Banyak Berita Rangka Pipa CB150R Patah…. Ada Apa?

suzuki

Yola dulur yang budiman….. ada hal yang begitu menyedot perhatian publik motor. Biasanya ngadimin tidak akan membuat artikel kerusakan sebuah motor jika tidak mengalami, melihat, atau merasakan sendiri. Namun ketika melihat kasus yang sama dan banyak kejadian baik dishare di medsos atau kanal berita, Jelas ini ada apa-apa di rangka pipa CB150r yang patah tersebut.

Karena tidak melihat langsung, maka ngadimin belum bisa menjudge bahwa kerusakan rangka cb150R tersebut adalah sebuah konklusi yang mengarah ke pabrikan AHM sebagai pembuat motor tersebut. Ngadimin hanya bisa mengira-ira, kemungkin yang terjadi tentang kasus patahnya rangka pipa tersebut. Memang pembaca hanya bisa melihat melalui gambar di media tentang kasus tersebut, yang namanya sebuah foto bukanlah hitam atau putih, banyak yang abu-abu malah.

Namun melihat kasus yang sama, di titik patah yang sama, kasus awal berupa titik-titik karat yang muncul di rangka motor dengan kode K45 tersebut, jelas kasus rangka patah cb150r ini perlu perhatian khusus, baik pemilik atau si pembuat. Kenapa ngadimin berani bilang ada titik-titik karat di rangka CB? Karena ngadimin melihat langsung, kantor ngadimin baru mengadakan pembelian motor CB150R sejumlah 4 unit beberapa bulan yang lalu, ngadimin mengakomodir keinginan rekan kerja yang ingin motor operasionalnya CB150. Dan setelah beberapa bulan, bintik-bintik gelembung cat berisi butiran karat memang terjadi.

Ini jelas ada hubungannya dengan rangka patah tersebut. Setahu ngadimin, rangka pipa di motor memang membuat cost turun, dan ini bukanlah hal yang haram karena sekelas KTM, Ducati, Kawasaki memakai rangka pipa di moge mereka, dan baik-baik saja. Namun rangka dengan konstruksi berbahan pipa perlu titik pengelasan yang tepat, desain konstruksi yang pas, dimana titik berat beban bisa dialirkan ke semua pipa yang terhubung. Hal ini untuk menghindari pressure berlebih di satu titik dan bisa berpotensi fatigue dan patah. Makanya pemilihan bahan pipa juga sangat penting untuk mendukung desain konstruksi.

Sebenarnya ini sudah terbaca di revisi rangka semua klan K45 atau cb150 dan cbr150. Gen pertama dengan rangka pipa bulat utuh, dimana rangka sebagai pegangan blok mesin juga pipa. Persilangan pipa di tengah mengandalkan las-lasan saja. Sedangkan di generasi new Cb150 dan new cbr150, bagian persilangan ditambahi plat penguat, dan pegangan blok mesin dengan jenis plat…. ada revisi di sektor rangka. Mustahil dilakukan revisi jika tidak ada potensi masalah disitu.

Apa hubungannya dengan butiran karat di rangka dengan kasus rangka patah? Bisa jadi ada poin kelemahan di bahan pipa…. Entah kualitas pipanya, atau proses pembuatannya. Bahkan ada master gymkhana motor cb yang bilang ketebalan pipa rangka CB150 itu bisa berpotensi patah disaat moment tertentu. Dari pemahaman ngadimin, perlu sinkronisasi ulang antara kemampuan dari bahan pipa dengan desain konstruksi, atau kualitas pipa dinaikkan lagi tanpa perubahan desain.

Bagimanapun kasus rangka patah ini perlu perhatian khusus, karena fungsinya sangat fital, bahkan menyangkut keselamatan pengendara. Jujur saja, ngadimin punya koleksi rangka pipa patah baik di cb150 jumlahnya puluhan, di motor yang berbeda-beda. Kasus yang sangat serius untuk dipelajari dan diriset ulang. Syukur-syukur ada perbaikan dan recall jika perlu, pernggantian gratis. Berbeda dengan kasus misalnya stiker ngelotok, cat ngelotok, masih relatif tidak menyentuh sektor keselamatan.

Industri motor masa kini dimana pabrik hanya merakit, sedangkan pembuat komponen dari vendor, tentu kesalahan-kesalahan bisa terjadi. Harapannya AHM melakukan telaah sangat serius di kasus ini, tentu saja melibatkan vendor. Apakah kasus rangka patah ini berpotensi masal, atau hanya poin-poin kesalahan kecil dari sekian ratus ribu unit? Memang terjadi potensi patah atau tetap aman. Jangan sampai konsumen menjadi korban….. Motor mahal JEEHHH…….

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

gulf oil

9 Komentar

  1. Haduh kamu jangan bahas ginian ntar malah ditandai pake materai oleh AHM KAMU sebagai blogger PINGGIRAN LAMBE JARAN….😂😂😂
    terkaporit diawal tahun ini…😎😎😎😂😂😂

  2. Kalau menurut opini ngawur saya; krn desain rangka yg kurang hati2. Di area patahan itu kan ada pertemuan 2lasan yg saling berdekatan, yg efeknya menurut info yg pernah sy denger, itu mengurangi keuletan material/membuat material cenderung getas dan riskan gagal terhadap beban impak. Mungkin ya.. Antar titik lasan satu dgn lainnya sebaiknya diberi jarak yg cukup, menghindari efek panas saat pengelasan mengubah sifat material rangka.

    • Bener bro, saya sbg ahli metalurgi dadakan menyatakan bahwa,,,,bidang logam yg ada spot pengelasan akan terjadi perubahan struktur material. Bidang tersebut.akan menjadi lebih kaku, sifat ulet nya akan hilang.

      Struktur logam akan menyebar tdk teratur atau bisa dikatakan seperti logam cor/casting. Beda saat sebelum pengelasan,,,,struktur nya teratur atau memanjang dari ujung satu ke ujung lainnya.

      Untuk rangka/frame memang lebih jozz rangka twinspar/deltabox, karena proses pembuatan melalui ‘die punch’

Silahkan Beropini