Review Awal Oli Fully Synthetic 5-40 Di Suzuki GSX-R150….Crunchy Sexy

suzuki

Yola dulur yang budiman….Akhirnya si gipsy danger, suzuki gsx-r150 mendapatkan kesempatan untuk merasakan oli fully synthetic + PAO sae 5-40 API SM/SN, Gulf Formula G. Pada botolnya sebenarnya ada api donut EC/RC dimana ini berarti oli termasuk energy/resource conversing, oli licin yang mengandung banyak friction modifier. Namun setelah ngadimin membaca angka-angka PDS SDSnya, hmm…. masih aman lah buat mesin kopling basah dibawah 250cc. Dan terbukti tidak slip kopling di gsxr150, bahkan terasa crunchy sexy.

Gulf formula G memang termasuk oli untuk mobil berbahan bakar gasoline atau turbo diesel, jadi oli ini punya dua sertifikasi API, S dan C dan ACEA A3/B3…. Namun karena keberadaan PAO dan fully synthetic membuat oli ini termasuk di LDEo atau Light diesel engine oil, bukan HDEO.

Tersu bagaimana dengan rasa di mesin motor? sebenarnya kemarin sudah dibahas panjang lebar oleh pembaca di artikel testimonimya, silahkan diklik artikel bwah ini

Testimoni Pengguna Oli Fully Synthetic+PAO Sae 5-40 Di Honda Revo…PUAS

Terus bagimana jika di mesin dohc direct tappet gsxr150? hmm… rasanya persis yang ditestimonikan oleh bro tatang tersebut. Rasanya enteng sejak dingin, dan suara mesin lebih renyah. Maksudnya renyah adalah suara lebih nyaring garing daripada oli HDEO yang mendem ngebas. Analisanya karena formula G walaupun punya sae belakang sama, namun oil base fully synthetic plus keberadaan pao. Jadi walaupun punya kekentalan yang sama saat panas, namun sifatnya lebih licin, sehingga kerja mesin lebih enteng walau oli punya viscosity lebih kecil.

Karena angka sae depan 5 bukan 10 atau 15 maka oli ini akan lebih encer saat dingin dibandingkan oli yang angka depannya 10,15, atau 20. Ini berarti mesin langsung enteng sedari tombol start dinyalakan. Proteksi bekerja lebih awal dibandingkan sae depan lebih besar. Jika anda penggemar sensasi suara mesin balap, maka suara yang keluar dari mesin akan anda gemari daripada memakai oli diesel. Dan jika oli diesel sasarannya untuk motor yang dipakai kommuter, maka oli formula G ini untuk yang suka main betot gas sampai rpm tinggi, suka main agresive.

Bagaimana dengan perlindungan panasnya? Hmmm… jika anda mengharap panas mesin lebih dingin, maka menurut ngadimin, oli ini terasa panas mesin lebih terasa daripada oli HDEO. Maklum oli encer akan langsung mengalirkan panas ke dinding mesin. Namun tenang, oli ini memang didesain bekerja di suhu mesin lebih panas, jadi walaupun suhu mesin panas, oli tetap protektif. Ini ditandai dengan suara mesin tetap normal walaupun mesin panas saat terjebak macet.

Saat pindah gigi, kalau anda pengguna hdeo+castor oil yang suara “klik” tereduksi, maka dengan oli ini suara “klik” akan kembali hadir seperti bawaannya. Walaupun suara klik, namun pindah gigi malah lebih empuk, tinggal “nil” pindah gigi berjalan sempurna. Jadi buat anda penggemar suara klik khas motor sport akan lebih senang.

Namun sayangnya ngadimin hanya merasakan oli ini sejauh 60 km, karena oli yang terpakai di mesin langsung ngadimin campur dengan castor oil kegemaran ngaimin. Dan ini sedang on going dalam pengetesan.

Bagaimana dengan kemampuan longdrain oli ini, melihat angka PDS TBN mencapai 10, viscosity index 175 dan keberadaan pao, seharusnya pemakaian 6000-8000 km ya. Tapi mari kita buktikan saja, seberapa lama oli ini akan EOL… tes langsung daripada depat teori.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

gulf oil

6 Komentar

  1. Kata manual booknya, oli dengan energy conserving gak di sarankan. Tapi entahlah, buktinya banyak juga yg pake oli sesat bilang mesinnya justru lebih bergairah.

Silahkan Beropini