Bertemu Metik Cakep Di atas Gunung Ciremai

ciremai

Yola dulur….. beberapa waktu yang lalu ada teman deka ( temannya mbah bons sih 🙂 ) berkunjung ke Cisaat. untuk mengisi waktu luang sore, akhirnya sepakat mengantar sang tamu jalan-jalan ke arah gunung Ciremai kabupaten Kuningan.

ciremai
ciremai

Jarak dari kampung deka kurang lebih 10an km, dan kita tempuh waktu itu menggunakan mobil sang temans. Targetnya adalah ke arah jalur pendakian gunung antara posko basecamp dan posko I, dimana mentok kendaraan roda empat bisa capai. Di situ memang termasuk pemandangan asri hutan, dihiasi kompleks kecil villa dimana berikutnya masih bisa ditempuh dengan sepeda motor karena ada tanjakan menikung yang curam.

sym gts 250
sym gts 250

Nah di tempat itulah deka secara tak dinyana menjumpai beberapa metik yang termasuk populasi jarang di Cirebon, metik-metik berwarna putih serta seekor Honda PCX. Awalnya nggak ngeh.. namun saat melototin emblem GTS 250i EVO langsung ingat merk dari Taiwan, SYM. Bener juga ternyatadi jidat motor ada lambang SYM, pabrikan yang masih satu atap dengan merk Cymco, spesialis metik dari Taiwan.

sym gts 250
sym gts 250

Desain buat deka sih keren masbro… lebih sporty dibanding PCX yang lebih elegan atau benelli zafferano. Terutama desain muka, visor bening untuk melindungi terpaan angin dari depan, dual keen eye-nya ngingetin lampu siapa hayo? kalau deka inget ama cbr old. spion nampak manis dengan hiasan lampu sein membuat image mewah. Kanan kiri headlamp terdapat lampu senja dan sein dengan bentuk yang memperkuat karakter sporty. Dan asyiknya terdapat alis berupa lampu DRL led yang bikin ngiler bro… cakep…keren…..

sym gts 250 konsole
sym gts 250 konsole

Bagian konsol nampak rapih, semua indikator terbaca jelas, dari jarum speedo, penunjuk RPM yang masih analog dan layar LCD untuk indikator bensin, odometer, trip meter.  Desain samping mengesankan metik langsing, tidak nampakgambot… nah ini yang ane suka, meskipun 250 cc, namun slim…sexy dah 😀 . Sedangkan bagian buritan….hmmm… well not bad lah… meskipun pasti akan lebih cakep lagi jika desain lebih sipit atau meruncing. Sedangkan ukuran ban… deka lupa…. entah 130 belakang 110 depan, deka lupa nyatat….

sym gts 250
sym gts 250

Oh iya… meskipun bro bapak pemilik metik ini dari kota Cirebon, namun membeli langsung si Metik cakep ini dari pulau Jakarta. Ya, karena di Cirebon memang belum ada diler resminya. Owner jelas sangat tidak khawatir dengan part dan maintenance metik ini walaupun  belum ada bengkel resminya. “Namanya juga mainan mas…buat seneng-seneng, ngapain harus pusing? masak mainan malah bikin pusing… nikmati saja” kata sang owner…. SEPAKAT Pak Bro………….

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

 

 

 

 

 

 

26 Komentar

  1. hah…matic semewah itu dbilang MAINAN…waduh klo matic semahal itu sma bikernya dibilang mainan gmna matic yg cma 110-125cc..hehehehe

  2. “Namanya juga mainan mas…buat seneng-seneng, ngapain harus pusing? masak mainan malah bikin pusing… nikmati saja” kata sang owner”
    =====================
    Masih jarang orang-orang yg pemikirannya kayak gini dalam memilih dan membeli sepeda motor untuk kelas menengah bawah.
    Para konsumen merk Bajaj, TVS, Minerva, SYM, Kymco dan merk-2 lain yg ngga familiar aku nilai termasuk dalam golongan ini. Angkat topi dah buat mereka, punya nyali dan tetep aja siap-siap untuk dibikin pusing. 😆
    Karna mayoritas masyarakat INA masih pertimbangannya masalah 3S dan harga jual kembali. Makanya hanya merk-merk tertentu saja yg menguasai pasar, bahkan ada yg terlalu mendominasi.

  3. “Namanya juga mainan mas…buat seneng-seneng, ngapain harus pusing? masak mainan malah bikin pusing… nikmati saja” kata sang owner”
    =====================
    Masih jarang orang-orang yg pemikirannya kayak gini dalam memilih dan membeli sepeda motor untuk kelas menengah bawah.
    Para konsumen merk Bajaj, TVS, Minerva, SYM, Kymco dan merk-2 lain yg ngga familiar aku nilai termasuk dalam golongan ini. Angkat topi dah buat mereka, punya nyali dan tetep aja siap-siap untuk dibikin pusing. 😆
    Karna mayoritas masyarakat INA masih pertimbangannya masalah 3S dan harga jual kembali. Makanya hanya merk-merk tertentu saja yg menguasai pasar, bahkan ada yg terlalu mendominasi.

Silahkan Beropini