Sepatu Riding Murah Kesayangan Deka

suzuki

Yola dulur yang budiman…..artikel enteng-entengan mengisi hari minggu. Bicara soal sepatu riding kesayangan, dalam pemikiran kita tentu sepatu dengan merk keren kek sidi, fox, dainese, alpinestar de el el, booth tinggi, penuh dengan protektor, berdesain macho, mewah harga mahal. Wajar disayang karena harganya yang mahal, dipunyai oleh kalangan terbatas. Tapi buat ngadimin, sepatu riding yang ngadimin sekarang miliki adalah sepatu kesayangan.

boot riding tomkins

Sebenarnya sudah punya niat untuk beli sepatu riding yang kerenan dikit. Kemarin sempat punya sepatu riding limited edition karena sudah tidak diproduksi lagi, buatan pabrikan tomkins, Road trip. Eh…. baru terpakai 2 kali long riding, sudah diembat orang. Akhirnya ya balik lagi ke sepatu kesayangan ngadimin.

Sepatu ini bukanlah sepatu riding merk terkenal, keren, mewah. Bahkan sejatinya bukan sepatu riding, tapi sepatu sekolah anak SD. Namun karena deka anggap lumayan melindungi bagian mata kaki ke bawah, akhirnya deka pakek jadi sepatu riding. Apalagi dengan desain model “kletekan” scretch tanpa tali, membuat sepatu lebih safety karena tidak khawatir tali nyangkut di tuas persneling, footstep, atau tuas rem kaki.

Yang membuat sepatu ini jadi sepatu kesayangan adalah cerita dibalik itu. Kala tahun 2013 ekonomi ngadimin sedang kembang kempis karena barusan bangkrut total usahanya. Saat mulai mainan motor lagi, deka minta ijin ke ibuk negara pengatur keuangan untuk membeli sepatu yang aman buat riding. Selang satu hari berikutnya ngadimin diajak ke toko sepatu di daerah jamblang, bukan toko gearset atau toko sepatu branded, tapi toko sepatu umum dimana yang banyak dijual adalah perlengkapan sekolah.

Setelah melihat-lihat sepatu, pilihannya jatuh ke sepatu sekolah SD merk Ando, kebetulan ada yang ukuran nomer 41. Jadilah sepatu ini yang terbeli. Kala itu, ibuk negara cumak bilang, mampunya beli sepatu ini, seharga 125 ribu rupiah untuk bekal mainan motor…. hiks…hiks…hiks…. jadi terharu ama kebaikan ibuknya anak-anak ini.

Itulah kenapa sepatu riding ini menjadi sepatu kesayangan ngadimin. Sudah menemani tahunan melanglang jalanan provinsi jabar, DKI, jateng. Walaupun sudah mulai sobek di daerah tekukan-tekukan sepatu, tapi masih sangat nyaman untuk dipakai….. Sepatu yang dari awal beli sampek sekarang belum pernah dicuci ini tidak akan ngadimin buang jika sudah tak terpakai, nilai historisnya melambangkan kecintaan ibuk negara ke ngadimin…. I lop yu pul beb…..

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

5 Komentar

  1. untung deka no 41 jadi gampang cari sepatu. ane no 52. cari sepatu biasa aja susahnya ampun ampunan. palagi sepatu riding/safety. untung nemu boot hiking di kaskus yg ukurannya masuk kaki ane , jadi itu yg dipakai buat sehari hari walaupun dah di sol berkali kali hahaha

  2. Ane dl pake tomkins juga sama kyk gitu, kelemahannya sepatu kiri bagian atas deket jempol lebih cepet rusak karena nyungkil tuas persneling

Silahkan Beropini