Uji Coba Water Inject Di Motor : Kontrol Flow Terpenting

suzuki

Yola dulur yang budiman….uji coba water inject atau menyuntikkan butiran air ke ruang bakar motor, disini menggunakan suzuki gsxr150 tak terasa sudah 1 bulan lebih. Banyak hambatan yang dijumpai, tapi yang paling penting adalah mengontrol flow atau debit air.

Karena sifat air yang antitesis dengan sifat bahan bakar, maka kelebihan 1 ml 3 ml saja sangat terasa di kinerja mesin. Mesin batuk-batuk, bahkan stall dan mati. Salah satunya karena mesin motor yang berkubikasi kecil, berbeda dengan mesin mobil yang 1000 cc lebih. Apalagi ini adalah sistem water inject sederhana, bukan model spray pump seperti injection.

Karena ingin membentuk butiran kecil air, maka saat ujicoba menggunakan needle ukuran kecil, hanya 0,3 mm, itupun masih terlalu besar, makanya ditambahin regulator flow dengan setingan nyaris off untuk mendapat kumlah flow yang pas. Dan resikonya kotoran sekecil apapun berpotensi mampat.

Ini ngadimin alamin sendiri, sudah tak terhitung berapa kali saluran mampat karena kotoran menyumbat needle dan regulator. Sudah berapa kali fairing si gipsy danger harus buka tutup. Apalagi dari awal sudah salah menentukan komponen. Filter pertama menggunakan filter batu aquarium. Ternyata serpihan-serpihannya terbawa ke saluran dan bikin mampat….akhirnya komponen satu ini dibuang…..

Kunci untuk mendapatkan kemurnian air adalah di filtrasi, pemilihan filter yang bagus kualitasnya. Untuk sementara sih masih menggunakan filter bensin murahan 2 biji. Jika ada kesempatan akan mencari filter bensin berkualitas bagus.

Kemudian faktor lain yang mengganggu flow adalah faktor kevakuman. Karena sistem water inject sederhana ini memang mengandalkan kevakuman mesin. Sedangkan saluran dari tangki air sampai masuk ke intake manifold terdapat sambungan, mulai dari filter, main switch, flow window atau jendala aliran, regulator, dan selang ke needle. Jika sambungan bocor, maka bukannya air yang tersedot tapi udara luar.

Water inject

Sampai saat ini sih, walaupun masih prototipe, tapi sudah mulai nampak bisa mempertahankan flow yang terkontrol. Uji cobanya sendiri mulai ke arah seberapa besar efek water inject di mesin motor tanpa ubahan timing pengapian karena gsxr150 ecunya model close loop dan fixed tidak bisa diubah datanya.

Jadi, jika dulur sekalian ingin mencoba sendiri water inject di motornya, perhatian kontrol flow serta kualitas sambungan, serta filtrasi. Atau tunggu saja akhir dari uji coba ngadimin nantinya, akan diunggah testimoni dan cara membuatnya.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

6 Komentar

Silahkan Beropini