Restorasi Power Delivery Skywave… Part Suzuki Susah?

suzuki

Yola dulur yang budiman…. saat ngadimin punya kesempatan mengendarai si siwi yang mana itu adalah kuda pekerjanya nyonyah, ibuk negara kemaren, ngadimin rasakan performa sudah mulai drop, khususnya untuk power atas dan saat kerja berat seperti beban berat atau tanjakan. Apalagi nyonyah juga mulai ngeluh konsumsi bbm yang boros, maklum buat keliling desa ngontrol ibuk-ibuk hamil, jadi sangat terasa jika konsumsi bbm boros. Saat dibawa ke bengkel rekan, yaitu Abil jaya cikeduk jamblang, dicurigai sektor power delivery yang bermasalah.

Yah, sembari cek sektor CVT, sekalian saja tune up…. maklum tune up terakhir bulan september 2016…  :mrgreen: , setahun metik 125 cc kelahiran 2008 ini memutar roda tiap harinya. Hanya sekali ganti oli jenis gulf superfleet diesel bulan Mei kemarin sejak september 2016, alias 8 bulan. Si siwi memang mengalami pergantian roller dan vanbelt satu tahun yang lalu, tapi bukan SGP. Paket vanbelt plus roller lokal merek Fed****, dengan berat roller 12 gr seharga 100k rupiah. Sedangkan bagian power delivery lainnya tidak ada pergantian semenjak 2008 atau sudah 2 kali odometer balik ke 0. Jadi jika sektor itu mengalami pergantian ya wajar.

Setelah dilakukan pembersihan karburator dan filter udara sampai dengan intake manifold, power delivery atau sektor CVT mulai dibongkar. Setelah dicek, bener juga, ternyata mangkok roller dan mangkok kipas sudah aus tidak rata. Saat ditest memakai alat ukur, lumayan cekung tidak rata permukaannya. Inilah biang kenapa power terasa kurang, serta performa drop. Padahal saat dicek busi nampak kering, tanda pembakaran bagus… penyaluran tenaga ke ban tidak maksimal… power banyak terbuang.

Padahal ngadimin sudah memodifikasi memakai roller 12 gr, per cvt vario modif, serta kampas kopling seukuran hayate. Tapi kok tenaga banyak yang loss? itu sebenarnya sudah ngadimin rasakan dulu, tapi biarlah… toh nyonyah yang pakek, ngga perlu motor kencang. Namun akhir-akhir ini keluhan boroslah yang membuat ngadimin pertimbangkan untuk evaluasi ulang modif power delivery. Ternyata benar, dulu ada part yang ngadimin minta dimodif, ternyata tidak dilakukan…. bubut mangkok kopling dan membuat lubang pembuangan sejumlah 12 buah.

Setelah dikumpulkan part mana yang perlu diganti, yaitu mangkok roller depan plus kipasnya, dipertimbangkan untuk ganti sekalian roller 10gr dan vanbelt ori SGP untuk skywave, vanbelt yang dulu geriginya lebih besar serta bahannya jika panas lebih lembek, beda dengan yang SGP dimana ada lapisan kevlarnya. Begitu pula dengan mangkok kopling deka bawa ke tukang bubut untuk diratakan permukaannya serta membuat lubang 4 titik, masing-masing 3 lubang, total 12 lubang dengan cara mengebor permukaan mangkok yang bergesekan dengan kampas kopling. biayanya cukup murah, cumak 15k rupiah.

Yang jadi masalah adalah komponen power delivery skywave. Ini termasuk part slow moving, kan terkenal tuh… part suzuki itu mahal dan susah dicari. Namun ngadimin ingat, ada toko part mitra suzuki, dimana ditandai dengan adanya plang SGP di atas toko tadi. Untuk bogor, ngadimin sudah hapal banget, tapi di sumber lupa-lupa ingat… oh iya, ada di dekat perempatan pasar lama Sumber, dekat jembatan, kalok dari cirebon setelah jembatan sebelah kanan, kalok dari plered, perempatan belok kiri tepat sebelum jembatan. Ada plang SGP di situ ( Suzuki harusnya memperbanyak toko mitra part SGP seperti ini ). Setelah ngadimin kasih part yang akan diganti, oleh pelayan toko dicarikan…. Alhamdulillah ada semua, kecuali roller 10 gr yang memakai merk kawaha** racing… yowes ga popo.

Mungkin memang jodoh dengan motor suzuki, ngadimin nggak kesulitan mencari part yang perlu diganti, nggak seperti isu-isu diluar. memang harus di toko spesifik, bukan bengkel pinggir jalan… Namun yang penting tersedia… iya To…. PSSSTTTT ( tips saja, jika anda jeli browsing, beli online kadang malah dapat harga lebih murah daripada toko, walau tidak semuanya, karena toko kadang malah seneng dengan isu part suzuki susah, jadi mereka jual dengan harga seenaknya). Untung ngadimin hapal harga, jadi bisa cingcay lah ama yang punya toko.

Setelah semua part diperoleh, deka balik lagi ke bengkel dan semua part diinstal, cukup bayar 45 k rupiah semua part terinstal dan motor sudah dituned up. Oh iya, kebetulan pula pas motor dibongkar, ngadimin kembali bereksperimen dengan memasang magnet dan ferrit. Bagaimana hasilnya? kita bahas next artikel ya…. yang jelas njengatzz dan uiriiitt….stay tuned di warung sederhana ini.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

7 Komentar

  1. Motor mah OM paling enak sesuai standaran dari pabrik, adapun tarikan bawah ngeden sudah kodrat itu motor, cuma opini , dan kalo standaran biasanya lebih awet

Silahkan Beropini