Review Sesaat Penambahan Minyak Jarak 5% Ke Gulf Max SL 10-40 ( 2 bulan ) Satria F150

suzuki

Yola dulur yang budiman…..percobaan penggunaan additive vegetables oil berupa castor oil atau minyak jarak ke oli mesin terus berlanjut. Setelah sebelumnya diperlakukan di metik si siwi, skywave 08 yang dicampurkan dengan oli gulf superfleet sae 15-40 fresh sekarang dilakukan pengujian di motor suzuki satria F150 yang mana oli mesinnya memakai gulf max sl 10-40 yang sudah berumur 2 bulan atau 2000 km.

Sebelum perlakuan, satria F150 ini ada sedikit keluhan bahwa saat dibawa turing jarak jauh atau 2 jam perjalanan, suara menjadi lebih kasar walau performa tetap oke. Ngadimin maklum bahwa ini bakalan terjadi karena mesin satria F150 membutuhkan sae 20-50 api SJ atau SL. Namun ketika istirahat beberapa saat, suara normal kembali. Begitu pula dengan soal shifting saat kondisi panas menjadi seperti normalnya oli MCO biasanya, sedangkan saat mesin belum panas terasa empuk. Untuk menetralkan juga hampir sama dengan kondisi memakai oli SGO.

Intinya secara performa dia puas, hanya terganggu suara lebih kasar saat dipakai lebih dari 2 jam daripada saat kondisi mesin awal hidup. Secara performa oke-oke saja. Setelah ngadimin memberikan testimoni pemakaian castor oil di skywave, doi tertarik untuk memakainya. Diputuskan memakai kadar 5% saja atau 50 ml dari volume total.

Penambahan castor oil bukan dengan cara menuangkan langsung, tapi persis saat mencampur dengan oli mineral di skywave sebelumnya. Saat kondisi masih panas, castor oil dituangkan langsung melalui lubang pengisian oli. Kemudian mesin langsung distater sampai langsam dan ngadimin test jalan sekitar 2 km.

Efeknya belum begitu terasa, hanya terasa shifting lumayan enteng dan lebih empuk saat upshift, sedangkan downshift masih terdengar ckluk, walau terasa lebih enteng. Baru malam harinya ditest dengan cara berkeliling kota bogor sejauh 10 km berboncengan. Motor dipakai secara agresive, ada celah kosong betot….mesin diajak main rpm tinggi sekitar 9000-10.000 rpm jika ada kesempatan. kemudian merayap pelan saat kondisi macet.

Disinilah berbedaan mulai nampak. suara lebih kasar saat kondisi panas terminimalisir, shifting gera enak, netralin walau sering miss tapi berhasil dan nggak keras, suara cklak-cklak khas satria fu berkurang. Respon mesin enteng seperti karakter gulf sae 10-40 di satria F150, tapi suara mesin menjadi lebih adem….noisless…. bahkan saat sudah menempuh 10 km dengan kondisi padat dan macet, suara benturan kem dengan shim klep menjadi halus ( pemakai satria pasti paham ).

Vibrasi di sektor stang khas satria di rpm 7000 up masih hadir, tapi tidak lagi bikin telapak tangan pedes…. wajar-wajar saja. Untuk test jarak jauh, sabtu nanti mau dipakek untuk berkendara dari Bogor ke sukabumi. Jadi ini hanya kesimpulan sementara saja, yang jelas dengan penambahan minyak jarak 5% di oli mesin yang sudah dipakai 2 bulan, oli terasa masih baru. Hal ini mungkin dari hipotesa ngadimin menyatakan bahwa castor oil membantu pelapisan film oli di dinding silinder menjadi lebih kuat, sehingga efek boundary lubricating menjadi berkurang. sensasi mesin menjadi lebih licin.

Dan efek pemberian castor oil setelah jarak10 km karena makin panas suhu mesin, maka efek ester like dari castor oil bekerja. jadi ketika suhu mesin optimum, Begitu pula banyak journal yang deka baca mengatakan bahwa castor oil sifatnya non polar, sehingga bisa melekat erat di dinding logam walau dalam kondisi dingin. Begitu juga mempunyai sifat anti friksi yang bagus, walau punya batas yang terbatas di dalam tribology system. namun kita tidak memakai castor oil secara tunggal, tapi sebagai additive. Kita memakai castor oil hanya sebagai bantuan agar lapisan film oli lebih kuat saja, dan mengambil manfaat efek ester like-nya castor oil.

Untuk sementara sih ngga mengganggu kinerja mesin, justru efek positif yang diperoleh. namun ini bukanlah konklusi akhir, karena kembali efek mudah teroksidasinya castor oil berpengaruh tidak dengan umur oli. Jadi masih menunggu hasil drain oli si siwi sampai berapa bulan atau berapa jarak tempuhnya. Untuk sementara biarlah ngadimin menikmati sensasi “klenyer-klenyer”nya castor oil dulu ya…. :mrgreen 😀 . Oh iya…. ini juga terbukti castor oil 5% tidak membuat selip kopling.

Semoga bermanfaat

Wassalamualaikum

3 Komentar

  1. heh sekarang masalah oli aja rame yaa sejak ada medsos… pada perang opini dan testimoni…. aku yang dari duluu selalu pakai oli mesran super 20w50 di semua motorku baik baik aja tuh…

Silahkan Beropini