Om….Sange Om….

suzuki

Yola dulur yang budiman…..artikel jejak kehidupan lagi, sudah lama ngga nulis soal ini. Kali ini membahas tema yang menurut ngadimin cukup memprihatinkan tentang mental psikologi anak-anak sekarang, bahkan masih bau kencur. Mari kita ambil hikmahnya saja.

Kala itu, si fulan ( nama disamarkan ) pulang ke bogor dari stasiun rajawali naik KRL. Jam menunjukkan pukul 22.30, cukup lama untuk menunggu krl ararah bogor. Si fulan duduk di bangku sendirian, sedangkan bangku sebelah yang berjarak sekitar 5 meter ada sepasang orang tua dan anak perempuannya. Dari bentuk fisiknya, umuran sekitar 11-12 tahun, kelas 5-6 SD lah.

Kedua ortunya sepertinya kecapean, mereka terkantuk-kantuk di bangku stasiun. Sedangkan anaknya yang berkulit coklat muda duduk sambil memandang sekitarnya. Si fulan yang asik dengan hapenya sesaat juga memandang ke bangku mereka. Anak kecil itu memandang si fulan, dan dibalas dengan senyuman. Melihat anak perempuan kecil itu, si fulan jadi ingat anak perempuannya di rumah… Lebih tuaan 2 tahun dari anakku, batin fulan.

Jam 23.00 kereta datang, sepertinya ini 2 kereta terakhir jatinegara-bogor, batin fulan sambil masuk ke gerbong krl yang kosong. Keluarga itu juga masuk di gerbong yang sama, duduk di deretan bangku yang sama pula, bangku bagian tengah. Si fulan duduk di tengah-tengah bangku, sedangkan mereka duduk di sebelahnya.

Krl menjemput dan menurunkan penumpang di stasiun-stasiun singgahan. Kondisi sepi karena sudah larut. Di gerbong itu hanya berisi sekitar 8 orang, itupun tersebar di bangku-bangku pojok, semua pada tidur. Si fulan yang asyik dengan gadgetnya menengok ke sebelahnya. Ternyata anak perempuan kecil duduk mendekat ke sebelah kanan si fulan. Disambut dengan senyuman lagi, anak kecil itu tidak berubah ekspresinya, datar-datar saja tapi sambil memandang si fulan.

Karena tidak direspon, fulan kembali ke gadgetnya. Tidak berapa lama, terasa lengan kanannya disenderi kepala perempuan kecil itu, anak kecil itu berdendang kecil, entah lagu apa yang dinyanyikan. Dalam pikiran fulan, ini anak berani amat ya? Ama orang asing berani nyenderin kepala. Ah… Anak yang terlalu aktif…sambil melihat kedua orang tuanya yang tertidur pulas. Dalam pikiran fulan, hanya anak perempuan yang sedikit nakal saja. Kemudian dibiarkan kepala anak itu bersandar di lengannya, kemudian sibuk bersosmed lagi.

Beberapa saat setelah itu, terasa lengannya dibelai-belai, kemudian kepala anak kecil itu mengarah ke lengan fulan, dia mencium lengan si fulan “ini sudah mulai nggak beres…. Ini bukan kelakuan anak umuran 12 tahun….” pikir si fulan…. Kemudian si fulan bergeser ke kiri, sambil menatap ke perempuan bau kencur tadi. Sambil memandang lembut, si fulan bertanya, ” ada apa nak??? ”

Ilustrasi

Si anak SD ini kemudian mendekatkan kepalanya ke telinga fulan….. Di berkata setengah berbisik, ” om….sange…om….” Telinga si fulan seperti disambar geledek!!!! Bukan soal mesumnya, karena mudanya si fulan juga mesumnya kebangetan. Tapi kata-kata itu keluar dari perempuan kecil yang seumuran anaknya di rumah…. Nggak lebih dari kelas 6 SD…..

Perasaan muak bercampur marah berkecamuk di dada fulan. Dia tidak tahan dengan situasi di situ. Dengan dada bergemuruh, dia beranjak dari bangku dan berjalan pindah 2 gerbong dari dia duduk tadi. Setelah menenangkan diri, si fulan merenung. Ngga habis pikir…. Sekecil itu sudah tahu sange…. Dapat dari mana? Apakah ortunya yang terlihat polos itu salah mendidik? Apakah itu efek pergaulan? Apakah pengaruh media?…..Si fualn hanya bisa kasihan dengan anak kecil itu….sambil membayangkan anak perempuannya di rumah yang masih polos di kampung…… Anakku ngga boleh seperti anak tadi….. batin si fulan.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

gulf oil

3 Komentar

  1. Merinding bacanya, saya jadi khawatir dengan teman-teman saya yang sekarang begitu semangat bekerja di ibu kota negara ini. Semoga mereka tidak terbawa “sakaba-kaba”.

  2. ABG memang udah ada perilaku seperti itu, kayak misalnya main pacar2an sama temennya. Tapi sama om2, huaah gak abis pikir, sudah melampaui batas.

    Cek channelku yo.

  3. Rusakx moral anak anak kita ini harus segera di tangulangi segra mungkin.. dengan pendidikan moral ahlaq dalam agama kita islam.
    juga penyebabx salah satu acara acra televisi yang tidak banyak mendidik di situ di tampilkan adegan adegan yang tidak santun trhadap orang tua,perbuatan seronok dan kotor di tampakan juga Zina(pacaran) di agung agungkan sedangkan dalam Agama jelas Haram. pergaulan anak di dunia maya yang tidak kita kontrol. tempat kemaksiatan di sekitar /lingkungan kita dll. harus semua itu kita perbaiki.

Silahkan Beropini