Kalau Udah Gini, Masih Mau Akali Tensioner Dengan Baut?

suzuki

Yola dulur yang budiman….soal akal mengakali sparepart, kita ini mungkin salah satu jagonya. Ngga heran jika masih ada motor tua bangka, pabriknya dah koit, sparepart jarang, tapi motor masih gentayangan di jalan. Namun jika salah dalam mengakali sparepart, fatal akibatnya. Seperti kasus kali ini, tensioner diakali pakai baut….masih mau seperti itu?

Untuk bagian mesin, kita harus waspada soal substitusi sparepart, atau bahkan mengakalinya. Karena mesin itu satu kesatuan sistem kerja yang saling bertautan dan reaksi berantai. Satu komponen malfungsi, berefek ke komponen lain. Ibarat penyakit, penyakit komplikasi.

Apalagi ini menyangkut sistem pembakaran dalam mesin. Fatal sekali jika terjadi malfungsi. Ibaratnya yang terserang adalah jantungnya.. Klep jantung dol, yo wes….langsung “dut” .

Tensioner walaupun sepele, tapi menyangkut jantung mesin motor. Fungsinya untuk mengatur kekencangan rantai keteng, atau timing chain. Nah…rantai keteng inilah yang menggerakkan kem atau camshaft untuk menggerakkan buka tutup klep in dan out.

Jika tensioner tidak presisi, mungkin saat rpm rendah tidak begitu terasa. Namun seiring naiknya rpm diatas 7000 rpm, maka selisih sepersekian detik sinkronisasi buka tutup klep terganggu, bisa mengakibatkan saling pukul antara piston dengan klep…. Bisa bengkok tuh.

Itu efek terberatnya. Atau minimal kasus ringan seperti ini, dudukan baut tensioner jadi slek atau terkikis…opo ora mumet? Padahal perannya sangat vital…..

Makanya, walaupun agak mahal ( mungkin sekitar 150-200an ribu) untuk soal tensioner, mending nggak usah diakal-akali dah. Pengennya irit, malah morot……

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

 

 

 

Silahkan Beropini