Hati-Hati Mengolah Minyak Jarak, Salah Sedikit… Boom!!

suzuki

Yola dulur yang budiman….sebenarnya draft artikel ini sudah lama ngadimin simpan, tapi keselip artikel-artikel kekinian jadi lupa. Padahal ngadimin sendiri mengalami kejadian ini. Sampai ada pemirsa yang mengalami juga, akhirnya jadi inget dan mau ngga mau harus membuatnya jadi artikel. Hati-hati saat memanasi minyak jarak, salah sedikit….boomm….

Saat ingin memakai minyak jarak sebagai additive campuran oli mesin, syarat agar bisa bercampur adalah dengan cara pemanasan bertahap. Minyak jarak dipanasi dengan beberapa tingkatan panas, sampai suhu sekitar 300-400°c sekitar 20 menit, sampai kandungan air menguap dan terjadi deguminasi. Baru oli dimasukkan, dan api langsung dimatikan. Baru diaduk merata agar bercampur.

minyak jarak setelah pemanasan bertahap

Terlihat nampak mudah memang. Tapi saat prakteknya, kadang ngga semudah itu, karena selalu saja ada faktor tak terduga yang terjadi. Salah satunya adalah minyak tiba-tiba meledak….  booomm… Wah…bahaya ini, apalagi jika kita kemudian malah panik, bisa menyebabkan kebakaran. Terus bagaimana kok tiba-tiba muncul api?

Secara sifat kimiawi, minyak jarak punya flash poin 230-240°c. Ini berarti minyak jarak bisa menyala jika tersambar api di suhu tersebut. Di suhu 230°c, jika ada sumber api yang menyambar minyak jarak, akan bisa menyala. Sama saja dengan sebagian besar oli mesin yang punya flash poin 220-230.

Sumber api bisa berasal dari kompornya sendiri, atau bara. Apalagi jika kita menggunakan bahan seng, seperti kaleng bekas baskuit. Dari pengamatan ngadimin, kadang masih ada sisa-sisa kotoran di bagian bawah kaleng, itu merupakan sumber bara api saat dipanaskan.

campuran castor oil+oli mineral

Atau kalengnya sendiri itulah yang menjadi sumber bara. Bagian bawah kaleng yang kontak langsung dengan api, makin panas akan membara….ini sama saja menyulut minyak jarak dengan api di suhu 230°c….. Boomm….api langsung memenuhi bagian dalam kaleng.

Tips yang paling mudah adalah gunakan panci berbahan alumunium, stainless, gelas atau bahan cor. Ini meminimalisir terbentuknya bara. Kemudian bersihkan juga bagian bawahnya, agar tidak ada kotoran. Kemudian gunakan api kecil sampai sedang…jangan besar-besar, bisa menyambar minyak yang kita panasi.

Lha kok ngga mudah ya? Yaah….semua juga pernah gagal mazbro sekalian….bikin kue atau bakwan saja sering gagal, apalagi mengolah oli seperti ini…ya to???

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

3 Komentar

  1. wueh ngeri
    kemarin habis baca artikel mas deka langsung muter ke seluruh apotek di kota saya, dan hasilnya nol besar, gak ketemu….ternyata hikmahnya di suruh baca artikel ini dulu…

    rencana saya gini mas deka…
    saya pake oli fastron tekno, bila castor oil setelah dipanaskan langsung dimasukkan ke motor boleh gak ? (oli sudah lebih dulu ada di motor)…

Silahkan Beropini