Biker Destination : Talaga Herang

suzuki

Yola dulur yang budiman…. Pada saat family time hari minggu ini, ngadimin habiskan untuk piknik kecil-kecilan bersama ibuk negara dan duo krucil. Destinasinya ngga jauh-jauh amat dari rumah, sekitar 10 km dari rumah. Talaga herang dan talaga biru, desa Lengkong Cirebon.

Talaga herang bagi ngadimin dan keluarga adalah destinasi yang pas untuk kulinary makan menu ikan. Selain itu, anak-anak bisa mandi di talaga yang airnya jernih alami, ditemani ikan-ikan liar. Udaranya sejuk karena posisinya di lereng perbukitan gunung ciremai.

Ngadimin ke talaga herang mengendarai si siwi, boncengan berempat. Kurang safety memang, tapi diakali dengan jalan under 50 km/jam, jalan santai menikmati pemandangan sekitar. Lagian jika naik mobil kurang rekomended, karena jalan dari desa lengkong sampai tujuan berupa jalan kampung yang sempit walaupun mulus hotmix. Jalannya menanjak dan kelak-kelok menembus hamparan sawah dan perkampungan.

Walaupun jalan menanjak, tapi levelnya masih cukup mudah. Banyak metiker yang lalu lalang, walaupun begitu tetap perlu kehati-hatian karena jalan sempit dan banyak blindspot. Jalan santai sambil menikmati segarnya bau sawah dan tetumbuhan adalah cara yang pas. Selain bikin rilex juga aman.

Makan menu ikan di rumah makan mang yaya merupakan kenikmatan tersendiri karena posisinya tepat dibibir talaga. Sembari menikmati segarnya masakan ikan, mata kita juga diteduhkan oleh hamparan air bening, tarian ikan-ikan, serta gemericik air memanjakan telinga…sungguh sebuah nikmat alami yang selalu ngangeni.

NamunNamun ada sedikit ganjalan saja, untuk ukuran rumah makan di kampung, harga di rumah makan ini termasuk mahal untuk kantong ngadimin. Cek saja, untuk menu sop ikan nila, nila asam manis, nasi dan pernik jajanan habis 150 ribu. Sangat kontras dengan tiket masuk ke talaga herang yang hanya 2,5 K per kepala, serta parkir motor 2k sepuasnya.

Jika ingin melihat-lihat pemandangan, di daerah situ ada beberapa destinasi berikutnya seperti 2 bumi perkemahan dan talaga biru yang suasannya agak mencekam…..

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

3 Komentar

  1. Jadi inget waktu ke baturaden jalannya nanjak juga, tapi pake vario 150 posisi boncengan berdua. Matik emang enak buat tanjakan, tenaga ngisi terus, cuma “ngeloyor” kalo turunan.

Silahkan Beropini