Pakai Knalpot Bobokan Abenk, 78deka Diloloskan Operasi Polisi

suzuki

Yola dulur yang budiman….salah satu hal yang mengkhawatirkan saat memakai knalpot racing atau knalpot bobokan adalah masalah dengan polisi. Sudah kita ketahui bersama bahwa aparat polisi dimana-mana galak terhadap knalpot non ori ini. Dan ngadimin barusan tadi, kebetulan knalpot gipsy danger gsxr150, adalah knalpot bobokan bikinan abenk. Tapi alhamdulillah dilepaskan kembali.

Ceritanya, tadi ngadimin ada perlu ke arah jasinga dari kota bogor. Setelah melewati kompleks kampus IPB di dramaga, banyak motor dan mobil, khususnya yang dikendarai oleh anak-anak sekolah pada berhenti dan mangkal di pinggir jalan. Sebuah tanda dimana di depan pasti sedang ada operasi. Banyaknya kendaraan yang berhenti membuat jalan semakin macet saja.

Karena merasa semua lengkap, dari surat-surat, gearset dan kelengkapan motor sempurna, ngadimin tenang saja menghampiri aparat dibelakang kendaraan lainnya. Ini adalah operasi besar, gabungan DLLAJR dan kepolisian. Saat melewati baris pertama dibiarkan, ditengah operasi juga dibiarkan. Ngadimin tetap melaju pelan, vroom…vroom…. Suara knalpot bobokan gipsy danger menderum, ngebass empuk. Saat mau lolos, dibarisan akhir ada aparat yang menyuruh ngadimin minggir.

Oke, karena taat ya ngadimin minggir. Setelah berhenti, ngadimin menyangka, pasti gara-gara plat depan dibalik visor nih…. “Selamat siang pak…. Boleh lihat surat-suratnya?” tanya pak polisi. Langsung ngadimin keluarkan sim dan stnk. Sambil mencocokkan stnk dengan plat depan, pak polisi bilang, ” Bapak tahu kalau knalpot racing tidak boleh digunakan di jalan raya?”.

Ngadimin jawab : tahu pak….kemudian polisi bertanya lagi,” kenapa bapak memakai knalpot racing?”. Ngadimin tersenyum dan bilang, ” itu knalpot ori bawaan pak….lihat saja, ada emboss suzuki…merk knalpotnya itu hanya tempelan saja….”. Kemudian polisi mengamati knalpot gipsy danger, kemudian menghampiri ngadimin dan bilang : ” oh ya sudah, jika itu knalpot bawaan, silahkan melanjutkan perjalanan”. Sambil menyerahkan sim dan stnk.

Setelah itu ngadimin melanjutkan perjalanan, vroooommm…. Suara dari knalpot, ngebass kalem.

Knalpot si gipsy danger memang bobokan, suaranya keluar, ngebass adem, namun saat ditest menggunakan db meter di hp, peak suara hanya 90db. Masih tergolong biasa tidak berisik. Memang cukup berbeda dengan suara bawaan aslinya, namun pak polisi tadi masih mentolerir karena tidak bising.

Dan inilah kenapa dulu ngadimin lebih memilih membobok knalpot ori daripada knalpot racing, padahal umm Abenk kala itu juga menawarkan knalpot racing.  Ada dulur yang punya pengalaman sama?

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

gulf oil

1 Komentar

Silahkan Beropini