Pengujian Minyak Jarak Di GSX-R150 Saya Nyatakan Lulus Memuaskan

suzuki

Yola dulur yang budiman….jika sudah lama mengikuti blog sederhana ini, pasti mengetahui bahwa ngadimin sedang ngetes uji penggunaan minyak jarak yang digunakan sebagai additive oli mesin di gipsy danger gsxr150. Oli mesinnya sendiri adalah oli HDEO sae 15-40 api CI-4. Setelah menjalani test sejauh 1500 km, maka deka nyatakan lulus secara memuaskan.

Kenapa hanya 1500 km saja ujinya? Karena ngadimin ingin segera melakukan tes berikutnya, yaitu oli fully synthetic sae 5-40 api sm/sn dan berikutnya memakai tambahan minyak jarak juga.

Untuk uji longdrain atau lamanya masa pakai, sudah terbukti di mesin si siwi, skywave yang sudah on going 4500 km memakai oli hdeo+minyak jarak. Uji di gsxr150 untuk melihat parameter performa dan rasa oli di mesin saja.

Di artikel dulu, review singkatnya adalah mesin terasa licin, smooth, vibrasi halus, pindah gigi empuk, suara mesin lebih ngebas, dan reduksi panas saat macet cukup bagus.

Bagaimana setelah pemakaian jangka panjang? Ternyata masih sama saja setelah menempuh jarak 1500 km. Bahkan klimax tercapai saat on going 500 km. Mesin halus sedari start awal dalam kondisi dingin. Ini karena sifat minyak jarak yang polar, sehingga menempel kuat di permukaan logam…oli menempel di permukaan mesin saat dingin. Pelumasan sudah baik saat mesin kondisi masih dingin.

Bahkan saat oli ditap di km 1500, oli masih terasa licin, saat uji drop tes menggunakan tissue, masih nampak sangat layak dipakai dan jernih, masih terbentuk ring transparan. Menandakan oil and additives break masih minim. Hanya sedikit bau bbm di oli tanda pernah terjadi fuel dilution. Kemungkinan ini terjadi saat mengalami kemacetan parah hampir 6 jam dulu saat balik mudik ke bogor. Kemudian ngadimin sering bermain di rpm diatas 11.0000.

Bagaimana dengan konsumsi bbm? Masih normal dengan range konsumsi antara 40-45 km/liter pertamax+spark. Tidak ada efek boros seperti yang dikhawatirkan, padahal penggunaan termasuk soft riding….memang sedang ditest main rpm tinggi.

Bagaimana dengan kekhawatiran pembentukan gum atau getah saat pemakaian minyak jarak? Dari pengamatan di sektor filter oli, tidak nampak kotoran atau gum. Dinding mesin bagian filter oli tetap mengkilat. Serpihan-serpihan kecil mengkilat tanda logam tergerus juga tidak nampak, tanda oli proteksi bagus mengurangi friksi dan keausan. Absennya gum, getah semoga merupakan indikasi bahwa proses deguminasi minyak jarak yang dilakukan berhasil.

Sejauh ini, yang ngadimin baca dari reverensi, minyak jarak akan mudah mengalami penggetahan jika tercampur bensin dan panas saat dipakai menjadi oli samping. Sedangkan pembentukan gum saat dalam crankcase mesin atau oli 4 tak belum ngadimin temukan bahan reverensinya.

Dari hasil pemakaian selama 1500 km, kombinasi oli HDEO 15-40 dan minyak jarak 7% menurut ngadimin sangat memuaskan. Bahkan saat melihat sisa oli yang dikeluarkan, kemungkinan besar jika hanya 3000 km juga masih mampu melumasi mesi gsxr150. Ini terbukti di skyawave 125 yang sudah jalan 4500 km dan masih enteng di mesin.

Setelah ini, uji dilanjutkan dengan oli fully synthetic 5-40 dan minyak jarak 10%, jadi stay tuned ya… wahai sesaters semua.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

gulf oil

2 Komentar

  1. oot dikit, ternyata oli PCMO di skutik juga gak sama hasilnya ya. tahun kemaren ane pake magnatec 15W-30, impresinya biasa aja. setelah kurang lebih 5000 km, minggu kemaren ane ganti Fastron techno ungu 15W-30, top speed naik dikit n lebih gampang naiknya.

Silahkan Beropini