Mengenal Karakter Suzuki GSX150, Torsi Bawah Halus Ada Untungnya

suzuki

Yola dulur yang budiman….Mengenal karakter torsi gsx150 jelas akan bilang paling halus dibandingkan mesin minarellinya new vixion atau mesin square-nya cbr. Padahal dari penilaian orang Inggris dan amerika yang testride GSX-R125 saja bilang torsi bawahnya sangat-sangat cukup untuk ukuran motor kecil. Namun dengan kubikasi lebih besar 25cc dimarih saja dibilang torsi gsx150 dibilang kurang…. mosok? Padahal torsi halus di rpm bawah itu ada untungnya lho.

Keuntungan dari kenaikan torsi yang halus di rentang 1000-5000 rpm milik GSX150 ini ngadimin rasakan langsung saat mengendarai si gipsy danger di bermacam-macam kondisi jalan. Ngadimin sendiri lebih suka bilang kenaikan torsinya linier, tidak menghentak-hentak seperti mesin dengan stroke panjang. Itulah karakter mesin overbore yang paling dominan. Torsi bawahnya halus.

Dengan torsi yang halus ini, otomatis handling motor saat jalan pelan sangat enak, mudh sekali mengontrol power mesin saat jalan santai. Saat berakselerasi pun, motor bereaksi secara halus, tidak kasar seperti kuda lumping yang “pethakilan”. Hal ini sangat memudahkan saat melalui lalu-lintas padat, tidak begitu capek mengontrol power motor dengan puntiran throttle.

Bahkan, saat tarikan awal saja, tanpa anda memuntir gas, motor bisa jalan dengan santai saat tuas kopling kita lepas secara perlahan. Ngadimin sendiri coba di jalan rata, sambil tangan kanan pegang udud “klempas-klempus”  motor jalan dengan santainya di kecepatan 8 km/jam di speedo.. Motor berjalan dengan santai tanpa nyendat-nyendat, bahkan saat tangan kanan tidak di atas selongsong gas.

Hal yang sama ngadimin lakukan di motor new vixion milik teman sekantor ( barusan dijual laku 13 juta ) mencoba cara yang sama, motor jalan endut-endutan terasa mau mati. Hal ini dikarenakan karena mesin GSX150 bertipe overbore, sehingga engine brake lebih halus, sehingga back torque dari ban ke mesin lebih halus, dan tidak mengganggu kinerja mesin saat jalan pelan, tanpa menekan tuas kopling.

Ngadimin coba, gigi satu jalan tanpa nyendat-nyendat di kecepatan 8 km/jam, gigi 2 di 12 km/jam, dan gigi3 di 18 km/jam. Hal ini jelas menguntungkan saat ketemu jalan padat, tanpa menekan tuas kopling, motor berjalan nyaman di kecepatan rendah, walaupun persneling di posisi 3. Jika terpaksa berhentipun, tinggal tarik setengah kopling, sudah cukup menghandle power mesin.

Jadi dengan karakter seperti ini, tangan kiri tidak begitu capek karena sedikit-sedikit narik kopling karena torsinya terlalu besar. Dengan torsi halus seperti milik GSX150 ini, tangan kiri agak nyantai saat jalan pelan. Berbeda dengan mesin stroke panjang yang inginnya melompat saja saat rpm bawah.

Jadi, semua karakter mesin itu ada plus minusnya, tinggal kita bisa memakai keuntungan tersebut atau nggak. Jika ingin tarikan ganas, tinggal gantung rpm di atas 8000, maka mesin overbore akan menunjukkan kegalakannya. Seperti kucing di low rpm, namun berubah jadi macan saat rpm tinggi.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

9 Komentar

  1. yang dibutuhkan itu bukan torsi bawah kecil sehingga mesin jadi halus, tapi gimana caranya bikin torsi bawah hingga menengah tetap besar/ada pada saat sedang dibutuhkan namun tetap dengan penyaluran tenaga ke roda belakang yang terdosis dan linier. Sayangnya kalo buat motor cc kecil satu silinder hal seperti itu susah, harus pilih salah satu, Kalo di Superbike motor yang punya karakter seperti demikian adalah CBR1000RR, torsinya baik diputaran bawah-tengah padat berisi namun tetap dengan penyaluran tenaga yang linier dan terdosis

  2. hal serupa juga saya rasakan di sonic, jalan pelan susah untuk di hendle, buka gas dikit motor terasa menghentak, tapi kebalikan dari FU, mesinnya jinak di ajak pelan, tapi atasnya ganas minta ampun

    • VVA kalo kata empunya Blog bukan buat dongkrak putaran atas namun buat menyelaraskan antara putaran bawah dengan putaran atas dengan pemakaian dual profile chamshaft, satu untuk low rpm satunya lagi untuk high rpm, begitu katanya…

  3. punya motor kopling pertama second, jadi ga tau sensasi kopling yang sebenernya itu kaya apa. pokoknya kalo lepas kopling di gigi 1, motor mati, maklum second… begitu punya gsx ini, gigi 1 dimasukin, kepas kopling tanpa buka gas, motor berjalan pelan… enak banget nih…. hehe… persis penuturan om DK. cuma keceptan 6km/jam

Silahkan Beropini