Marquez, Terlalu Sering Berbuat Kesalahan, Namun Terlalu Sering Menang Pula

Yola dulur….. gelaran motoGP seri Silverstone kali ini deka hanya mengikuti jalannya balapan selama 11 lap akhir karena deka harus tahlilan dulu. Namanya juga hidup di kampung, ketika ada tetangga atau kerabat yang sedang melakukan hajatan atau tahlilan kita tidak melawatkan kesempatan untuk bersilaturahmi dan berdoa bersama.

silverstone

silverstone

Dengan melihat balapan di 11 lap terakhir deka disuguhi balapan yang sangat menarik, sepertinya berjalan sangat ketat dari awal lap. Di 11 lap akhir tersebut marquez dan Lorenzo saling sikut untuk memimpin balapan terdepan.Sedangka rombongan di belakangnya terdiri dari Lek Rossikin, Daped, dan Dovi cucuk-cucukan memperebutkan jatah podium terakhir.

Ketiga pembalap di rombongan ini saling sikut, meskipun akhirnya dengan kematangannya Rossi bisa mempertahankan posisi ketiga setelah menyalip Pedrosa. Sedangkan Dovi dan Daped masih berjibaku di sisa akhir balapan dan Daped berhasil menelikungnya di akhir balapan yang akhirnya finis di belakang jagoan gaek tim biru.

Di depan rombongan kecil tersebut terlihat pertarungan ketat anatara Lorenzo dan Marquez. Lorenzo dengan skill luar biasanya bisa membalap dengan rapih, sempurna melahap tiap tikungan. Dengan gaya dan skill yang flamboyan itulah doi bisa melayani Marquez sampai lap akhir balapan. Flamboyan karena gaya balapan pembalap ganteng ini seperti menari dengan gemulai, mengalir saat melahap tiap tikungan. Melihat kesalahan saat melahap tikungan adalah kesempatan yang sangat jarang dilakukan oleh pembalap ini. Hanya dengan cara inilah tim Yamaha masih bisa bertarung dengan HRC bersama Marqueznya. Sudah jadi rahasia umum bahwa musim ini yamaha lagi kurang akrab dengan ban Bridgestone.

marquez-vs-lorenzo-mugello

marquez-vs-lorenzo-mugello

Marquez sendiri seperti balapan-balapan sebelumnya, membalap dengan style agresif. Terlalu agresif bahkan jika dilihat dari tolok ukur motor dengan kontrol traksi dan pengatur keseimbangan. Entah bagaimana nasibnya jika doi membalap dengan motor klasik atau tanpa tehnologi minimal 2 tersebut diatas. Di 11 lap akhir balapan tersebut Marquez berusaha keras mendahului Lorenzo. Motor diforsir sapai batas, hardbreaking, rear sliding dia lakukan, saking ngototnya beberapa kali doi melakukan beberapa kesalahan. Telat mengerem dan melebar saat keluar tikung, seperti yang terlihat di balapan seri-seri sebelumnya dari awal seri, terlalu sering untuk seorang juara motoGP.

marquez dan nakamoto

marquez dan nakamoto

Namun herannya setelah melakukan kesalahan, tidak ada 1 lap berjalan doi sudah memimpin lagi meskipun melakukan takeover yang agresif, bahkan sampai terjadi kontak. Entah kenapa gap 0,5 detik bisa diatasi dalam waktu tidak ada 1 lap.  Entah karena motornya yang sangat superior sehingga bisa menutupi celah itu atau skill bocah alien ini yang memang kelas atas angin. Hanya Marquez dan mbah Nakamoto yang tahu. Bagaimana dengan opini bro sekalian? silahkan dishare…

Semoga bermanfaat

Wasssalamualaikum

13 Komentar

Filed under Balapan Motor, moto gp

13 responses to “Marquez, Terlalu Sering Berbuat Kesalahan, Namun Terlalu Sering Menang Pula

  1. Say masih percaya skil marquez masih dibawah duo yamaha (imho), nekad iya, lucky iya, tapi skill? Kayanya blm terlalu matang untuk seorang juara, apapun itu marquez mmg hebat,, two thumbs up, smoga kelak bisa liat dia berjibaku di pabrikan lain , biar ga di anggap rider biasa di atas motor dewa lagi,

    • Adi

      skill dibawah duo rider yamaha??? mana buktinya??? ingat 11 x podium 1 itu bukan kbetulan tp mmg skill bagus, mngkn mereka punya gaya brbeda, dg gaya yg brbeda dianggap skill krg bagus??? itu bodoh, untuk mmbuktikan skill yg hebat hrs pindah tim dan motor?? naig sekali..brarti rossi itu jg pbalap teri lihat tuh habis bawa motor japan bawa motor italia apa jdnya jd rider dongo??
      salah besar itu om..smart dikit knapa??

    • TiCtAc

      haha haris irawan 2014, lu msuk barisan sakit hati dikampleng 12-0
      and so far, in 2014 there is no 1st podium belongs to yamaho
      wkwkwk
      thats unf*cking believable 😀
      btw jngn bnyak ceramah, trserah MM 93 mw d mana,
      hak dya juga mau ngukir sejarah, asal2 deal nya cocok
      apa yg jadi opini orang
      ya udah kafilah berlalu
      dan kamu yg mnggonggongi saja

    • Asep

      hua.ha.hau
      harisirawan@ ini FBY tulen nih sakit hati dg kkalahan 2 ymh. kt nya MM nekat iya, mmg nya lu berani bawa motor dg kcepatan 300km/h lebih jk tdk nekat mana bisa jd prbalap, trus lucky factor?? kberuntungan kq berkali2 sampai 30race dr 2013 ini dah tahun k 2 nya MM lucky brkali2 brarti mmg skill bkn lucky dongo..
      hua.ha.ha.hau

    • Yoga

      Kalau saya melihat, Marquez terlalu berani mengambil keputusan dengan menihilkan rentang resiko yang membuat celah kecelakaan makin besar. Kekuatan motornya memang superior dibandingkan Yamaha dan sejak jaman GP500 Honda memang memiliki tradisi itu. Akan tetapi, sebagai juara, sudah seharusnya memiliki kematangan, bukan sekedar nekad.

      Beberapa kali melihat Marquez sangat ceroboh yang cenderung membahayakan pembalap lain. Kalau saja di MotoGP score bukan didasarkan pada kecepatan tetapi juga perilaku dsb, Marquez ga bakalan jadi juara.

      Saya jadi pengen liat gmana Marquez jika menggunakan Ducati Desmosedici, apakah tetap berani nekat atau jatuh keplantingan mengingat tenaga Ducati sangat liar yang bahkan pembalap matang pun belum tentu bisa melayaninya.

      • bro yoga, ini bukan masalah perilaku, tapi ini riding style. dan justru itu sebuah kematangan dari MM, nekad bukan tp memang MM berani n yakin krn motornya itu dpt mendukung riding nya, sprti rossi saat di honda, yg hampir tak terkalahkan juga bukan?? bahkan rossi pun ga bisa nunggang ducati n selalu kalah, cuma stoner yg bisa naklukin motor ducati n bawa tim nya jd juara, keuntungan marquest dgn perilaku nya sprti itu yg bikin mental rider lain ciut. krn rider lain itu bermain aman dan menunggu depan melakukan kesalahan untuk menyalip, beda dgn MM aman ga aman kl bisa k depan knapa enggak dan g harus menunggu depan melakukan kesalahan, brarti skill nya emang “alien” bgt kan…

  2. skill hohe memang tinggi, tapi marquez bukan krn motor semata utk bisa selalu unggul, motor pedrosa mirip, hasil beda. Penggila moto GP diluar negeri bahkah sdh membahas dlm forum2 mrk mgn skill pembalap moto GP yg paling ‘extraordinary’ sepanjang masa. antara lain, Wayne Rayne, doohan, stooner, Rossi, pedrosa, termasuk hohe selalu masuk dalam 10 besar. Dan yg unik, dlm bbrp peringkat2 yg dibuat, tentu saja diwarnai subjectivitas masing2 pembuatnya, Marquez hampir selalu ditempatkan yg paling atas. Kadang ditaruh dibawah stoner, kadang dibawah Rossi atau hohe, tapi tdk ada yg menempatkan marq diluar 3 besar.

  3. kroto abang

    hebat skill biasa menang 11 kali

  4. Cie yang ngamuk, gw kan uda bilang In My Humble Opinion (imho) , silakan buat opini yg berbeda, saya juga ngakui markuez hebat kan ? Wuihh gini nih kelakuan pens berat kalo ga open minded, saya ngebandingin sama 2 yamaha karena mereka paling sering berjibaku di musim ini, pedrosa? Gp yg sblumnya mmg juara, tapi ga mencerminkan seluruh balapan 2014, marquez ngotot sampe batas ga man mnrt gw, gw takut kalo gaya nya terus begitu, selain mbahayakan diri sndiri juga rider lain, cucuk2an juga ga begitu, saampe beberapa x snggolan dalam 1race, balapan gp itu olahraga, bukan ajang cari mati sekelas balap liar, anda ga pengen kan, liat tragedi simoncelli jilid 2
    Lukate gw fby? Trus ngedewain smua tntang yamaha? Ga bgt, liat apa2 dari kacamata yg objektif lah,, anda berfikir saya sedih karena yamaha kalah terus di smua seri? Wtf? Saya uda nntn gp sejak kecil, bukan anak kmarin sore yg baru tau gp, dan ngedewain yg selalu menang, rossi tetap dihati, saat di honda, ducati atau pun ymaha,,

  5. wijk

    kalah ya kalah aj, jgn komentar sana sini, kayak rapot sekolah aj ad perilaku yg masuk jd poin, kalo balapan yg diitung poin itu posisi diakhir balapan, bukan perilakuny bro, kalo diliat dr perilaku gak tau ap prilaku hohe di gp 250 dulu, malah lbh parah dr markues

    selamat untuk legenda br marc marquez 11 [menang] : 12 [seri gp] : jg honda tentuny gila 12 [menang] : 12[seri gp] , yg laen cm pelengkap

  6. harisirawan2014 jadi menurut lw kl mw nyalip itu harus gmn yah dalam balap motogp?? maen yg aman kaya gmana? kl mw maen aman maen congklak aja bro…. ngotot mw nyalip n jd juara itu wajar n tergantung style nya masing2, mana ada siy yg mw d belakang kl punya kesempatan k depan, marquest itu bs memanfaatkan celah seminim mungkin untuk masuk k depan dan bahkan tanpa menunggu kesalahan dr rider depan yg ga bs d milikin rider lain, bahkan rossi pun berstyle menunggu rider depan melakukan kesalahan untuk menyalip. btw kl emang marquest melakukan tindak membahayakan raider lain mungkin sudah di cekal n di beri peringatan bahkan larangan balap.keles

Silahkan beropini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s