Posisi Tombol Saklar Motor Honda : Breaking The Habit And Capitalized Them

suzuki

Yola dulur yang budiman….sebelum kita bahas lebih lanjut, pertama-tama tulisan ini adalah murni opini, sudut pandang penulis, jadi belum tentu sama seperti tujuan pabrikan tersebut. Bisa jadi apa yang diopinikan ngadimin salah. Dan tulisan ini bukan karena ngadimin anti honda, tapi justru kekaguman akan strategi honda, yang menurut ngadimin level dewa… 😀 .

Ya….bicara soal strategi jualan, memantaince konsumen loyalnya, AHM memang bikin ngadimin geleng-geleng kepala…level expert, bukan cumak high, tapi sudah level veteran. Entah bagaimana gerak kompetitor merebut sebuah segmen, jika ahm bermain di kelas yang sama…peh….. Ancaman begitu nyata.

Jika honda sudah meraih market tertinggi, ada saja cara untuk mempertahankan singgasananya tersebut. Salah satunya ya yang seperti gambar diatas. Merubah sususan komposisi panel tombol di setang. Posisi tombol klakson dan lampu sein dilukir. Sein yang biasanya posisi diatas klakson, dibalik menjadi dibawahnya. Selain merubah posisi, konstruksi tombol klakson juga dirubah. Yang awalnya arah pencet keluar menjadi arah dalam.

Dan inilah yang menurut ngadimin cara “nggapleki” ala honda. Karena terbiasa posisi panel motor pada umumnya, saat pakai motor honda jadi kagok saat memakai panel. Dan nggaplekinya lagi, saat mencet tombol klakson yang enak kearah keluar, perlu effort lebih karena sekarang mendorongnya ke arah dalam. Tidak seefisien mencet ke arah luar.

<script async src=”//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js”></script>
<ins class=”adsbygoogle”
style=”display:block; text-align:center;”
data-ad-format=”fluid”
data-ad-layout=”in-article”
data-ad-client=”ca-pub-1601423257631490″
data-ad-slot=”2954289804″></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>

Lho kenapa pemakai yang sudah nyaman dengan ordinary sistem dibuat ngga nyaman pada awalnya oleh honda? Kenapa kita dipaksa memakai cara nggapleki tadi? Kenapa sih honda ribet-ribet amat bikin perubahan posisi panel? Tentu ada maksud dan tujuannya. Dan menurut ngadimin, memang wajar jika honda mempermainkan startegi mereka. Breaking the habit…. Merubah kebiasaan…

Tujuannya apa? Jelas dengan mengganti kebiasaan dengan kebiasaan ala honda, awalnya cukup merepotkan. Tapi jika sudah terkooptasi, maka honda tinggal mengkapitalized saja. Rubah kebiasaan umum menjadi kebiasaan spesifik. Jika sudah terbiasa, maka saat memakai motor umum akan jadi kagok… See?

Ini sudah ngadimin amati di pengguna metik honda…Karena sudah terbiasa honda, maka saat mencoba metik merk lain jadi kagok, terasa asing. Ingat… Orang kita menilai dari first sense, kesan pertama…. Ah ngga enak…ergonomi dan panelnya bikin kagok…ngga seperti honda… Hnaahhh…..

Apakah wajar honda melakukan itu? Ya wajar sekali….. Dia pemimpin pasar, penguasa mayoritas penjualan motor. Motor paling banyak ya honda…saatnya breaking the habit… Boom……massal effect…bikin motor laen jadi terasa aneh…. Hebat bukan, gaya honda ini?

Bonus : breaking the habit Linkin Park

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

gulf oil

16 Komentar

  1. Tetep gk enak. Sudah dibiasakan pun tetap gk enak. Sempat beda lho tombol klakson honda. Yg tdi jenong nya ngadap kanan skrg jdi ngadap kiri.

  2. Itu mah akal-akalan AHM aja.. yang menurut ane ngawur dan terkesan ingin membangun “kerajaan”-nya sendiri. Mereka lupa yang namanya konvensi. Yang nyleneh yang populer, cuma ada di Indonesia.

  3. Lhah, Om Deka baru nyadar toh? Ane mah udah sejak lama menyadari hal tersebut, motor honda saklarnya dibikin nyeleneh macam itu udah bukan hal aneh, itu sudah jelas2 nyata adanya supaya orang yg mau beli motor merek lain selain Honda jadi ogah karna kagok, persis seperti yg ditulis di artikel. Kemungkinan besar inilah salah satu penyebab/alasan utama Honda bisa menguasai market share sepeda motor nasional beberapa tahun terakhir ini, apalagi ditambah juga dengan kerjasama saling bahu-membahu dari puluhan “BLOGGER KAUM LAMBE JARAN” beserta kroni2nya yg turut berperan serta didalam mensukseskan dan mempertahankan tahta tertinggi “kerajaan bisnis” Honda, membuat market share honda tetap dominan hingga saat ini.

    *BTW saklar Gypsi Danger nggak nyeleneh kan posisinya??

  4. Terlepas dari habit, terbiasa atau tidak, mungkin lebih tepat mempertanyakan ergonomi atau kenyamanan pengguna. Tentunya disesuaikan dengan anatomi tubuh (jari tangan). Mana posisi yang lebih pas saat menekan, menarik atau menggeser tombol/saklar di handle bar motor. Menurut saya ini yang mesti dipelajari karena ujung-ujungnya adalah safety dalam berkendara.

Silahkan Beropini