, jika dipaksakan konfigurasi spt opini bro arlong maka kendala yg akan dihadapi lebih pada kekuatan material part mesin untuk melayani output yg diperoleh dari konfigurasi overbore sohc utk rpm tinggi

  10. Aa Ikhwan

    waow ngacir 😀

  11. arlong

    jika R15 pake engine SOHC 4 valve dengan konvigurasi baru diameter x langkah 60.05mm x 52.2mm yg berarti overbore ga begitu bermasalah kok buat putaran atas, yang penting red line jangan terlalu tinggi, maksimal 11.000 RPM saja atau Limiter ditaruh di 11.000 RPM sedangkan red line
    di 10.750 RPM, peak power di kisaran 9500-an RPM, Xeon 125 aja panjang langkahnya 57.9mm berani naruh peak power di 9000RPM kok, toh buat harian ya jarang banget make RPM 10.000 keatas.

  12. Terbukti overbore NS200 karakter rpm atasnya wow banget, meski masih SOHC ,
    Racoyo ? Yo wiss
    :mrgreen:

  13. supra 2002 ku awet rajet

    Satu lg, ketersediaan swith dim dan suara klakson yg sdikit lebih jantan dr cbr150r bikin r15 makin inferior. Xixiixixi…

  14. Brebet

    mungkin kalau takut ga kuat dengan mesin yg sekarang di over bore, bisa ganti ukuran cylinder blocknya jadi lebih besar di banding skrg yg terlihat ramping, karena klo mesin skrg di ganti jadi over bore mungkin bisa ganggu alokasi jalur cairan pendingin di cylinder blocknya..sedangkan bagian cam ga perlu banyak ubahan, cuma menyesuaikan ukuran dari cylinder block nya aja..IMHO..ane bukan montir, cuma opini awam 😀

  15. bescorpio

    asli menarik nih, overbore tapi SOHC dan membutuhkan part berkualitas tinggi——> harga mahal?

  16. Ping-balik: Memahami DOHC Secara Sederhana….. Seperti Obat Kuat | 78deka

Silahkan beropini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s