Spesifikasi PCX 2018….Bukan Hybrid

suzuki

Yola dulur yang budiman….spesifikasi honda pcx sudah dipublish secara umum. Bagi ngadimin ini hal yabg sangat ditunggu, karena penampakan pertama kali pcx 2018 di tokyo motor show  berbentuk all new pcx bermesin hybrid. Ternyata setelah dikenalkan khusus untuk Indonesia, mesin masih selayaknya pcx lawas….bukan hybrid.

Seperti di artikel pcx kemarin, jikalau pcx 2018 memakai mesin hybrid, mesin kombinasi internal combustion dan dinamo listrik, maka ahm seperti menggunakan ajian lampah-lumpuh. Sepertinya ahm masih menggunakan jurus awan…yah, plus minus mendekati yamaha N-Max. Pcx mesin hybrid untuk saat ini terlalu indah walau dalam angan.

Dugaan ngadimin kalau pcx bermesin konvensional sebenarnya sudah terbaca saat muncul gambar bagasi pcx yang full besar. Jika hybrid maka bagasi sebagian akan berisi baterai. Maka jika boleh menebak, maka mesin pcx 2018 ini akan sama dengan mesin pcx150 yang dilokalkan, sama persis dengan vario 150.

Dengan mesin sohc 150 2 klep, liquid cooled, maka secara spek sebenarnya lebih bergengsi yang sohc 4 valve with variable valve. Pcx 2018 adalah facelift major pcx sebelumnya, walaupun honda sangat jeli dalam mengupgrade sektor-sektor yang sangat menarik. Rem cakram belakang menjadi hal yang sangat menonjol. Desain dashboard full digital dan lampu led belakang yang sangat cantik. Begitu juga sektor facia yang nampak modern kekinian.

Secara umum, keseluruhan desain pcx 2018 adalah eleganitas yang dibungkus modernisasi. Aura pcx lama tetap dipertahankan dan dipermak lebih modern. Untuk fitur, tambahan knob kompor gas, alias sudah keyless berarti ahm ikut trend yang sudah dipakai di yamaha aerox, dan suzuki gsxr150. Langkah tepat agar produk nampak mewah.

Hanya di sisi mesin, pcx 2018 nampak inferior dibandingkan N-max. Di sisi yang lain, pcx cukup menjanjikan. Harga yang ditawarkan mulai dari 27 jutaan ( walaupun biasanya akan segera naik ) juga merupakan keunggulan, karena selevel dengan N-max, harga akan dianggap wajar.

Walaupun memakai jurus yang sama, awam dengan sedikit variasi, namun ahm terkenal cukup lihai dalam menggunakan jurus. Apalagi ditambah dengan jurus kagebunshin, alias multiplikasi dan mengeroyok…..sebuah ancaman nyata untuk N-Max.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

gulf oil

7 Komentar

  1. ahm cerdas dgn memberikan fitur keless eh key less buat pcx lokal … selain menaikan efek modern, juga bisa bikin harga jadi “pas” … kamsute kalo pake kunci konvensional, harga bakal lebih murah donx … nanti malah bunuh2an sama vario series

    suzuki sebagai “calon pemain terakhir” … walau berat tantangan di depan mata, kammuh harus tetap bikin skutik gede lokal juga , jadikan produ kompetitor sbg komparasi dan tambah fitur yg value di produk kammuh … ganbate !!!

  2. ajian ahm bukan teknologi atau fitur, tapi image. mau kasih produk bagaimanapun tetep laris manis, sedangkan merk lain mau kasih ajian apapun, kualitas sebaik apapun tetep aja kalah. kecuali jurus ninjanya kawasaki, ahm blum
    nemuin jurus yg buat kalahin

  3. Ayo suzuki bikin desain yg bener2 bagusss, fitur bejibun , spido full lcd jiplak punya MOGE 2017 NEW TRIUMPH STREET TRIPLE 765 RS WAJIIBBBB ini…..!!!!!
    DOHC 200 CC sekalian…!!!!
    Full keyless…!!!!
    Kasih warna dual tone Pink White hello kitty wajib plus velgnya….!!!!
    JANGAN BIKIN MONTOR DESAIN JELEK LAGI NTAR MALAH BANGKRUT BERABE KAMU..!!!!
    Dek RATA kek Kymco plus fiturnya kalo mau jamin laris manis…!!!!
    Itu kalo mau dwngerin konsumen kalo enggak ya gak papa…!!!!
    GSX R150 TOLONG DIBIKININ STOPLAMP variasi pabrik yg desainya bagus
    & FULL LED……!!!!!
    WAJIBBB…!!!!
    Kalo gak mau, bangkrut aja sono…!!!!😈😈😈

  4. Maaf,
    kalau Suzuki saya pesimis akan laris, walaupun dengan berbagai keunggulan mesin dan fiturnya
    Gimana mau laris, kalau bikin motor gak ikutin selera dan kemauan pasar
    Kan yang beli itu konsumen dan pasar yang punya uang
    Kecuali emang mau niat bikin motor iconic, yang beda dari merk lain
    dan gak mikirin penjualan

    Contoh paling simple, GSX-S150.
    Pertama; publik banyak minta desain jok belakang dibuat tandem atau menyatu utuh, karena orang Indonesia itu pengennya motor supaya bisa buat bawa minimal 3 orang (2 dewasa, 1 anak kecil)
    Kedua; publik gak suka sama matanya (lampu depan). Justru lebih oke kalau pakai lampu single bulat, atau bahkan 2 lampu bulat.
    harusnya sih gak susah kalau untuk sekelas pabrikan suzuki membuat ubahan tersebut, tapi entahlah
    Mungkin karena pengaruh prinsipal dari jepang yang masih terlalu kuat.
    Dan itu sebabnya kenapa AHM merajai Indonesia, karena konten lokal dan mungkin kebebasan yang diberikan Honda pada Indonesia untuk menghasilkan produk yang pas dan diterima pasar Indonesia, tanpa harus memerlukan ijin dan kendala besar dari Honda Jepang.

    Di salah satu media online (ridertua), saya baca kemarin sepertinya Suzuki akan beum tertarik untuk terjuan di matic 150-180 cc dan sport 250 cc karena pasarnya buat suzuki belum tentu akan menguntungkan dan yang terpenting belum dapat izin dan dukungan dari Suzuki Jepang.
    Jadi buat para fans Suzuki seperti saya, yang sabar ya
    Kalau gak sabar, silahkan pindah ke merk lain yang lebih mau mendengar dan mengerti kemauan user
    Hahaha….

Silahkan Beropini